
Hari yang paling ditunggu oleh Cakra akhirnya datang, malam nanti adalah hari dimana ia dan Rheana akan melangsungkan resepsi tanpa diketahui oleh mempelai wanitanya.
Semua persiapan dilakukan dengan sangat rapih, dan tentunya sesuai dengan apa yang Rheana impikan selama ini.
Semua orang sudah membantu Cakra dengan sangat matang, bahkan saat ini keluarga Rheana datang untuk menjemput Ayla.
"Ma, tapi kasihan Ayla. Nanti kalo dia mau nyusu gimana?" tanya Rheana berat meninggalkan putrinya agar bermain di rumah neneknya.
"Kan bawa asi, Rheana. Kamu jangan khawatir, lagipula hanya sehari dan stok asi kamu masih banyak." Jawab Mama Erina menjelaskan.
Rheana memelas, namun itu tidak membuat Mama Erina urung membawa cucunya pergi. Lagipula semua ini kan dilakukan untuk Rheana juga.
"Sudahlah, Rheana. Kamu takut banget anak kamu kenapa-kenapa, kami kan orang tua kamu." Kata Papa Rama sedikit dengan nada yang tidak suka.
Rheana gelagapan, ia menggeleng. Apa yang papanya katakan tidak benar, ia hanya khawatir Ayla akan kesulitan menyusu di botol.
"Pa, bukan itu maksudku." Timpal Rheana lembut.
"Sudahlah, Ma. Letakkan lagi Ayla di kasur, dan kita pulang." Ucap Papa Rama, ini semua tentu bagian dari rencana.
Rheana menggeleng cepat, ia tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan kedua orang tuanya, ia hanya khawatir saja pada Ayla karena menyusu dari botol.
"Pa, papa aku nggak maksud gitu. Yaudah nggak apa-apa, Ayla nya bawa. Nanti aku jemput sama mas Cakra." Tutur Rheana dengan cepat.
Papa Rama tidak menyahut, ia langsung keluar dari kamar putrinya itu, meninggalkan anak, istri dan cucunya begitu saja.
Rheana sedih, ia hampir menangis saat tahu bahwa papanya tersinggung akan ucapannya. Rheana menatap mama Erina.
"Ma, aku nggak bermaksud singgung perasaan kalian." Lirih Rheana menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, kalo begitu mama pergi ya. Mama ajak Ayla juga," pamit Mama Erina.
Rheana mengangguk, ia mencium sebentar pipi putrinya dan membiarkan sang mama membawa Ayla pergi dari sana.
Rheana ikut keluar, ia mengantar kedua orang tuanya sampai ke depan pintu rumah. Papa Rama benar-benar tidak mengatakan apa-apa padanya.
"Pa, aku minta maaf ya." Ucap Rheana dengan pelan.
"Iya." Balas Papa Rama singkat.
Mobil kedua orang tuanya pun menghilang dari pandangannya, Rheana benar-benar merasa sangat bersalah sudah membuat perasaan kedua orang tuanya tersinggung.
"Hiks … kamu kenapa juga sih, Rhea." Celetuk Rheana kesal pada dirinya sendiri.
Rheana masuk ke dalam rumah, ia sekarang kesepian karena kedua mertuanya pergi belum lama, sementara suaminya tentu saja berada di kantor.
Tanpa Rheana ketahui bahwa mereka semua sedang berkumpul di hotel sebelum acara nanti malam.
***
Sore harinya, Rheana terbangun dari tidurnya dan hendak mandi. Mata Rheana sedikit bengkak karena menangisi kesalahannya pada kedua orang tuanya.
Rheana juga baru sadar jika sang suami belum kembali dari kantor, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Dihari Jum'at seperti ini, biasanya Cakra pulang lebih awal.
__ADS_1
Rheana turun dari ranjang, ia pun memutuskan untuk mandi sebentar, hanya 20 menit yang ia habiskan sebelum keluar dari kamar dengan keadaan sudah lebih dari sebelumnya.
"Bi Nana." Panggil Rheana kepada salah satu pekerja di rumah.
"Iya, Nona?" sahut Bi Nana sopan.
"Mas Cakra belum pulang?" Tanya Rheana pelan.
"Kenapa, Sayang?" belum sempat bi Nana menjawab, Cakra sudah duluan datang.
Rheana menatap suaminya, ia mendekati Cakra lalu memeluk tubuh pria itu dengan erat. Rheana menangis, sejak tadi ia butuh teman untuk berbagi cerita dengannya.
Cakra meletakkan tas nya di sofa, tentu saja ia tahu alasan istrinya menangis karena dirinya yang membuat rencana.
"Mama Rheana kenapa?" tanya Cakra lembut.
Cakra melepaskan pelukan istrinya, ia menangkup wajah cantik Rheana seraya menyeka air matanya, lalu mencium keningnya.
"Hiks … tadi mama sama papa kesini untuk anak Ayla main, terus aku nggak sengaja singgung perasan mereka. Mereka marah sama aku, Mas." Jawab Rheana bercerita sambil menangis.
Cakra mencium bibir istrinya singkat, ia kasihan dengan Rheana, namun ini semua juga demi kebahagiaan Rheana yang sebentar lagi akan ia dapatkan.
"Yaudah jangan sedih, kita jalan-jalan yuk. Mumpung Ayla lagi di rumah neneknya, kita jalan berdua sebelum jemput Ayla." Ajak Cakra lembut.
"Jalan kemana, terus kamu nggak mandi dulu?" Tanya Rheana bingung.
"Aku baru mandi di kantor tadi, soalnya abis kerja di lapangan jadi gerah." Jawab Cakra berbohong, tapi juga jujur.
Cakra tidak mengajak Rheana kemana-mana, ia langsung membawa istrinya itu ke hotel dimana acara resepsi akan diadakan.
Resepsi akan dimulai pukul 8 malam, dan mereka nyaris terlambat jika tidak bersiap dari sekarang.
"Kok ke hotel?" tanya Rheana bingung.
"Iya, soalnya ada yang aku mau kamu lakukan." Jawab Cakra ambigu.
Rheana lagi-lagi hanya nurut, diajak suami ke hotel buat apa takut, sekalipun mereka melakukan hubungan, itu sudah halal.
Rheana dan Cakra pun sampai di sebuah kamar, ia melihat disana sudah ada beberapa wanita dengan alat makeup di depannya.
"Mas, apa ini?" Tanya Rheana bingung.
"Duduk disana ya, aku mohon." Pinta Cakra dengan sangat lembut.
Meskipun bingung, Rheana tetap nurut untuk duduk di kursi yang ditunjuk oleh suaminya. Ia duduk di depan sebuah cermin besar dengan banyak makeup di depannya juga.
"Mba, saya mau rias mbak sesuai permintaan mas Cakra. Nggak apa-apa kan?" tanya wanita itu sopan.
Rheana mengangguk dengan polosnya, ia menatap suaminya yang hanya tersenyum seraya memperhatikannya.
Hampir 2 jam Rheana duduk pasrah di depan cermin, ia sejak tadi belum melihat dirinya di cermin karena kata si perias akan lebih baik begitu. Sebenarnya agak sulit, tapi ia menurut saja.
Rheana merasa bukan hanya wajahnya yang dimakeup, namun rambutnya juga seperti di ubah-ubah.
__ADS_1
"Nah sudah selesai, sekarang kita ganti baju ya." Ucap wanita lainnya yang juga ada disana.
Rheana semakin heran, apa setelah di dandani seperti ini ia harus di mengganti pakaiannya juga.
Rheana menoleh, ia ingin bertanya kepada suaminya namun Cakra tidak ada disana.
"Mari, Mbak. Kita bisa terlambat datang," ajak wanita itu lagi.
Rheana lagi-lagi hanya bisa menurut. Tidak butuh waktu lama untuk mengganti pakaiannya, namun Rheana seperti tidak asing dengan gaun yang ia pakai.
"Mbak, silahkan berkaca disini." Ucap wanita yang tadi merias Rheana.
Rheana pun menoleh, ia terkejut melihat penampilannya sendiri saat ini. Gaun mewah berwarna abu-abu soft, dengan riasan wajah dan tatanan rambut cantik benar-benar membuatnya berbeda.
"Mbak, itu saya?" tanya Rheana dengan polosnya.
"Iya, Mbak. Kalo itu saya, aneh dong." Jawab perias itu bergurau.
Tanpa sadar Rheana tersenyum lebar, ini adalah hal yang paling ia impikan. Bisa memakai gaun mewah dan cantik seperti ini, meskipun resepsinya mungkin tidak ada.
Tidak lama kemudian pintu ruangan terbuka, terlihatlah Cakra yang memakai setelan tuxedo yang senada dengan gaun Rheana.
"Mas, kamu tampan sekali." Puji Rheana spontan.
Cakra tersenyum simpul, ia mengulurkan tangannya kepada bidadari cantiknya itu.
"Ayo, Sayang." Ajak Cakra lembut.
"Ayo kemana?" tanya Rheana, namun tetap mengulurkan tangannya.
"Ke tempat foto, kita kan jadi model prewedding temanku." Jawab Cakra berbohong.
Rheana manggut-manggut, walaupun hanya sebagai model tapi ia senang karena setidaknya ia bisa memakai gaun pengantin yang mewah seperti ini.
Tanpa Rheana sadari, sejak dirinya keluar dari kamar hotel bersama Cakra, sudah banyak fotografer yang mengabadikan dirinya dan Cakra dalam keindahan seni memotret.
Rheana namun sedikit sedih, pasalnya sejak tadi suaminya itu tidak memujinya sama sekali. Apakah penampilannya jelek sampai membuat Cakra tidak memujinya.
"Mas, aku jelek ya?" Tanya Rheana tiba-tiba.
Cakra menatap istrinya, ia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tanpa ada kata yang keluar sama sekali dari mulutnya.
Pose saling bertatapan seperti ini juga tentu diabadikan oleh fotografer tersembunyi yang Cakra siapkan.
"Ayo masuk, Sayang. Semoga kamu suka ya," ajak Cakra membuat kening Rheana mengkerut.
Pintu terbuka, ia yang tadi terlihat bingung langsung berubah terkejut melihat pemandangan dihadapannya ini.
"M-mas."
GANTUNG YAA, BIAR SERU🤣
Bersambung.................................
__ADS_1