Dinikahi calon kakak ipar

Dinikahi calon kakak ipar
Mikayla Zahra Dharmawan


__ADS_3

Ruang rawat Rheana terlihat ramai oleh seluruh keluarga. Para Oma dan Opa sudah berebut untuk menggendong bayi cantik anak Cakra dan Rheana.


Mikayla Zahra Dharmawan, itulah nama anak perempuan Rheana dan Cakra. Bayi mungil dan cantik itu akan di sapa Ayla, karena Rheana suka nama itu.


"Ihh lucu banget ponakan aku. Halo bayi cantik, aku om kamu yang paling ganteng." Celetuk Ryan seraya melambaikan tangannya kepada baby yang asik tertidur.


"Narsis banget." Ketus Rheana memutar bola matanya malas.


Saat ini baby Ayla sedang digendong oleh Oma Erina dan di goda oleh Oma Mila. Sementara kedua Opa hanya bisa memperhatikan.


"Mirip kamu, Rheana. Cantik, tapi bibirnya kaya Cakra nih," ucap Papa Rama jujur.


"Benar, bibirnya mirip Cakra." Timpal Papa Wawan ikut melihat wajah cantik cucunya.


"Sudah pasti mirip, kan yang buat papa dan mamanya." Celetuk Mama Mila diakhiri dengan tawa.


Rheana ikut tertawa, namun sesekali ia meringis karena perutnya yang masih sedikit perih, terutama di bagian bawahnya yang dijahit tadi.


Semua orang asik tertawa, tapi tidak dengan Cakra yang hanya diam sambil menatap wajah cantik istrinya.


Cakra duduk di pinggir bangsal sambil menatap istrinya, tangan pria itu mengusap lembut punggung tangan sang istri tersayang.


Rheana menoleh, ia menatap suaminya yang ternyata sedang menatapnya.


"Mas, ada apa?" tanya Rheana pelan, sehingga hanya Cakra yang mendengar pertanyaannya.


Cakra menggelengkan kepalanya, Rheana ingin bertanya lagi, tapi tiba-tiba sang mama memberikan baby Ayla kepadanya.


"Sudah di azani anak kalian, Cakra?" tanya Papa Wawan.


Cakra mengangguk. "Sudah, Pa." Jawab Cakra.


"Rhea, susuin dulu baby nya. Kasihan dia takut mau susu, biar buang air juga supaya kamu bisa pulang dan nggak perlu menginap lama-lama." Tutur Mama Erina yang sudah begitu pengalaman.


Karena Rheana mau menyusui, semua orang memutuskan untuk keluar dari ruangan sambil menunggu Velia dan Fikri yang katanya sudah otw datang.


"Tumben Abel nggak diajak, Ryan?" tanya Mama Erina.

__ADS_1


"Lagi ada tugas di kampus, Ma." Jawab Ryan seraya duduk di sebelah mamanya.


Sementara itu di dalam ruang rawat Rheana, wanita itu sedang menyusui anaknya. Cakra tidak ikut keluar bersama yang lain, ia tetap di posisinya sambil mengusap pipi putrinya.


"Cantik banget kaya Mama Rheana." Bisik Cakra lalu menunduk untuk mencium putri mereka.


"Mas, awas ah. Kamu nanti malah cium yang lain," tegur Rheana saat merasakan pipi Cakra menempel di dadanya.


Cakra terkekeh, ia menatap istrinya lalu mencium kening wanita itu dengan dalam dan penuh akan kasih sayang.


"Makasih hadiahnya, Sayang." Ucap Cakra tiba-tiba.


"Hadiah?" beo Rheana mengerutkan keningnya aneh.


"Ini hadiah dari kamu yang tidak ternilai, bahkan aku tidak bisa memberikan kebahagiaan yang sama seperti ini." Jawab Cakra seraya mengusap kepala baby Ayla.


"Baby Ayla ada karena kamu juga, Mas. Jadi hari ini kita sama-sama memberikan hadiah." Balas Rheana lalu mencium pipi Cakra cepat.


Cakra tersenyum lebar, ia menarik kepala Rheana agar bersandar di dadanya. Kini Cakra bisa melihat Rheana yang asik menyusui anak mereka.


Cakra tidak menyangka jika Rheana akan memberikan kesempatan seperti ini kepadanya. Bisa memeluk Rheana sambil menatap wajah cantik anak mereka.


Keesokan harinya, Rheana sudah langsung diperbolehkan untuk pulang. Rheana yang melahirkan secara normal tentu tidak harus di rawat lama di rumah sakit.


Rheana senang, ia memang tidak terlalu suka berada di rumah sakit. Selain bau obat-obatan, ia tidak suka makanannya.


Rheana pulang dijemput oleh suaminya, mereka masih tinggal di rumah mama Mila dan papa Wawan pastinya.


"Ehh cup cup anak Mama, ini sayang ini." Celoteh Rheana saat Ayla menggeliat dan sedikit bersuara.


Rheana langsung menyusui anaknya, ia sesekali melirik Cakra yang hanya diam dan fokus menyetir mobil.


"Mas, barang-barang baby Ayla sudah di rapikan kan?" tanya Rheana tanpa menatap Cakra.


"Sudah, Sayang. Aku sudah minta bibi merapikannya." Jawab Cakra menganggukkan kepalanya.


Tanpa terasa Rheana dan Cakra pun sampai di rumah. Mereka disambut dengan tangan terbuka oleh mama Mila dan papa Wawan.

__ADS_1


"Cucu Oma!!" panggil Mama Mila langsung menggendong cucu pertamanya itu.


"Cucu Opa juga." Sahut Papa Wawan ikut mendekati baby Ayla.


Mereka membawa baby Ayla ke dalam rumah, sementara Rheana dan Cakra ditinggalkan begitu saja.


Rheana dan Cakra saling pandang. "Biasa, kalo udah ada cucu pasti kita dilupakan." Celetuk Cakra.


Rheana tertawa, ia menggandeng tangan suaminya lalu mengajaknya masuk ke dalam rumah.


"Ma, Pa. Aku sama Rheana ke kamar dulu ya," ucap Cakra pada kedua orang tuanya yang masih asik berceloteh.


"Iya, Cakra. Ajak Rheana istirahat, dia pasti kelelahan." Balas Papa Wawan.


"Nanti Mama bawakan makanan ke kamar ya, Mama sudah masak sayur buat kamu." Kata Mama Mila kepada menantunya.


"Iya, Ma. Makasih ya, aku ke kamar dulu." Pamit Rheana kemudian pergi ke kamarnya.


Cakra memapah istrinya menaiki satu persatu anak tangga, namun karena Rheana meringis membuat Cakra langsung menggendong istrinya itu.


"Mas!!" pekik Rheana terkejut.


"Apa sih manggil-manggil, aku disini Sayang." Sahut Cakra lembut.


Rheana memukul dada bidang suaminya karena telah membuatnya terkejut. Sudah berkali-kali Cakra menggendongnya, tapi Rheana selalu saja terkejut.


Cakra membawa Rheana ke kamar, lalu merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang.


"Sudah, sekarang kamu tidur. Biarin Ayla sama oma opanya dulu," tutur Cakra seraya menarik selimut sampai perut istrinya.


Rheana membuka kedua tangannya. "Sini tidur sama aku, kamu juga kan semalam jaga Ayla." Ajak Rheana.


Cakra tersenyum lebar, ia pun merebahkan tubuhnya di sebelah Rheana dan memeluk wanita itu dengan tidak terlalu erat.


"Wangi banget." Bisik Rheana semakin menduselkan wajahnya ke dada suaminya.


"Kamu cantik banget," balas Cakra tidak mau kalah memuji.

__ADS_1


DUHHH BAHAGIANYA YANG BARU JADI ORTU 😫🤗


Bersambung...........................


__ADS_2