
Selesai mandi dan bersih-bersih diri, Ryan dan Abel pun pergi menuju hotel yang sudah disiapkan oleh kakak iparnya.
Awalnya Abel ingin dirumah saja, namun Ryan memaksa untuk pergi ke hotel karena kakak iparnya sudah menyiapkan kamar di hotel mewah untuk mereka.
Pasangan yang baru menikah itu tampak tidak sabar untuk sampai di hotel, selain karena rasa lelah, tentu saja untuk melakukan hal yang sudah sangat dinantikan, hehehe.
"Kamu kaya nggak sabar banget." Sindir Abel ketika melihat wajah sumringah Ryan ketika membuka pintu kamar hotel.
Ryan menoleh, ia tersenyum dengan lebar nya bahkan sampai membuat Abel merinding dibuatnya.
"Apa sih, jangan bikin takut deh." Ucap Abel lagi sebelum menghadiahi tangan Ryan dengan pukulan.
"Aku suami kamu, Sayang. Masa takut sama suami sendiri," bisik Ryan dengan suara yang terdengar begitu berat.
Tanpa berkata-kata, Ryan langsung menggendong istrinya yang bertubuh mungil itu.
"RYAN!!!" pekik Abel sangat terkejut.
"Heh! Sama suami nggak boleh panggil nama, nggak sopan." Celetuk Ryan lalu mencium pipi istrinya.
Abel menghela nafas, ia akhirnya pasrah ketika pintu kamar hotel tertutup dan terkunci dengan sendirinya.
Ryan merebahkan tubuh istrinya diatas ranjang, ia lalu mengungkung tubuh Abel yang tampak sedikit gemetaran.
"Tenang, Sayang. Bukankah ini yang kita nantikan sejak lama?" bisik Ryan dengan hangat.
Abel memejamkan matanya, ia bisa merasakan terpaan nafas Ryan di telinga dan lehernya.
Abel juga bisa merasakan aroma maskulin yang menguar dari tubuh suaminya. Terasa begitu memabukkan dan membuatnya betah berlama-lama menciumnya.
"A-aku takut." Cicit Abel dengan mata terpejam.
Ryan tersenyum, ia menundukkan kepalanya lalu mencium puncak kepala istrinya yang cantik itu.
"Baiklah, jika kamu belum siap nggak apa-apa. Aku akan menunggu," ucap Ryan hendak bangkit dari posisinya, namun terhenti.
Abel melingkarkan tangannya di leher Ryan, mencegah suaminya yang mau beranjak dari posisinya. Ryan ingin menyudahi apa yang belum dimulai.
__ADS_1
"Jangan, aku siap kok." Pungkas Abel meski dengan suara sedikit gemetar.
"Yakin?" tanya Ryan memastikan.
Abel mengangguk, ia memberanikan diri untuk menatap Ryan dengan tatapan penuh akan cinta dan kasih sayang.
"Cantik banget sih." Puji Ryan dengan jujur.
Ryan kembali menunduk, ia mencium kedua pipi Abel lalu berpindah ke bibir istrinya.
Abel gemetaran, namun ia berusaha untuk mengimbangi ciuman yang dilakukan oleh suaminya. Abel tidak mau jika Ryan sampai kecewa.
Tangan Ryan mulai merambat ke kemeja yang istrinya kenakan, ia lalu membukanya satu persatu sampai semua kancingnya lepas.
Abel semakin memejamkan matanya ketika merasakan hawa dingin yang menusuk pori-pori kulitnya.
Ciuman Ryan mulai turun ke leher Abel, ia juga menggigit dan sesekali menghisap nya sampai meninggalkan bekas kemerahan.
"Ahhh." Suara lembut Abel yang penuh akan kenikmatan membuat gairahh dalam diri Ryan semakin terbakar.
Ryan semakin bersemangat untuk menjelajahi tubuh istrinya yang terekspos.
Abel bangkit dari posisinya, ia lalu membiarkan Ryan membuka kemeja yang digunakannya lalu dilempar dengan sembarangan.
Tak tanggung-tanggung, Ryan juga membuka sesuatu yang menutupi dada Abel. Ryan terkesan buru-buru, tapi Abel akan tetap menyukainya.
"Nggak sia-sia aku menahan diri selama ini, punya kamu indah banget." Tukas Ryan lalu kembali mencium bibir Abel.
"Eumhhh." Abel melenguh berulangkali saat merasakan tangan Ryan ikut andil di dadanya.
Suara kenikmatan Abel teredam oleh ciuman menggebu yang Ryan lakukan. Selama pacaran mereka tidak pernah lewat batas, dan sekarang lah saatnya Ryan menghancurkan batasan itu dengan hubungan suci.
"Ahh Ryan!!!" teriak Abel ketika merasakan gigitan kecil dari Ryan.
Ryan semakin terlena, akhirnya malam yang ia nantikan tiba. Kini Abel benar-benar ada di bawahnya dalam keadaan tidak berpakaian.
"Jangan liatin aku kaya gitu." Ucap Abel dengan nafas terengah-engah.
__ADS_1
"Kenapa, Nona? Aku sedang mengagumi keindahan tubuh kamu." Balas Ryan tersenyum manis.
Ryan kembali menciumi seluruh wajah dan tubuh istrinya, bahkan tidak ada satu titik pun terlewat dari cetakan bibir Ryan.
Abel benar-benar hanya bisa pasrah, ia memejamkan mata sambil mengeluarkan suara indah nan lembut miliknya.
"Ahhh." Abel memekik kaget sekaligus kesakitan saat dinding pertahanannya di jebol oleh Ryan.
Abel menangis kesakitan, membuat Ryan sigap mencium dan melakukan apa saja demi mengalihkan rasa sakit yang Abel rasakan.
"Rileks, Sayang. Nanti nggak sakit lagi kok, makasih udah jadikan aku yang pertama." Bisik Ryan dengan penuh kasih sayang.
Abel memeluk Ryan, jari-jari kukunya menancap di punggung suaminya.
"Ryan." Panggil Abel dengan penuh damba.
Ryan pun mulai memacu diri, ia awalnya perlahan namun seiring waktu ritmenya di naikkan.
Abel benar-benar dibuat menjerit oleh gerakan suaminya yang brutal itu. Ia hanya bisa meremat bahu atau sprei ranjang yang ia tiduri.
"Tahu senikmat ini, dari dulu aku nikahin kamu Sayang!!" ucap Ryan sambil mengerang nikmat.
Peluh sudah membasahi tubuh pasangan suami istri itu, mereka sama-sama seperti mandi pagi akibat aktivitas yang baru pertama kali mereka lakukan.
Di malam usai pernikahan ternyata memang indah, terlebih lagi sebelumnya mereka tidak pernah melakukan hal diluar batas, sehingga rasanya sangat puas.
"Arghhh!!" erang Ryan sebagai penutup olahraga malam ini.
Ryan langsung merebahkan tubuhnya di sebelah sang istri, ia juga menarik tubuh Abel ke dalam pelukannya.
"Terima kasih." Bisik Ryan lalu menghujani wajah istrinya dengan kecupan kasih sayang.
Abel hanya bisa tersenyum, bibirnya terasa ikut lelah usai terus berteriak memanggil nama suaminya.
Malam ini benar-benar terasa sangat indah, dan nikmat pastinya.
TUTUP MATA WOIII🙈
__ADS_1
Bersambung.................................