
Rheana dan Cakra datang ke rumah keluarga Chandrama untuk menghadiri acara pemakaman Velia.
Rheana dan Cakra sama-sama mengenakan pakaian putih, dan tidak lupa Rheana memakai pashmina yang ia gunakan untuk menutupi rambut serta lehernya.
Rheana melakukan itu tentu saja untuk menyembunyikan bekas yang Cakra ciptakan semalam.
Rheana menatap Cakra yang kini sudah masuk ke liang lahat untuk membantu jenazah Velia masuk ke dalam liang lahat.
Rheana bisa melihat mata Cakra berkaca-kaca saat memegang jenazah Velia, dan hal itu membuatnya sadar bahwa cinta Cakra untuk kakaknya sangatlah besar.
"Aku mungkin mencintainya, tapi entah kapan dia akan membalas perasaan ini." Batin Rheana dengan air mata yang siap jatuh.
Ryan tiba-tiba mendekati Rheana, remaja itu memegang bahu kakaknya sampai si pemilik menoleh.
"Gue tau lo sedih, dan gue juga percaya kalo lo bukan pelaku pembunuhan kak Velia." Ucap Ryan pelan, tanpa menatap kakaknya.
Rheana menoleh, ia menyeka air matanya seraya melirik sekitar.
Ia khawatir Cakra ataupun keluarganya akan melihat dan membuatnya harus berjauhan dengan adiknya sendiri.
"Disaat semua orang nggak percaya sama gue, kenapa lo percaya?" tanya Rheana.
Ryan menoleh. Ia hendak menjawab pertanyaan Rheana, namun tatapannya terfokus pada titik lain.
"Pipi lo kok merah?" Tanya Ryan menunjuk pipi Rheana.
__ADS_1
Rheana reflek memegangi pipinya yang masih sedikit perih, ia menarik pashmina yang ia gunakan untuk menutupinya dengan cepat.
"Nggak apa-apa, mungkin gue salah pakai blush on." Jawab Rheana berbohong.
Ryan menggeleng tegas, ia bukan anak kecil yang bisa dibohongi oleh Rheana.
"Lo disiksa sama kak Cakra?" tebak Ryan dengan tatapan menyidik.
"Nggak, ini bukan karena Cakra mukul gue." Jawab Rheana masih mengelak.
Ryan menggenggam tangan kakaknya, namun ia baru saja ingin bicara tapi sudah dicegah oleh Mama Erina.
"Ryan, ayo berdoa dulu." Ucap Mama Erina.
Rheana menatap sang Mama dengan tatapan sendu, ia ingin sekali memeluk Mama Erina dan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah membunuh Velia.
Mama Erina terlihat menelan saliva nya dengan sulit, tanpa menjawab panggilan Rheana dan langsung pergi begitu saja, tidak lupa ia menarik tangan Ryan juga.
Rheana memalingkan wajahnya untuk menutupi air matanya, ia merasa sangat diasingkan oleh keluarganya dan itu benar-benar membuatnya hancur.
Rheana bertekad akan membongkar segala kebohongan Velia, entah kakaknya masih hidup ataupun tidak, tapi ia harus memberikan bukti bahwa dirinya tidak pernah melukai Velia.
Rheana berdiri lebih jauh dari pemakaman Velia, tujuannya agar ia tidak mengganggu Cakra atau merusak suasana hati pria itu.
Namun niat Rheana itu disalah artikan oleh Cakra, pria itu berpendapat bahwa Rheana enggan mendoakan kakaknya dan sangat membencinya.
__ADS_1
Cakra mengepalkan tangannya, ia mendekati Rheana lalu mencekal lengan wanita itu tanpa dilihat siapapun.
"Kak, sakit." Cicit Rheana pelan.
Cakra tidak mendengarkannya, ia menatap Rheana tajam lalu menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar.
"Sebegitu bencikah kau, sampai tidak mau mendoakan kakakmu?" tanya Cakra sinis.
Rheana menggeleng. "Bukan itu, aku–" Ucapan Rheana terhenti.
"Diam, kau memang wanita jahat. Orang yang sudah kau lenyapkan itu adalah kakakmu, dan kau tidak sudi untuk sekedar mendoakannya?" tanya Cakra asal tuduh.
Rheana tidak diberikan kesempatan sama sekali untuk bicara. Ia selalu disalahkan oleh Cakra dan dituduh.
"Aku benar-benar menyesal karena pernah menganggapmu sebagai gadis baik, seharusnya aku mendengarkan Velia tentang sifat burukmu." Ucap Cakra penuh penekanan.
Rheana bungkam, ia tidak tahu harus bicara apa, karena sejujurnya ia sudah lelah membela diri, ia takut nantinya hanya akan menerima tamparan seperti kemarin dan hari ini.
Rheana pasrah, namun bukan menyerah. Ia akan tetap mencari kebenaran tentang semua keadaan ini.
"Kau akan menyesali segala perlakuanmu saat kebenaran nya terbongkar," ucap Rheana.
"Hari ini aku menangis, tapi suatu saat nanti kau yang akan menangis Kak." Tambah Rheana dengan suara gemetar karena menahan tangis.
KOMENTAR NYA DIGANGGU 🖤
__ADS_1
Bersambung..................