Dinikahi calon kakak ipar

Dinikahi calon kakak ipar
Ingatan tentang permintaan


__ADS_3

Satu bulan berlalu sejak sidang kasus kejahatan Rizi di lakukan. Kini baik Abel, maupun Ryan sudah melanjutkan hidup mereka bersama.


Hubungan Abel dan Ryan semakin dekat, bahkan Abel juga begitu disayangi oleh seluruh keluarga Ryan, tanpa terkecuali.


Meski begitu, sampai hari ini Ryan belum memberikan status jelas untuk hubungannya bersama Abel. Memang, ia sudah menyatakan perasaannya dan mengatakan bahwa mereka akan menikah, tapi perlu ada status sebelum mereka benar-benar menikah kan.


Karena itulah malam ini, Ryan sengaja mengajak Abel untuk pergi ke salah satu restoran dan dinner. Ryan sudah mempersiapkan segalanya, ia tidak mau jika Abel akan kecewa kepadanya.


"Ryan, ya ampun kamu siapin ini semua buat aku?" Tanya Abel seraya menatap hidangan lezat dan cantik di depannya.


"Iyalah, buat Abel gue yang paling cantik." Jawab Ryan sambil mendengus.


Abel terkekeh, Ryan yang ketus dan suka asal bicara masih belum berubah, bahkan sebutan nya saja masih pakai 'lo dan gue'.


Abel tidak mempermasalahkan hal itu, ia tidak akan memaksa Ryan untuk memanggilnya dengan mesra.


"Abel." Panggil Ryan tiba-tiba.


Abel menatap pria di depannya ini dengan hangat, matanya yang bulat menatap wajah tampan Ryan dengan penuh kekaguman.


"Kenapa?" Sahut Abel lembut.


Ryan meraih tangan Abel lalu menggenggam kedua tangan gadis itu, ia tersenyum lalu bangkit dari duduknya dengan masih memegang tangan Abel.


"Ryan, mau kemana?" tanya Abel, namun tidak mendapat jawaban dari Ryan.


Ryan mengajak Abel ke tempat dimana ia sudah menyiapkan sesuatu untuknya.


"Disana." Tunjuk Ryan ke salah satu gedung yang lebih pendek dari tempat mereka berdiri.


Abel mengikuti arah yang Ryan tunjuk, ia terkejut sekaligus tidak menyangka dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini.


"Ryan, ini semua?" tanya Abel dengan suara tercekat, merasa begitu terharu.

__ADS_1


"Walaupun aku udah ngajak kamu nikah, tapi sampai hari ini status kita belum jelas, Abel." Jelas Ryan mengubah panggilannya.


Ryan berlutut di depan Abel, ia mengulurkan tangannya kepada gadis cantik di depannya ini.


"Abel, mau nggak jadi pacar aku?" Tanya Ryan dengan sedikit kurang romantis.


Abel tidak kecewa, ia tetap bahagia dengan apa yang Ryan lakukan sekarang. Abel mengulurkan tangannya kepada Ryan, tentu saja ia tidak akan menolak Ryan.


"Iya, Ryan. Aku mau, aku mau jadi pacar kamu." Jawab Abel dengan mata berkaca-kaca.


Ryan tersenyum lebar, ia bangkit dan kembali berdiri tegak. Ryan membuka tangannya, menyambut pelukan hangat dari gadis yang teramat di cintai nya itu.


"Maaf ya kalo aku kurang romantis," bisik Ryan di telinga Abel.


Abel menggelengkan kepalanya, apa yang Ryan berikan kepadanya malam ini telah lebih dari ekspetasinya. Abel melepaskan pelukannya, lalu menarik tangan Ryan untuk kembali melihat tulisan di atas gedung dengan beberapa orang memegang lampu.


"I love you to, Ryan." Balas Abel membaca tulisan di atas gedung itu.


Ryan tersenyum manis, ia merangkul bahu Abel dan mengusapnya pelan. Andai saja kuliah mereka sudah selesai, Ryan pasti akan mengajak Abel ke pelaminan saat ini juga.


Ryan tersenyum lebar, ia mencium punggung tangan Abel lalu kembali menatap gadis itu.


"Iya, Sayang. Aku selalu sama kamu, kamu juga ya." Balas Ryan begitu manis.


Sementara Ryan dan Abel yang sedang berbahagia bersama, di rumah Chandrama terlihat seorang wanita hamil yang uring-uringan karena sudah mulai sering merasakan kontraksi.


Rheana, wanita cantik itu turun dari ranjang dan duduk di lantai sambil mengusap-usap perutnya. Rheana mengatur nafas sebaik mungkin, sesuai dengan ajaran dokter kemarin.


"Hiks … sakit banget, Mas!!" Ucap Rheana seraya mengusap perutnya terus.


Usia kandungan Rheana yang sudah 8 bulan lebih membuatnya semakin sering kontraksi. Rheana sudah memeriksa ke dokter, dan dokter menyarankan agar dirinya banyak bergerak untuk mempermudah proses kelahiran nanti.


Kontraksi yang kini ia rasakan jauh lebih sakit dari rasa yang sebelumnya, bahkan Rheana sampai menangis dibuatnya.

__ADS_1


Cakra tidak lepas tangan dan membiarkan istrinya begitu saja, ia kini menjadi suami siaga yang akan membantu mengusap perut besar istrinya, atau memijat kaki Rheana yang membengkak.


"Awww … awww. Mas sakit banget, perut aku kaya di remas-remas." Ucap Rheana seraya memegang tangan suaminya.


Cakra memeluk Rheana, ia tidak tahu harus berbuat apa. Cakra tidak merasakan apa yang Rheana rasakan, tapi ia tahu bagaimana sakitnya seorang ibu yang sudah mau melahirkan seperti istrinya ini.


"Sini, Sayang. Aku bantu usap-usap, kamu jangan nangis nanti aku ikutan sedih." Ujar Cakra dengan lembut.


Cakra mengangkat istrinya agar duduk di pangkuannya, tangannya masih belum berhenti mengusap perut sang istri yang bulat dan besar.


"Baby, jangan buat mama kesakitan terus ya. Lihat tuh, mamanya sanpai nangis." Bisik Cakra seraya menciumi perut Rheana.


"Baby kalo ada yang sakit-sakit, sakitnya kasih papa aja." Tambah Cakra semakin asal-asalan, tapi Rheana senang mendengarnya.


"Mas, sakitnya mulai hilang. Kamu usap-usap terus ya," pinta Rheana dengan lirih.


"Iya, Sayang, kamu tidur aja." Balas Cakra dengan penuh kasih sayang.


Rheana menjatuhkan kepalanya di bahu suaminya, ia berusaha untuk istirahat setelah sejak tadi perutnya terasa sangat melilit dan membuatnya tak bisa tidur.


"Sayang." Panggil Cakra, namun tidak mendapat sahutan dari istrinya.


Cakra sedikit menunduk, ternyata Rheana sudah terlelap setelah sejak tadi menangis terus.


Cakra pun memindahkan Rheana untuk berbaring diatas ranjang, ia juga tidak berhenti mengusap perut istrinya.


Cakra menatap wajah Rheana, sebentar lagi anak mereka akan lahir, dan apakah permainan Rheana dulu masih berlaku untuknya.


Satu minggu ini Cakra stress memikirkan tentang Rheana, ia takut Rheana akan tetap meminta pisah darinya, sesuai dengan yang pernah ia janjikan dulu.


Cakra menundukkan kepalanya, ia menciumi wajah istrinya dengan penuh kasih sayang dan cinta.


"Aku cinta banget sama kamu, aku nggak mau jika kita harus berpisah." Batin Cakra nelangsa.

__ADS_1


GARA-GARA KISAH RYAN SAMA ABEL, JANGAN-JANGAN LUPA SAMA KISAH RHEANA DAN CAKRA NIH😅


Bersambung...........................


__ADS_2