Dinikahi calon kakak ipar

Dinikahi calon kakak ipar
Ada apa dengan Cakra?


__ADS_3

 Rheana sampai di kampusnya dan langsung pergi ke ruangan yang ditunjukkan oleh panitia disana. Rheana melanjutkan pendidikannya dengan mengambil prodi manajemen bisnis.


Bukan tanpa alasan Rheana mengambil jurusan itu, tetapi karena ia ingin menjadi seorang wanita karir yang sukses.


“Rheana Dwika Chandrama.”


“Saya, Prof.” Rheana mengangkat tangan saat namanya disebut oleh dosen yang berdiri di depan kelas.


Hari pertamanya di kampus hanya digunakan untuk perkenalan para dosen, dan Rheana cukup bersyukur sebab ia bisa pulang lebih awal dan beristirahat.


Rheana hanya bisa berdoa, semoga ia mampu melewati 2 tahun untuk mendapatkan gelar S2-nya.


“Hai.” Sapa seorang pria yang tadi satu kelas dengan Rheana.


Rheana menoleh, ia tersenyum canggung guna membalas sapaan dari orang yang tidak ia kenali.


“Kau Rheana bukan? perkenalkan, aku Fikri. Kita satu kelas tadi,” ucap pria itu bernama Fikri.


“Oh iya, benar. Aku Rheana,” sahut Rheana dengan ramah.


Fikri tersenyum manis mendengar respon baik dari gadis cantik yang sudah membuatnya tertarik sejak awal melihat.


“Kau langsung ingin pulang? atau kau bekerja?” tanya Fikri basa-basi.


Rheana menggeleng. “Aku tidak bekerja, tapi aku memang ingin pulang karena suamiku sebentar lagi juga akan kembali dari kantornya.” Jawab Rheana jujur.


Mendengar kata suami dari mulut Rheana tentu saja membuat harapan Fikri hancur, namun ia masih bisa berteman dengan Rheana kan.


“Jadi kau sudah menikah?” tanya Fikri dan Rheana menjawabnya dengan angukkan kepala.

__ADS_1


“Boleh tidak jika kita berteman, aku tidak akan macam-macam. Aku hanya ingin berteman denganmu,” ucap Fikri dengan sopan.


“Tentu saja.” Rheana mengulurkan tangannya.


Fikri membalas jabatan tangan Rheana sebagai awal dari pertemanan mereka mulai hari ini, dan semoga mereka bisa menjadi teman yang akrab.


Setelah berkenalan, baik Rheana maupun Fikri segera pulang ke rumah masing-masing. Rheana pulang dengan naik taksi menuju apartemennya.


Waktu yang sudah menunjukkan pukul 1 siang membuat Rheana bisa istirahat sebelum membuat makan malam nanti untuk suaminya.


Sesampainya di apartemen, Rheana langsung mengganti pakaiannya dan merebahkan diri di ranjang.


Rheana menarik nafas, lalu membuangnya perlahan. Entah kapan terakhir kali ia bisa tidur dengan nyenyak. Semenjak Cakra memberinya ekstra tugas, ia jadi jarang sekali tidur.


“Andai gue dianggap sama kak Cakra, pasti gue bisa tidur dengan nyaman setiap hari.” Gumam Rheana dengan pandangan menatap langit-langit kamarnya.


Andai kata pernikahannya dan Cakra tidak bisa dipertahankan, tapi setidaknya namanya harus bersih dimata pria itu.


***


Rheana bangun saat terdengar alarm dari ponselnya. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore dan dirinya harus segera membersihkan kamar dan menyiapkan pakaian suaminya.


Rheana pergi ke kamar Cakra, kamar itu terlihat masih sangat rapi sehingga Rheana hanya menyemprotkan pengharum ruangan agar tercium aroma yang segar.


Setelah itu Rheana menyiapkan pakaian santai Cakra dan meletakkannya di pinggir ranjang, agar Cakra tidak sulit mencarinya.


“Kepalaku sedikit pusing.” Gumam Rheana seraya memijat pelipisnya.


Rheana keluar dari kamar Cakra dan pergi ke dapur untuk minum, entah mengapa sejak mencium aroma pengharum ruangan tadi ia mendadak pusing.

__ADS_1


“Harus masak lagi. Ayo badan, jangan sakit ya,” ucap Rheana pada dirinya sendiri.


Rheana menarik nafas lalu membuangnya perlahan, ia menggelengkan kepalanya berkali-kali, berharap rasa pusingnya bisa hilang.


“Masak apa ya,” bisik Rheana seraya memandangi bahan masakan di dalam kulkas,


Pilihan Rheana akhirnya jatuh kepada ayam. Ia akan memasak ayam bumbu mentega sebagai hidangan makan malam.


Saat sedang mencuci ayam, Rheana mendengar suara pintu apartemen terbuka yang menandakan jika ada seseorang masuk.


Rheana lantas melihatnya, dan ternyata Cakra sudah pulang.


“Kak, kau sudah pulang?” tanya Rheana dengan lembut.


Cakra membalik badan, menghadap istrinya yang memasang wajah penuh senyuman.


“Berikan tasnya, aku akan menaruhnya di kamar. Kau juga mandilah, Kak.” Tutur Rheana seraya mengambil tas di tangan Cakra.


Cakra hanya diam, membuat Rheana bingung.


“Kak, kau kena–” ucapan Rheana terhenti karena Cakra yang tiba-tiba memeluknya.


“Rhea, aku minta maaf.” Bisik Cakra dengan posisi memeluk istrinya erat.


Rheana syok, bahkan saking terkejutnya, ia sampai menjatuhkan tas milik suaminya ke lantai.


ADA APA DENGAN CAKRA GUYS???


Bersambung.........................

__ADS_1


__ADS_2