
Rheana terusik dalam tidurnya ketika mendengar suara batuk yang berulang kali. Wanita itu membuka matanya, dan melihat bahwa Cakra lah yang sedang batuk-batuk dengan posisi membelakanginya.
Rheana terbangun, ia melihat suaminya lalu memegang bahu Cakra yang bergerak karena batuk tidak berkesudahan.
"Mas." Panggil Rheana serak, khas bangun tidur.
Cakra membalik badan, ia menatap wajah istrinya di tengah ruangan yang temaram. Cakra tersenyum, namun sesaat kemudian ia bangkit dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.
"Mas!" panggil Rheana segera menyusul suaminya.
Rheana masuk ke dalam kamar mandi, ia melihat Cakra sedang batuk-batuk sambil mencuci mulutnya dengan air.
"Sayang." Panggil Rheana dengan lembut.
Rheana mendekati suaminya, ia mengusap-usap bahu Cakra lalu terkadang menepuknya pelan.
"Kamu makan apa sampai batuk-batuk gini, hmm?" tanya Rheana dengan lembut.
Cakra mengeringkan bibirnya dengan tisu, lalu ia buang ke tempat sampah tisu yang sudah ia gunakan.
Cakra menatap sang istri, ia mendorong Rheana menjauh darinya. Cakra tidak mau Rheana tertular batuk, apalagi Rheana adalah ibu menyusui.
"Sayang, jangan dekat-dekat aku. Aku lagi batuk, nanti kamu tertular." Kata Cakra dengan menjaga jarak.
Rheana menghela nafas, ia mendekati suaminya, bahkan memeluknya erat.
"Nggak tertular kok, aku nggak mau jauh-jauh dari kamu." Balas Rheana seraya mengeratkan pelukannya.
Cakra membalas pelukan istrinya, ia mengusap punggung sang istri lalu mencium bahunya dengan hangat.
"Aku buatin kamu teh dulu, yuk keluar." Ajak Rheana lembut.
Cakra menurut, ia pun keluar bersama sang istri dan duduk di sofa.
Awalnya Cakra ingin mengantar, namun Rheana menolak dan memintanya untuk tetap disana.
Jika ditanya kenapa ia bisa batuk-batuk begini, maka jawabannya pasti karena ia kemarin merokok. Tentu saja, hal itu sudah lama tidak Cakra lakukan.
Hanya dalam beberapa menit, Rheana kembali dengan segelas teh jahat hangat untuk meredakan sakit tenggorokan nya.
Rheana meletakkan tehnya di meja, sementara dirinya duduk di sebelah sang suami dan bantu melihat bahu dan kepalanya.
__ADS_1
"Sekarang coba jawab, kamu tadi makan apa sampai batuk-batuk gini?" tanya Rheana seraya terus memijat kepala suaminya.
Cakra menggigit bibirnya, ia benar-benar ragu untuk menjawab pertanyaan dari istrinya. Cakra takut, ia takut sekali jika istrinya akan marah karena dirinya merokok.
"A-aku, aku kemarin merokok, Sayang." Jawab Cakra pelan.
"Sayang, beneran deh aku nggak sengaja. Aku tuh eumm … Nggak sadar kalo habis merokok." Tambah Cakra ketakutan.
Rheana menyipitkan matanya, ia manggut-manggut mendengar penjelasan dari suaminya barusan.
"Merokok ya?" kata Rheana dengan penuh penekanan.
"Mana ada orang merokok nggak sadar, hah?!" lanjut Rheana dengan mata melotot.
"Sayang, aku lagi sakit malah kamu marahin." Rengek Cakra seraya menekuk wajahnya.
Rheana bangkit dari duduknya, ia melipat tangan di dadanya dan berdiri dengan posisi membelakangi suaminya.
"Kamu udah janji sama aku, Mas. Merokok itu bahaya buat kesehatan, tapi kamu ingkar." Ujar Rheana dengan kecewa, bukan kecewa besar hanya saja Rheana ingin membuat suaminya tahu letak kesalahannya sendiri.
"Iya, Sayang. Maafin aku, kemarin kan aku nongkrong sama teman-teman satu profesi, terus nggak sengaja merokok." Balas Cakra sambil diiringi batuk.
"Tuh kan! Jangan dekat-dekat aku, apalagi Ayla!" Larang Rheana dengan tegas.
"Sayang, tadi kata kamu–" ucapan Cakra terhenti karena Rheana membalik badannya.
"Itu kan tadi, sekarang aku nggak mau dekat-dekat kamu. Oh iya, awas ya kamu cium bibir aku dengan bibir kamu yang bekas merokok itu." Potong Rheana dengan cepat.
"Dulu janji nggak merokok lagi asal rokoknya diganti bibir aku, tapi apaan. Kamu buktinya tetap merokok!" tambah Rheana.
"Iya, Sayang. Aduhh, aku harus gimana biar kamu nggak marah." Kata Cakra dengan melas.
"Ya harus sembuh!" jawab Rheana singkat.
Rheana menunjuk teh buatannya. "Kalo nggak habis, aku jejelin 5 batang rokok langsung ke mulut kamu." Tekan Rheana dengan penuh ancaman.
Cakra menelan gumpalan salivanya dengan sulit, ia buru-buru meminum teh jahe buatan istrinya daripada ia harus menghisap 5 batang rokok sekaligus.
Sebenarnya Rheana tidak salah, dulu Cakra sendiri yang berjanji akan berhenti merokok. Menurut penilaian Cakra, Rheana tidak suka pria yang merokok, dan karena itulah ia mau berhenti.
Tapi semalam, ia benar-benar merasa asam, sampai-sampai ia menghisap sebatang rokok dan membuatnya batuk saat ini.
__ADS_1
Dulu Cakra itu suka sekali merokok, apalagi saat dirinya berada di luar negeri, maka tidak bisa terhitung berapa batang rokok yang ia hisap dalam satu hari.
Saat kembali ke Indonesia, saat itulah Cakra mulai berhenti merokok, dan saat bersama Rheana ia benar-benar full berhenti untuk menyesap benda yang berbahaya itu.
"Sayang." Cakra memanggil istrinya yang sibuk dengan ponsel.
Rheana berdehem, ia tidak mengalihkan pandangannya sama sekali dari ponselnya.
"Aku tidur dimana?" tanya Cakra menunjuk dirinya sendiri.
Rheana menatap Cakra, ia menghela nafas pelan lalu beralih menatap Ayla di sebelahnya.
Rheana bangkit, ia menggendong Ayla lalu mengajaknya untuk tidur di box baby nya agar Cakra bisa tidur di sebelahnya.
Kasihan juga Cakra jika harus tidur di kamar lagi.
"Kamu awas ya kalo besok-besok merokok lagi!" Ancam Rheana dengan sorot mata tajam.
Cakra mengangguk cepat. "Tapi gantinya aku hisap susu Ayla ya." Balas Cakra dengan semangat.
Rheana mengambil bantal guling, lalu melemparnya hingga mengenai wajah tampan sang suami.
"Merokok aja sepuas kamu sana!" ujar Rheana kesal.
"Sungguh boleh?" tanya Cakra menggoda sang istri.
Rheana menatap Cakra, ia tahu bahwa suaminya itu sedang mengerjai dirinya dengan pertanyaan seperti itu.
Rheana lantas membuka satu persatu kancing dasternya, lalu mengeluarkan satu dadanya yang biasa dijadikan Ayla untuk menyusu.
"Yakin mau hisap rokok aja?" tanya Rheana dengan penuh godaan.
"Sial!" umpat Cakra pelan lalu mendekati istrinya.
Rheana buru-buru membenahi pakaiannya, ia juga menyelimuti dirinya sampai leher agar Cakra tidak bisa menyentuhnya.
"Sana ah, kamu lagi batuk. Aku nggak mau dicium, sebelum kamu sembuh!" ucap Rheana sambil merengek manja.
Cakra tetap menciumi istrinya, tidak ada satu inchi pun wajah Rheana yang terlewat dari cap bibirnya.
HAYO LOHHH PAPA CA☺️🙈
__ADS_1
Bersambung...........................