Dinikahi calon kakak ipar

Dinikahi calon kakak ipar
Waktu yang berlalu cepat


__ADS_3

Tanpa terasa beberapa bulan sudah berlalu, kehidupan pernikahan Rheana dan Cakra semakin di hampiri kebahagiaan, meskipun terkadang masih ada sedikit cek-cok. Itu biasa dalam rumah tangga, dan Cakra selalu menganggap bahwa itu adalah bumbu agar rumah tangga semakin harmonis.


Hari ini merupakan hari bahagia Rheana dan juga Cakra, pasalnya pada hari ini putri pertamanya telah menginjak umur 1 tahun.


Rheana dan Cakra yang paling berperan dalam pertumbuhan putrinya, dan tentu saja mereka sangat menantikan hari ini datang.


Mikayla atau yang kerap disapa Ayla itu tampak cantik dengan gaun merah muda miliknya. Jangan lupa bandana dengan model rambut palsu sehingga menampilkan seperti Ayla memiliki rambut yang panjang.


Pada ulang tahunnya yang pertama ini, baik Cakra maupun Rheana sangat mempersiapkan semuanya dengan matang.


Cakra tidak mempedulikan soal biaya, baginya kebahagiaan istri dan anaknya nomor satu.


Acara sudah dimulai sejak tadi, kini para tamu undangan yang datang bernyanyi bersama-sama agar Ayla meniup lilinnya.


Walaupun tidak bisa, namun lilin itu tetap padam karena ditiup oleh Cakra dan juga Rheana.


Sedikit info, tamu undangan yang datang ke acara ulang tahun Ayla adalah anak-anak dari panti asuhan. Sengaja Cakra dan Rheana mengundang mereka agar bisa berbahagia bersama.


"Yeayy, putri mama sudah besar. Sini kiss dulu sama mama." Ucap Rheana lalu segera mencium kedua pipi putrinya.


Ayla menangis, ia menarik-narik bandana yang digunakannya. Bayi itu sepertinya tidak betah memakai benda asing di kepalanya, padahal penampilan Ayla sangat cantik.


"Hey, anak papa kenapa nangis. Masa udah cantik gini nangis," ucap Cakra seraya mengambil alih untuk menggendong putrinya.


Rheana mengusap kepala Ayla, ia tidak membuka bandana yang Ayla kenakan dan malah membenarkannya agar putrinya nyaman.


Ayla terus merancau dalam tangisannya, membuat Cakra dan Rheana sama-sama terkekeh melihat tingkah putri mereka.


"Apa apa apa, ngomongnya pada hayoo?" tanya Cakra meledek sang putri tersayang.

__ADS_1


"Ngomong papa jelek." Jawab Rheana mengikuti suara anak kecil.


Rheana dan Cakra fokus mendiami putrinya, sementara untuk potong kue dan membagi bingkisan ada art yang membantu mereka.


Disana juga ada mama Mila dan Papa Wawan yang datang ke acara ulang tahun cucu mereka.


Sementara mama Erina dan papa Rama terpaksa tidak datang, keduanya sedang sibuk mempersiapkan acara pertunangan Ryan dan Abel.


Benar, Abel dan Ryan sudah memutuskan untuk bertunangan dahulu sebelum nanti ke jenjang yang lebih serius.


"Cucu oma yang cantik!!" panggil mama Mila seraya mengambil alih untuk menggendong cucunya.


"Cantiknya cucu Oma pakai ini, duhh pipinya mau tumpah lagi." Tambah mama Mila terus bicara dengan Ayla.


"Cucu Opa juga, Opa siapa? Ya Opa Wawan." Celetuk papa Wawan seketika membuat Rheana dan Cakra tertawa.


Karena Ayla sudah ada yang menjaga, Rheana dan Cakra lantas membantu yang lain untuk membagikan kue serta bingkisan lainnya.


Rheana senang bisa berbagi dengan anak-anak yang hidupnya kurang beruntung karena harus terpisah oleh orang tuanya dan tinggal di panti asuhan.


Terkadang Rheana malu sendiri pada dirinya yang kerap kali mengeluh dengan apa yang sudah ia miliki sekarang. Seharusnya Rheana bisa membuka mata lebar-lebar dan melihat bahwa banyak anak-anak diluar sana yang ingin hidup seperti dirinya.


Ketika masih membagikan kue dan bingkisan, tiba-tiba seorang anak kecil mencium punggung tangan Rheana dengan sopan.


"Ibu sangat cantik, dan bapak juga sangat tampan." Kata anak laki-laki itu kepada Rheana dan Cakra.


Cakra mengacak rambut bocah itu. "Dan kau lebih tampan." Balas Cakra dengan jujur.


Anak itu tampak senang, ia pun hendak pergi namun sebelum itu, Cakra memberikan uang yang sengaja ia sisihkan untuk berbagi.

__ADS_1


"Mas, tolong aku itu dong." Pinta Rheana kesulitan menggapai gelas air minum.


"Apa, yang jelas ngomongnya?" Tanya Cakra asik menggoda sang istri.


Rheana menatap suaminya dengan jengkel, ia tahu bahwa Cakra sedang menggodanya saat ini.


Bertahun-tahun sudah ia menikah dengan pria bernama lengkap Cakra Dharmawan. Rheana sudah sangat mengenal Cakra luar dalam.


"Mas, aku gigit ya tangan kamu." Ancam Rheana kesal.


Cakra meringis meskipun Rheana belum menggigitnya, pasalnya Cakra selalu mengingat rasa saat Rheana menggigit tangannya.


Jika dibandingkan saat Rheana menggigit itu sama seperti di gigit macan.


"Cepat ah!" pinta Rheana mulai kesal, ia sangat haus saat ini.


"Sini dulu aku bisikin." Pinta Cakra menjentikkan jarinya.


Rheana dengan polosnya nurut, ia mendekatkan telinganya ke bibir sang suami. Namun apa yang ia dapatkan selain kecupan di pipinya.


"Mas!!" pekik Rheana kesal.


Cakra langsung berlari meninggalkan Rheana yang masih mencak-mencak. Ia lebih baik menghampiri Ayla daripada dirinya dipanggang hidup-hidup oleh Rheana.


Sementara Rheana hanya bisa menggerutu kesal, ia merapikan kado-kado yang diterima Ayla dari beberapa orang, seperti kakek neneknya, paman bibirnya, dan rekan-rekannya Cakra yang sengaja mengirimkan hadiah.


Rheana harus membereskan barang-barang itu, sebab nanti malam ia harus pergi ke rumah mama Erina dan bantu menyiapkan persiapan tunangan.


"Mas Cakra, usah bertahun-tahun nggak pernah berubah. Selalu nyebelin!" Gerutu Rheana kesal.

__ADS_1


DETIK-DETIK APA KALO KEK GINI??? YUP, TAMAT WKWKWK🤣


Bersambung.................................


__ADS_2