
Rheana baru selesai mencuci seafood yang akan ia masak, namun tiba-tiba ia dikejutkan oleh tingkah Cakra yang memeluknya dari belakang.
Rheana tersentak, meskipun ini bukan pertama kalinya Cakra berulah, namun tetap ia gugup.
"Kak, aku ingin memasak agar kita bisa segera makan." Ucap Rheana pelan.
"Masih lama untuk masuk waktu malam malam, dan kita kan baru saja makan di rumah Mama." Balas Cakra berbisik.
Nafas Cakra yang menerpa wajah istrinya membuat Rheana memejamkan mata, bahkan bibir pria itu semakin gencar untuk memberikan kecupan ringan di sekitar leher.
"Kak." Cicit Rheana dengan suara yang kian pelan.
"Kamu wangi sekali, Rhe." Ucap Cakra jujur, hidungnya terus mengendus aroma tubuh istrinya.
Rheana kegelian, ia bahkan sampai menggeliatkan tubuhnya karena perlakuan Cakra yang semakin gencar.
Tangan Cakra yang melingkar di perut Rheana kini mulai bergerak memutari perutnya yang ramping.
Seluruh tubuh Rheana tampak merinding, ia tidak kuasa menahan godaan yang sang suami berikan, sehingga dengan cepat Rheana membalik badannya.
"Kak, aku mau masak." Ujar Rheana dengan kepala tertunduk.
Cakra tersenyum simpul, ia memegang dagu istrinya lalu mengangkatnya.
"Iya, Sayang. Aku juga akan bekerja, beritahu aku jika sudah matang 'ya." Pinta Cakra kemudian mencium kening istrinya dalam-dalam.
Rheana memejamkan mata, bahkan saat Cakra sudah pergi pun Rheana masih memejamkan matanya.
Setelah beberapa saat, Rheana membuka matanya, melihat bahwa sang suami sudah tidak ada disana, dan diyakini pergi ke kamar untuk melanjutkan pekerjaannya.
Rheana melihat ke arah jam dinding yang ada di dapur, sudah menunjukkan pukul 5 sore, tidak masalah ia masak sekarang bukan.
Pertama Rheana membuat bumbu masaknya dulu. Aroma masakan Rheana benar-benar memenuhi satu apartemennya, bahkan Cakra di kamar pun bisa menciumnya.
Cakra yang saat itu memangku laptop untuk mengerjakan pekerjaannya sedikit kurang fokus saat mencium aroma harum masakan istrinya.
Cakra akui memang masakan Rheana itu enak, bahkan ia menyukainya.
__ADS_1
Bicara soal Rheana, Cakra jadi teringat rencananya, ia akan membuang wanita itu jauh-jauh setelah ia terbangkan dengan sangat tinggi. Cinta dan kasih sayang yang ia berikan, semuanya palsu. Hanya rencana, dan siasat yang Cakra jalankan saat ini.
Cakra teringat pada ucapan sang papa tadi. ‘terjebak dengan rencananya sendiri?’, Cakra terkekeh sendiri mengingat itu, ia tidak mungkin terperosok ke dalam jurang yang ia buat.
Sampai kapanpun, Rheana tidak akan pernah ia cintai. Bagi Cakra, Rheana adalah seorang pembunuh yang telah menghancurkan kebahagiaannya.
“Aku sangat membencimu.” Tekan Cakra dengan pandangan yang lurus ke depan.
***
Rheana menata seafood yang ia buat, dan nasi hangat sebagai pelengkap. Rheana baru menyelesaikan masakannya, dan kini ia harus mandi sebelum mengajak suaminya makan.
Rheana masuk ke dalam kamar, kamarnya dan Cakra. Semenjak Cakra mengatakan bahwa dirinya harus tidur bersama, sejak saat itulah ia satu kamar dengan Cakra.
Saat Rheana masuk, ia melihat suaminya masih duduk memangku laptop. Karena terlihat begitu fokus, Rheana mengurungkan niatnya untuk bicara.
Rheana akan mandi dulu, sebelum mengajak suaminya.
“Sayang, sudah selesai masaknya?” tanya Cakra saat Rheana hendak masuk ke dalam kamar mandi.
Rheana menoleh. “Iya, Kak. Aku mandi dulu ya, bau masakan badan aku.” Jawab Rheana hendak masuk ke dalam kamar mandi, namun terhenti saat Cakra menatapnya.
Cakra berdiri di hadapan Rheana, kemudian menyusupkan wajahnya ke leher Rheana, mengendus tulang selangka Rheana sampai membuat si empu terkejut.
“K-kak.” Tegur Rheana mendorong pelan Cakra menjauh.
Cakra terkekeh. “Aku hanya memeriksa, tubuh kamu wangi kok.” Jujur Cakra seketika membuat Rheana malu.
Rheana memukul pelan tangan suaminya karena malu, wajahnya merah seperti tomat mendengar ucapan Cakra barusan.
“Ohh sudah berani pukul-pukul?” tanya Cakra dengan nada serius.
Rheana mendongak, menatap Cakra yang terlihat begitu serius.
“Kak, apa sakit? kau marah?” tanya Rheana pelan.
“Tidak, tapi kamu harus dihukum.” Jawab Cakra kemudian menarik tengkuk Rheana, dan menyatukan kedua belah bibirnya.
__ADS_1
Rheana tidak menolak, ia sudah belajar untuk mengimbangi ciuman yang suaminya berikan, ia juga sudah pasrah dengan apa yang akan Cakra perbuat.
“Mandi bersama?” tanya Cakra lalu menggendong tubuh Rheana dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi sebelum mendengar jawaban dari istrinya.
Mandi yang seharusnya dihabiskan 20 menit, kini justru habis dalam 1 jam. Di dalam kamar mandi, Cakra benar-benar mengeksekusi istrinya tanpa ampun.
Rheana justru pasrah meskipun terlihat sudah hampir pingsan. Melayani Cakra setelah ia selesai memasak benar-benar menguras tenaganya. Sementara Cakra tampak begitu puas dengan apa sedang ia lakukan.
"Kak, aku lelah." Cicit Rheana dengan nafas tersenggal-senggal.
"Sebentar lagi, Sayang." Balas Cakra seraya mempercepat tempo yang ia mainkan.
Setelah beberapa saat, akhirnya permainan itu selesai. Cakra dan Rheana pun keluar bersama dengan Cakra yang menggendong istrinya.
"Maaf ya, kita makan di kamar saja." Ucap Cakra seraya memberikan kecupan di kening istrinya.
Cakra membantu Rheana mengenakan pakaian, kemudian ia tinggal untuk mengambil makanan.
Rheana berbaring sambil memejamkan mata, namun tidak tidur. Ia hanya ingin mengistirahatkan tubuhnya yang benar-benar kelelahan sekarang.
Rheana membuka mata, ia tidak mungkin makan seafood saus padang di dalam kamar, bisa-bisa kamarnya berantakan. Rheana akhirnya memilih untuk bangkit dan menyusul suaminya ke dapur.
"Kak, kita makan disini saja." Ucap Rheana pelan.
Cakra menoleh, ia mendekati istrinya lalu membantu sang istri untuk duduk.
"Kenapa nggak makan di kamar?" tanya Cakra lembut.
"Takut kotor, Kak." Jawab Rheana dengan senyuman.
Cakra mengusap kepala istrinya, karena Rheana sudah melayaninya dengan baik, maka kini gantian ia yang melayani Rheana dengan baik.
Cakra mengambilkan makanan untuk Rheana kemudian menyuapinya.
"Capek ya?" tanya Cakra membuat Rheana langsung menatapnya horor.
Cakra langsung diam, ia tidak menjawab dan lanjut menyuapi Rheana yang hanya diam.
__ADS_1
MAS CAKRA JAHAT IHHH ...
Bersambung....................