Dinikahi calon kakak ipar

Dinikahi calon kakak ipar
Dukungan penuh


__ADS_3

Rheana sampai dirumahnya, ia langsung menata belanjaannya ke dalam kulkas dan mengambil bahan yang akan ia jadikan makan siang nanti.


Siang ini, Rheana akan memasak udang balado dan sayur sop. Untungnya saat di supermarket tadi, ia sudah meminta untuk bantu membersihkan.


Selesai dengan urusan udang, Rheana beralih memotong sayuran yang akan menjadi sayur sop.


"Berasa jadi istri beneran gue kaya gini." Gumam Rheana seraya mengaduk udang yang sudah tersiram oleh sambal cabe itu.


Jam sudah menunjukkan pukul 11.30, hanya tinggal 30 menit waktu yang Rheana miliki untuk memasak, sebelum Cakra pulang nanti.


Rheana yang begitu cekatan membuat nya bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan di waktu bersamaan.


Sambil memasak, Rheana akan mencuci peralatan yang ia gunakan untuk memasak, agar saat masakannya selesai nanti, tidak terlalu banyak cucian piring kotor.


Setelah bergelut dengan masak, akhirnya makan siang yang Rheana buat telah matang. Wanita itu dengan penuh semangat menata masakannya di meja makan.


"Tinggal tunggu kak Cakra pulang deh," ucap Rheana seraya mengibas kedua telapak tangannya.


Sambil menunggu Cakra pulang, Rheana memilih untuk mengganti pakaiannya.


Rheana tidak mandi, hanya mencuci wajahnya dan mengganti pakaian yang lebih santai. Ia kembali ke ruang tamu, dan memilih untuk menonton televisi.


Tanpa terasa waktu sudah lewat dari jam 12 siang, namun Cakra tidak kunjung pulang.


"Kak Cakra nggak pulang, bukannya dia bilang aku harus masak makan siang tepat waktu." Gumam Rheana pelan.


Rheana menghela nafas, mungkinkah Cakra hanya ingin membuatnya bekerja, padahal pria itu belum tentu pulang hanya untuk makan masakan darinya.


Rheana berjalan mendekati meja makan, ia menarik kursi untuknya duduk kemudian memilih untuk makan seorang diri.


Malam harinya, Cakra pulang tepat 5 sore. Ia melewati ruang tamu dan tidak menemukan istrinya disana.


Cakra memilih untuk pergi ke dapur, ia mengerutkan keningnya saat melihat makanan yang tertata di meja makan.


"Dia benar-benar memasak?" ucap Cakra pelan.

__ADS_1


Cakra langsung pergi ke kamarnya, ia tidak berniat sama sekali untuk mencicipi masakan Rheana.


Ia menyuruh Rheana memasak hanya agar wanita itu memiliki pekerjaan di rumah ini, dan tidak hanya santai-santai.


Cakra masuk ke dalam kamarnya, dan ia dikejutkan dengan Rheana yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk.


"Kak Cakra!!!" pekik Rheana berteriak.


"Apa yang kau lakukan dikamar ku?" tanya Cakra tak kalah berteriak.


"A-aku hanya numpang mandi, di kamarku air hangatnya tidak mau keluar." Jawab Rheana gugup, tangannya menggenggam handuk yang ia kenakan.


Cakra tampak memijat pelipisnya, kepalanya pening melihat tampilan Rheana yang benar-benar menggoda iman.


Tentu saja Cakra tergoda, bagaimanapun ia adalah pria normal, dan sebelumnya juga ia sudah mencicipi kenikmatan tubuh wanita yang berstatus sebagai istrinya.


"A-aku akan keluar, maaf sudah lancang masuk ke dalam kamarmu." Rheana berjalan perlahan seraya menarik ujung handuk yang ia kenakan, berharap handuk itu bisa lebih panjang.


Rheana melewati Cakra, ia hampir menggapai gagang pintu, namun tiba-tiba saja ia merasakan tangannya di tarik.


"Tidak! Aku bukan pemuas mu, Kak!" Tolak Rheana tidak kalah tegas.


Cakra melempar tas kerja miliknya asal, lalu membuka dasi yang ia kenakan.


Tangan Cakra membuka satu persatu kancing kemeja putihnya sebelum membuang baju itu ke lantai.


Rheana gemetaran, ia bisa melihat kilat gairah di mata suaminya, namun ia sudah tidak mau lagi melayani Cakra yang hanya menganggap nya sebagai seorang pemuas dan pelayan dirumahnya.


"Aku tidak mau, tolong jangan memaksa, Kak." Pinta Rheana memohon.


"Aku berhak atas apa yang kau miliki, Rheana. Aku sudah menikahi mu meskipun terpaksa!" sahut Cakra seraya naik ke atas ranjang.


Rheana menahan dada Cakra yang sudah mendekatkan wajahnya dan ingin menciumnya, ia memalingkan wajahnya berulang kali sampai bibir Cakra mendarat di pipinya.


Cakra murka, ia memegangi kedua tangan Rheana lalu menaruhnya di atas kepala wanita itu dengan sebalah tangan. Sementara tangan lainnya ia gunakan mencengkram dagu Rheana.

__ADS_1


"Tahu diri kau, Rheana. Aku sudah berbaik hati tidak menjebloskan mu ke dalam penjara, tapi lihat bagaimana kurang ajar nya kau sekarang." Geram Cakra semakin mencengkram dagu istrinya.


Rheana menangis, ia merasa rahangnya sangat sakit, ditambah lagi tangannya yang di cekal kuat.


Cakra melepaskan cengkraman di dagu Rheana, ia bangkit dari atas tubuh Rheana kemudian masuk ke dalam kamar mandi dengan membanting pintu.


Rheana menangis tergugu, ia merapikan kembali handuk yang ia kenakan kemudian segera pergi dari kamar pria itu.


Rheana masuk ke dalam kamarnya, ia terduudk di pintu dengan tangisan yang semakin keras.


"Dimana kak Cakra yang ku kenal baik dan sangat lembut, kenapa kau bisa berubah begitu kasar, Kak." Lirih Rheana menundukkan kepalanya.


Rheana bangkit, ia mendekati ranjang dan mengambil ponselnya yang tergeletak di ranjang.


Terlihat ada banyak pesan yang Ryan kirim kepadanya.


"Cara meluluhkan hati suami." Rheana bergumam saat membaca nama file yang Ryan kirim.


Rheana menghapus air matanya. Ia yang sedih berubah ingin tertawa melihat kiriman adik laki-lakinya itu. Bagaimana caranya Ryan menemukan itu semua.


"Astaga, Ryan. Sebegitu besar kau percaya padaku, bahkan rela melakukan ini semua." Gumam Rheana terkikik.


Rheana membaca poin demi poin yang tertera dalam file tersebut, dan ada satu poin yang membuatnya sadar.


"Memenuhi kebutuhan biologis suami." Rheana terdiam, ia berpikir apakah ia juga harus melakukan itu disaat suaminya sendiri berbuat kasar di setiap mereka berhubungan.


Rheana meletakkan ponselnya, ia memegang rambutnya sambil berusaha untuk berpikir.


Ryan bilang yang paling pertama adalah membuat Cakra luluh dan mau percaya bahwa bukan dirinya lah yang melenyapkan Velia.


Jika kepercayaan Cakra telah di dapatkan, maka semua akan mudah.


"Tapi bagaimana aku bisa mendapatkan kepercayaan dari kak Cakra, sementara dia sangat membenciku." Batin Rheana gusar.


MENURUT KALIAN GIMANA GUYSS???

__ADS_1


Bersambung..................


__ADS_2