
Cakra terlihat sedang bersiap-siap untuk datang ke kantor hari ini. Akhirnya setelah lebih dari sebulan ia berlarut dalam kesedihan, hari ini ia akan bertekad untuk mencari istrinya sendiri.
Anak buah tetap ia kerahkan, namun ia juga akan ikut mencari, bukan hanya duduk sambil terus menangis.
Cakra berkaca diri, ia merapikan setelan jas yang tampak pas di tubuhnya. Walau lebih kurus, namun perubahan itu tidak mengurangi ketampanan Cakra sedikit pun.
"Rhea, aku akan mencari kamu, Sayang. Aku yakin, kita akan segera bertemu." Ucap Cakra dengan menatap pantulan dirinya di cermin.
Cakra pun keluar dari kamar, menuruni anak tangga dan pergi ke meja makan dimana kedua orang tuanya sudah menunggu.
Melihat kedatangan Cakra yang sudah rapi siap ke kantor tentu saja membuat mama Mila dan papa Wawan sedikit terkejut.
Cukup lama mereka tidak melihat Cakra rapi begini lagi, dan akhirnya hari ini putra mereka bisa memulai semuanya kembali.
"Selamat pagi." Sapa Cakra tanpa berniat duduk dan sarapan.
"Pagi, Nak. Ayo duduk, Mama sudah siapkan sarapan untuk kamu." Tutur Mama Mila lembut.
Cakra menggeleng. "Aku sedang buru-buru, Ma. Aku akan sarapan di kantor saja," balas Cakra menolak halus.
"Tidak, Cakra. Dokter sudah melarang kamu untuk telah makan, ayo duduklah!" tutur Papa Wawan tegas.
Cakra menghela nafas, ia akhirnya duduk dan sarapan, daripada membuat keributan di pagi hari.
Selesai sarapan, Cakra dan sang papa pergi ke kantor bersama. Papa Wawan tentu senang karena Cakra sudah mau kembali ke kantor.
"Cakra, apa kamu sudah jauh lebih baik?" tanya Papa Wawan tanpa menatap putranya.
"Maksud Papa?" tanya Cakra balik.
"Kamu kan sudah seminggu berdiam di kamar sejak kembali dari rumah sakit, kamu sudah lebih baik? Tekad kamu mencari Rheana semakin besar kan?" tanya Papa Wawan memperjelas.
Cakra mengangguk. "Iya, Pa. Aku akan mencari Rheana seorang diri." Jawab Cakra yakin.
Papa Wawan menepuk bahu putranya, ia senang mendengar suara semangat dari mulut Cakra, yang menandakan jika putranya tidak hanya akan berlarut-larut dalam kesedihan.
"Bagus, Nak. Memang seharusnya begitu, kamu harus berjuang menemukan istrimu." Ujar Papa Wawan dibalas senyuman tipis oleh Cakra.
__ADS_1
Cakra dan sang papa sampai di kantor, mereka berdua masuk bersama dan mendapatkan banyak sapaan sopan dan penuh rasa hormat dari karyawan mereka.
Beberapa karyawan tampak terkejut melihat Cakra datang ke kantor, sebab sudah sebulan ini mereka tidak melihat atasan mereka itu.
"Bawa segala pekerjaanku ke ruangan." Ucap Cakra ketika melewati meja asistennya.
"Baik, Tuan." Balas Bagas, asisten pribadi Cakra di kantor.
Sementara itu di benua lain, Rheana terbangun saat merasakan tenggorokannya kering. Ia melihat jam yang ada di meja nakas, ternyata baru jam 3 dini hari.
"Haus sekali." Gumam Rheana ingin menenggak air, namun ternyata gelasnya sudah kosong.
Rheana menghela nafas pelan, ia turun dari ranjang dan pergi keluar kamar. Rheana tidak perlu susah-susah turun ke lantai bawah, sebab di depan kamarnya ada dispenser air.
Rheana selesai minum, ia hendak masuk ke dalam kamar lagi, namun ia dikejutkan oleh sang opa yang berdiri di belakangnya.
"Astaga, Opa!!!" pekik Rheana seraya mengusap dadanya.
Opa tersenyum karena membuat cucunya kaget. Bagaimana mungkin Rheana tidak kaget, sementara suasana gelap dan dirinya malah berdiri dibelakang wanita itu.
"Kenapa kamu bangun, Nak?" tanya Opa Chandra dengan lembut.
"Opa sendiri sedang apa?" tanya Rheana balik.
"Baru saja selesai mengerjakan pekerjaan sedikit." Jawab Opa Chandra diakhiri helaan nafas.
Rheana tersenyum manis. "Jangan bekerja terlalu keras, Opa. Opa ini sudah waktunya bersantai dan banyak istirahat." Ucap Rheana memberitahu.
"Ck, bagaimana bisa aku istirahat, sementara papa mu disana tidak mengurus perusahaan dengan benar, karena sibuk mencari kamu." Balas Opa Chandra keceplosan.
"Papa cari aku?" tanya Rheana pelan. Ada rasa senang mendengar orang tuanya mencari keberadaanya, namun Rheana belum berniat untuk pulang.
"Iya, dia juga sempat menelponku dan menanyakan keberadaanmu." Jawab Opa langsung jujur.
"Lalu opa jawab apa?" tanya Rheana penasaran.
"Kau ada disini." Jawab Opa Chandra bergurau.
__ADS_1
"Opa …" rengek Rheana membuat opa tertawa.
"Mana mungkin aku jawab begitu. Sudah sana masuk dan kembali tidur, aku juga mau tidur." Setelah mengatakan itu, Opa pun pergi menuju kamarnya dan Oma yang tidak jauh dari kamar Rheana.
Rheana masuk ke dalam kamarnya lagi. Ia senang karena kedua orang tuanya mencari, namun akan lebih bahagia lagi jika dirinya mendengar Cakra juga mencarinya.
"Mungkin aku tidak boleh terlalu berharap." Gumam Rheana kemudian kembali merebahkan diri.
***
Kembali ke Indonesia, Cakra kini memimpin rapat dengan begitu tegas. Ia juga bukan hanya menyampaikan materi, bahkan dirinya memberikan sebuah tantangan kepada karyawannya.
"Akan saya berikan hadiah 200 juta jika kalian ada yang berhasil menemukan istri saya, kalian juga boleh sebar pengumuman ini ke seluruh cabang perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri."
"Tapi saya tidak mau berita ini sampai bocor ke publik, ini hanya khusus untuk orang yang memiliki hubungan dengan perusahaan saya." Tambah Cakra.
Para karyawan tentu saja tergiur dengan tawaran yang dikatakan oleh Cakra. Mereka semua sama-sama bertekad menemukan istri atasan mereka dan mendapatkan uangnya.
"Kalian tidak perlu melakukan apapun, cukup cari lokasinya, dan sisanya saya yang urus." Ucap Cakra kemudian segera menutup rapat dan pergi.
Sepeninggalan Cakra, para karyawan mulai bisik-bisik.
"Jadi ini alasan pak Cakra bolos satu bulan dari kantor, istrinya hilang." Ucap salah satu karyawan.
"Tapi istri yang mana yang harus kita cari, kita bahkan tidak tahu wajahnya karena pak Cakra tidak memberitahu." Balas temannya.
"Istrinya bernama Rheana, ini fotonya." Sahut teman lainnya.
Para karyawan lain melihat foto Rheana yang diambil melalui Instagram wanita itu.
"Istrinya cantik, pantas saja mau dicari." Celetuk salah satu karyawan membuat semuanya berdecak.
Sementara Cakra, pria itu pergi dari kantor untuk mulai mencari keberadaan istrinya. Cakra juga sudah mengatakan pada sang papa tentang ini.
"Rhea, aku akan menemukanmu." Gumam Cakra kemudian pergi dengan mengendari mobil sendiri.
TENANG, MEREKA PASTI KETEMU CUMA WAKTUNYA HANYA AUTHOR YG TAU🤣
__ADS_1
BTW, BUTUH VISUAL NGGAK?
Bersambung..................................