Dinikahi calon kakak ipar

Dinikahi calon kakak ipar
Rheana cantik, hanya milikku


__ADS_3

Mata Rheana berkaca-kaca melihat pemandangan dihadapannya. Sebuah ruangan yang di dekorasi dengan tema abu-abu putih itu terlihat begitu menawan dan mewah. Bunga-bunga yang ada di beberapa titik ruangan menambah kesan tersendiri.


Rheana menatap seluruh keluarganya yang sudah berdiri saling berseberangan dengan karpet merah di tengah yang menuju sebuah pelaminan cantik di ujung sana.


Para tamu undangan yang Rheana sendiri tidak tahu pun sudah menyiapkan ponsel mereka untuk mengabadikan momen dimana pengantin akan berjalan diatas karpet merah tersebut.


"Mas." Panggil Rheana seraya menatap suaminya.


Cakra tersenyum simpul, ia tidak menyahuti panggilan dari istrinya dan malah mengulurkan tangannya kepada sang istri tercinta.


Rheana tersenyum manis, ia menggandeng lengan sang suami seperti pasangan-pasangan ketika berjalan diatas karpet merah.


Kecantikan Rheana dalam balutan gaun mewah itu, sangat serasi dengan ketampanan Cakra yang memakai tuxedo senada.


Gaun tanpa lengan, membuat leher dan bahu Rheana terbuka, serta tatanan rambut cantik disertai mahkota kecil, membuat Rheana bak putri kerajaan.


"Inilah pasangan kita pada malam hari ini, Tuan dan Nyonya Cakra Dharmawan." Kata seorang pembawa acara.


Kaki Rheana dan Cakra masih terus melangkah, di iringi dengan musik dan kemerlip lampu cantik diatas mereka.


Saat melewati sebuah foto, Rheana tersenyum. Dalam foto tersebut, ada dirinya dan juga Cakra yang berpose mesra.


Tapi di sebelahnya, foto itu memperlihatkan dirinya sedang tertidur pulas, dan Cakra mencium pipinya. Rheana akan membuat perhitungan tentang itu nanti-nanti saja.


Suara riuh tepuk tangan membuat air mata Rheana tidak dapat di bendung, ia benar-benar merasa sangat terharu dengan apa yang ia terima saat ini.


Sebuah resepsi pernikahan yang telah lama ia impikan dalam hidupnya. Rheana yang dulu ingin menjadi ratu sehari dalam acara bahagianya, akhirnya terkabulkan.


Cakra dan Rheana berhenti ditengah-tengah ruangan, lalu mereka pun berubah menjadi saling berhadapan satu sama lain.


Seseorang datang membawakan cincin, Cakra mengambilnya lalu memakaikan ke jari manis istrinya. Dan tentu saja Rheana juga melakukan hal yang sama.


Cakra kembali menatap istrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang, tidak lupa senyuman penuh kebahagiaan ada di wajahnya.


"Sayang, maaf jika hanya ini yang bisa aku siapkan untukmu. Aku selalu berusaha membuat kamu bahagia, membuat kamu tertawa dan membuat kamu selalu merasa terlindungi. Terima kasih sudah hadir dalam hidupku, sebagai bidadari cantik yang sangat perhatian." Ucap Cakra seraya memegang kedua tangan Rheana.


"Terima kasih juga untuk putri kecil kita, dia adalah hal paling berharga yang kamu berikan padaku, dan entah bagaimana caraku membalas kebahagiaan itu." Tambah Cakra.


Rheana menangis dengan bibir yang menyunggingkan senyuman.


"Aku juga, Sayang. Maaf jika selama ini belum bisa menjadi istri yang baik, tapi aku selalu berusaha untuk membuat kamu bahagia, membuat kamu nyaman, dan membuat kamu selalu merasa dicintai." Balas Rheana dengan tulus.


"Terima kasih juga untuk putri kecil kita, aku berharap kita bisa memberikan teman bagi Ayla." Tambah wanita cantik itu dengan kekehan kecil di akhirnya.


Cakra ikut terkekeh, ia pun menangkup wajah cantik istrinya lalu mencium kening wanita itu dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.


Kecupan Cakra turun ke kedua pipi dan terakhir bibir Rheana. Istrinya itu tidak menolak, malah memejamkan mata dan membalas kecupan manis dari suaminya.


Suara riuh tepuk tangan kembali terdengar, membuat pasangan malam ini terpaksa melepaskan ciuman mereka.


Rheana kembali menggandeng tangan suaminya, lalu menghadap ke seluruh tamu yang hadir di sana.


Mereka berdua sama-sama melempar senyum bahagia, bahkan melambaikan tangannya kepada seluruh keluarga yang merekam momen mereka berdua.

__ADS_1


Kebahagiaan Rheana semakin bertambah saat melihat oma dan opanya turut hadir dalam acara kejutan resepsi malam ini.


"Ayo, Sayang." Ajak Cakra lembut.


Rheana hanya mengangguk, ia mengikuti langkah suaminya yang mengajaknya ke tempat mempelai. Panggung kecil dimana ada beberapa kursi khusus untuk mempelai dan orang tua.


Hiasan bunga-bunga di pelaminan itu membuat Rheana bisa merasakan kesegaran.


Seluruh keluarga pun satu persatu naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin malam ini.


"Selamat ya, cucuku. Akhirnya kamu bisa bahagia dengan suamimu," ucap Oma Siwi dengan penuh kasih sayang.


"Makasih banyak, Oma." Balas Rheana lalu memeluk sang nenek erat.


Opa Chandra menepuk bahu Cakra. "Jaga cucuku dengan benar, sayangi dia ya." Kata Opa Chandra memberi pesan.


Cakra mengangguk mantap, tentu ia akan membahagiakan istrinya, dan itu selamanya.


Setelah oma dan opa Rheana, kini giliran kedua orang tua Rheana yang naik ke atas pelaminan dengan membawa Ayla juga.


"Papa." Rheana langsung memeluk sang papa dan menangis.


"Hei, sudah. Kamu ini sudah cantik, masa menangis." Tegur Papa Rama lembut.


"Kamu sih, tadi marah. Dia jadi sedih," celetuk Mama Erina.


"Sudah, Sayang. Papa nggak marah, papa doakan kamu selalu bahagia dengan Cakra dan anak kalian ya." Tutur Papa Rama dengan tulus.


Cakra mencium punggung tangan kedua mertuanya.


"Kami senang mendengarnya," balas Mama Erina lembut.


Papa Rama dan Mama Erina pun turun dengan membawa Ayla juga pastinya, sekarang giliran kedua orang tua Cakra.


"Selamat ya, Sayang. Mama senang karena sekarang hubungan kalian sudah baik-baik saja, mama berharap selamanya seperti ini." Ucap Mama Mila seraya melepaskan pelukannya dari sang menantu.


"Jaga dengan benar istri dan anak-anakmu kelak, Cakra." Tegas Papa Wawan.


Cakra dan Rheana sama-sama mengangguk, mereka mencium punggung kedua tangan orang tua mereka bergantian.


Setelah para orang tua, kini giliran kedua pasangan yang naik untuk memberikan ucapan selamat serta doa terbaik mereka.


Velia memeluk Rheana, ia senang karena telah membayar segala rasa sakit adiknya. Velia tahu bahwa selama ini Rheana ingin pesta seperti ini, maka dari itu ia bersemangat juga untuk menyiapkannya.


"Maafin aku ya, Kak. Dan terima kasih untuk semuanya," ucap Rheana membuat Velia melepaskan pelukannya.


"Aku yang minta maaf, dan aku selalu berdoa semoga kamu bahagia selalu bersama Cakra dan anak kalian. Kalian pasangan yang sangat serasi," tutur Velia dengan tulus.


"Selamat ya, aku senang karena bisa ikut mensukseskan kejutan untuk Rheana. Kalian benar-benar pasangan yang sangat cocok," ucap Fikri seraya menjabat tangan iparnya.


"Terima kasih atas bantuannya ya," ucap Cakra singkat, namun banyak mengandung makna.


"Kakak!!" Pekik Ryan kegirangan.

__ADS_1


"Ryan, suamiku menatapmu dengan tajam." Tegur Rheana seketika membuat ketiga pasangan itu tertawa.


Ryan menatap kakak dan kakak iparnya dengan hangat.


"Selamat atas pernikahan kalian yang sungguh-sungguh ini, aku bahagia kalian bisa kembali bersama. Dan aku berdoa semoga kalian selalu bersama." Kata Ryan dengan wajah serius.


"Terima kasih, adikku sayang." Ucap Rheana seraya mencubit pipi adiknya.


"Ryan, terima kasih atas bantuannya ya." Ujar Cakra seraya menepuk-nepuk bahu adik iparnya.


"Dia minta balasan, katanya kita harus menyiapkan pesta yang lebih mewah dari ini untuk pernikahannya." Celetuk Fikri membuat semuanya tertawa, kecuali Abel yang malu-malu.


"Abel." Panggil Rheana membuka tangannya.


Abel segera memeluk calon kakak iparnya itu dengan erat.


"Kakak sangat cantik, selamat ya atas pernikahannya. Aku senang bisa membantu dalam membahagiakan kakak, meski hanya bantu sedikit." Ucap Abel dengan lembut.


"No, kamu bantu banyak. Jika bukan karena kamu, mereka semua tidak tahu apa yang aku inginkan." Sahut Rheana tidak kalah lembut.


"Itu benar, Abel. Terima kasih atas bantuannya ya, kami semua akan menyiapkan pesta yang lebih besar untuk pernikahan kalian." tambah Cakra tersenyum tipis.


Abel menganggukkan kepalanya, ia kembali menggandeng tangan Ryan saat kekasihnya itu mengajaknya turun dari pelaminan.


Kini giliran tamu yang hadir yang mengucapkan selamat. Para tamu itu berasal dari rekan kerja kedua keluarga dan ada juga beberapa teman kuliah Rheana yang bahkan Rheana kurang mengingatnya.


"Sayang." Panggil Cakra, membuat Rheana menoleh.


"Kamu cantik." Puji Cakra dengan jujur.


Rheana menekuk wajahnya, namun beberapa saat kemudian ia tersenyum.


"Terima kasih, Sayangku." Balas Rheana dengan begitu manis.


Cakra rasanya mau pingsan mendengar kalimat itu dari bibir istrinya.


"Kamu bahagia?" tanya Cakra seraya mengusap wajah Rheana.


"Sangat-sangat bahagia." Jawab Rheana dengan sangat jujur.


"Kalo begitu nanti malam aku buka puasa, kan nifas kamu sudah selesai." Celetuk Cakra dengan alis yang naik turun.


Rheana mengangguk. "Aku akan berikan sampai kamu puas." Bisik Rheana lalu meniup telinga suaminya.


"Kamu Rheana. Rheana cantik, hanya milikku." Ungkap Cakra seketika membuat Rheana tertawa lepas.


Resepsi itupun dilanjutkan dengan sesi foto dengan seluruh keluarga. Rheana dan Cakra tidak lupa menggendong buah hati mereka untuk ikut berada di dalamnya.


"Ayla, senyum." Kata Ryan membuat semua orang tertawa.


Dan momen itu langsung diabadikan oleh fotografer. Seluruh keluarga Chandrama maupun Dharmawan terlihat sama-sama bahagia.


HUAAAA ... BAHAGIA BANGET. ABIS INI PANAS-PANAS AWAS😫😫

__ADS_1


Bersambung.............................


__ADS_2