
Rheana menatap makanan yang tertata di meja makan dengan wajah berbinar. Ia sudah selesai membuat makan malam, dan kini hanya tinggal memanggil Cakra untuk makan.
Rheana berlari kecil menuju kamar suaminya, tidak lupa ia memasang wajah semanis mungkin sebelum mengetuk pintu kamar pria itu.
"Kak Cakra, boleh aku masuk?" tanya Rheana dari luar kamar setelah mengetuk pintu beberapa kali.
Pintu kamar terbuka, memperhatikan Cakra yang berpenampilan santai. Kaos putih polos dan celana pendek hitam.
"Mau apa kau kesini?" tanya Cakra tidak bersahabat.
Rheana tersenyum. "Aku sudah memasak makan malam, ayo kita makan." Ajak Rheana.
Cakra menatap Rheana dari ujung rambut hingga ujung kakinya.
"Aku tidak berminat." Balas Cakra seraya melangkah masuk ke dalam kamarnya.
Rheana dengan cepat memegang tangan suaminya. "Aku mohon, Kak. Sedikit saja," pinta Rheana memelas.
Cakra menepis tangan Rheana yang merangkul tangannya.
"Aku bilang, aku tidak mau dan kau tidak bisa memaksa!" tolak Cakra lagi.
"Jika kau tidak menyukai masakanku, kau boleh membuangnya. Tapi tolong cicipi dulu, sedikit saja." Pinta Rheana lagi.
Cakra mengepalkan tangannya, ia mengubah posisi menjadi menghadap istrinya itu.
"Aku akan mencicipinya, tapi jika aku tidak menyukainya, maka akan ku buang makanan itu ke wajahmu." Tantang Cakra.
Pria itu yakin bahwa Rheana tidak bisa memasak, mengingat bahwa gadis itu terlahir dari keluarga kaya, dan sudah pasti sangat manja.
Rheana menahan nafas beberapa saat ketika mendengar ucapan Cakra.
__ADS_1
"Baik, kau boleh membuang makanan itu ke wajahku jika tidak enak, tapi jika masakanku enak dan kau suka, maka kau tidak boleh menolak saat aku memintamu makan." Sahut Rheana.
Cakra mengangkat kedua alisnya. Ternyata ia tidak boleh meremehkan seorang Rheana yang begitu berani, bahkan sampai menerima tantangan darinya.
"Baiklah." Balas Cakra singkat.
Rheana tersenyum lebar, ia yakin bahwa Cakra akan menyukai masakan buatannya karena banyak yang memuji bahwa dirinya pintar masak, meski hanya beberapa menu saja.
Rheana mengekori Cakra yang sudah berjalan duluan ke arah meja makan. Saat sampai di meja makan, Rheana mengambilkan nasi serta lauknya untuk Cakra.
"Hari ini aku memasak ayam bumbu Bali, ini adalah makanan kesukaan ku, dan kau pernah bilang ini makanan kesukaanmu juga 'kan?" tanya Rheana seraya mengambilkan lauk.
Cakra tidak menjawab, ia memperhatikan Rheana dan masakannya bergantian.
Dari penampilan, masakan Rheana sangat menyakinkan, dan ia tidak tau bagaimana realitanya.
"Makanlah, dan kau harus jujur." Tutur Rheana dengan cepat.
Jantung Rheana berdetak kencang saat melihat ekspresi wajah Cakra yang hanya diam saja, ia takut ayam yang dilumuri cabai itu berpindah ke wajahnya.
Sementara Cakra, pria itu terdiam dengan perasaan tidak menyangka dan terkejut.
Makanan yang Rheana buat rasanya begitu enak, bahkan ini ayam bumbu Bali paling enak yang pernah ia cicipi.
"Bagaimana, Kak?" tanya Rheana pelan.
Cakra berdehem, ia tidak menjawab dan malah melanjutkan makan masakan Rheana.
Cakra menjawab pertanyaan Rheana dengan sebuah tindakan, dan hal itu tentu saja membuat Cakra senang.
"Kau menyukainya 'kan? Mulai besok kau harus menjadi pelanggan pertamaku." Ucap Rheana dengan ceria.
__ADS_1
Cakra berdecih. Ia tidak menyahuti ucapan istrinya dan memilih untuk makan saja.
Rheana yang melihat Cakra begitu lahap makan tentu saja membuatnya senang, selama ini banyak yang memuji masakannya, tapi pujian dari Cakra lah yang ia nantikan.
"Besok kamu mau sarapan apa, Kak?" tanya Rheana lembut.
"Terserah." Jawab Cakra singkat.
Rheana menekuk wajahnya, sejak kapan pria menjadi wanita yang selalu mengatakan 'terserah'.
Kosa kata itu hanya dimiliki sepenuhnya oleh wanita, dan para pria tidak diperbolehkan untuk menggunakannya.
"Ck, jangan terserah. Setidaknya kau bisa menyebut menu masakan yang sedang kau mau kan?" tanya Rheana.
"Aku bilang terserah, dan itulah tugasmu. Kau harus memasak makanan yang membuat seleraku naik." Jawab Cakra.
Rheana melipat tangan di dada, ia harus memikirkan masakan apa yang akan ia buat untuk sarapan besok.
"Besok datang ke kampus pukul 8 pagi, jangan lupakan tugasmu untuk menyetrika pakaianku di jam 4 subuh, serta membuat sarapan sebelum jam 7." Ucap Cakra seraya mengelap mulutnya dengan tisu.
"Kak, kenapa kau dadakan sekali memberitahuku!!" pekik Rheana terkejut.
"Hak ku memberitahumu kapan saja." Balas Cakra kemudian beranjak dari meja makan.
Rheana berdecak kesal. Kenapa juga Cakra memberitahunya secara mendadak tentang jadwal masuk kuliahnya.
Besok? Sedangkan ia belum mempersiapkan apapun saat ini.
"Jam 4 subuh aku harus menyetrika pakaian, jadi aku harus bangun jam berapa?" gumam Rheana.
NGGAK USAH TIDUR, RHE😌
__ADS_1
Bersambung.........................