Dinikahi calon kakak ipar

Dinikahi calon kakak ipar
Mau susu kamu


__ADS_3

Semua orang sudah pulang ke rumah masing-masing setelah berkumpul di rumah Rheana tadi.


Kini rumah Rheana dan Cakra hanya ada mereka dan juga Ayla yang sudah tertidur disebelah mamanya yang sedang asik menciumi putrinya.


Sementara Cakra, pria itu sedang bekerja. Cakra duduk di sofa dengan tatapan fokus kepada laptop di depannya.


"Mas." Panggil Rheana lembut.


"Apa, Sayang?" sahut Cakra tidak kalah lembut, meski tidak menatap istrinya.


"Aku buatin kopi atau teh?" tawar Rheana seraya beranjak dari tempatnya.


Cakra menoleh, menatap istrinya yang sudah turun dari ranjang lalu mendekatinya.


"Mau apa jadinya?" tanya Rheana mengulang.


Cakra menatap istrinya dengan jahil, tiba-tiba saja sebuah ide terlintas di kepalanya untuk menggoda Rheana.


"Mau susu kamu, Sayang." Jawab Cakra dengan manja.


Rheana menghela nafas, ia mengangguk setelah mendengar permintaan suaminya barusan.


Sementara Cakra, ia bersorak kegirangan meskipun aneh karena istrinya mau dengan mudah mengangguk saat dirinya meminta susu.


Cakra sangat bersemangat, ia menarik tangan istrinya sampai wanita itu jatuh diatas pangkuan Cakra.


"Dapat jatah kayanya." Batin Cakra terkikik dalam hati.


"Ngapain, Mas?" Tanya Rheana saat Cakra sudah membuka satu persatu kancing daster Rheana.


"Mau minum susu." Jawab Cakra dengan wajah yang dibuat sepolos mungkin.


Rheana manggut-manggut, namun ia menahan tangan suaminya yang hendak membuka sisa kancing dasternya.


"Aku ke dapur dulu." Ucap Rheana lalu bangkit dari pangkuan suaminya.


Cakra menatap istrinya dengan melongo, ia tidak tahu apa tujuan Rheana pergi ke dapur, namun ia akan sabar menunggu istrinya itu.

__ADS_1


Sambil menunggu, Cakra memilih untuk mendekati putrinya. Putri pertama Cakra dan Rheana yang cantik.


"Anak cantik bobok yang pulas ya, mama sama papa mau buat dedek." Bisik Cakra seraya mencium wajah putrinya yang wangi.


Cakra duduk dipinggir ranjang, ia tidak sabar menantikan istrinya itu agar bisa segera mengambil jatah susunya.


"Mama lama banget, Dek. Papa kan nggak sabar." Celetuk Cakra seraya mengusap wajahnya kasar.


Pintu kamar terbuka, hal itu membuat Cakra bangkit dan mendekati istrinya. Kening Cakra tampak mengerut melihat Rheana membawa segelas susu di tangannya.


"Sayang?" tanya Cakra menunjuk susu ditangan istrinya.


"Susu, katanya kamu mau susu aku. Ini susu aku," jawab Rheana memberikan segelas susu itu kepada suaminya.


Cakra tercengang, ia menerima susu yang istrinya berikan dengan perasaan campur aduk. Miris, dan malu kepada putrinya. Ia sudah percaya diri sekali akan diberi jatah, nyatanya tidak.


"Lagian kamu ngapain mau minum susu aku, itu kan susu hamil." Celetuk Rheana seraya merebahkan diri di sebelah Ayla.


Cakra menghela nafas lemas, ia ingin menangis saja rasanya sekarang. Tubuhnya sudah panas dingin, tapi istrinya malah salah paham.


Cakra meletakkan susu itu di nakas.


"Apa, Mas." Sahut Rheana sambil menahan tawa.


"Kenapa kamu kasih aku susu itu." Rengek Cakra lagi.


"Lho, kan tadi kamu yang minta susu aku. Itu susu aku, Mas." Jelas Rheana lalu menyembunyikan wajahnya di bantal karena tidak kuat untuk tertawa.


"Tapi maksud aku susu ini." Tangan Cakra langsung mendarat di dada Rheana.


"Mas, ahhh." Pekik Rheana lalu memukul punggung tangan suaminya.


Cakra tersenyum manis, ia lantas bangkit lalu mengungkung tubuh istrinya yang ternyata sedang tertawa tanpa suara.


"Heh, ketawa suaranya hilang." Tegur Cakra mengusap kening istrinya, seperti sedang mendoakan orang kesurupan.


"Kamu ih, emang aku kerasukan setan." Ketus Rheana kesal.

__ADS_1


Cakra terkekeh, ia mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri, lalu menyatukan kedua belah bibir mereka.


Namun sesaat kemudian Cakra melepaskan ciuman mereka.


"Tapi Sayang, darimana kamu dapat susu hamil. Memang kita bawa susunya saat pindahan?" tanya Cakra bingung.


"Aku bawa kok, orang stoknya masih banyak." Jawab Rheana.


Cakra manggut-manggut, ia pun melanjutkan untuk mencium bibir istrinya yang pink alami dan terasa sangat manis baginya.


Malam ini Cakra benar-benar mendapatkan jatahnya, meski sebelumnya ia harus merengek seperti anak kecil karena Rheana menggodanya dengan segelas susu itu.


"Kamu jahat banget sama suami, masa minta susu kamu dikasihnya susu hamil." Ucap Cakra seraya mengusap punggung tangan sang istri yang polos.


"Aku nggak salah ya, Mas. Kamu yang salah, harusnya kamu minta susu Ayla." Timpal Rheana dengan mata terpejam.


Cakra mengangguk paham. "Oke, lain kali aku mintanya gitu." Ucap Cakra seraya mengeratkan pelukannya.


"Enak aja, ini cuma punya Ayla." Balas Rheana sewot.


Cakra gemas, ia mencium kening Rheana dengan kecupan bertubi-tubi. Ia juga mencetak tanda lahi di bahu istrinya, yang mana membuat Rheana langsung marah.


"Udah ah, aku marah. Kamu kebiasaan, pasti cetak tanda terus." Ucap Rheana kesal.


Rheana melepaskan pelukannya, membuat Cakra langsung panik.


"Sayang, maaf maaf. Nggak bisa aku kalo nggak bikin tanda, aku kan cuma mau memberitahu orang jika kamu sudah ada yang punya." Jelas Cakra seraya mendekap tubuh Rheana dari belakang.


"Siapa sih yang mau ngambil aku, nggak ada." Timpal Rheana.


"Ada, Ayla. Dia aja udah ambil kamu dari aku," kata Cakra diakhiri tawa yang lepas.


Rheana mengambil bantal, ia langsung memukuli suaminya yang sudah asal bicara. Sementara Cakra, ia yang dipukuli malah tertawa.


"Kamu emang nggak pernah berubah, selalu menyebalkan!" ketus Rheana.


PAPA CA NGELEDEK MULU, SAMA SIH KAYA MAMA RHEA. EMANG COCOK KALIAN 😫

__ADS_1


Bersambung....................................


__ADS_2