Dinikahi calon kakak ipar

Dinikahi calon kakak ipar
Imbalan??


__ADS_3

“Jika kau hanya menganggapku sebagai seorang pemuas saja, maka silahkan, Kak.” Ucap Rheana.


“Tapi saat semuanya terbongkar di hadapanmu, maka saat itulah kau tahu bahwa apa yang kau lakukan sekarang adalah sebuah kesalahan.” Tambah Rheana.


Rheana terduduk di kamarnya sambil memeluk bantal. Tekadnya untuk tidak menangis nyatanya gagal, bagaimana mungkin ia bisa menahan tangis saat mendengar ucapan yang tidak seharusnya dari orang yang ia cintai.


Rheana mengambil sebuah buku yang ada di meja dan menuliskan sebuah kalimat sebagai bentuk curhatnya kepada kertas polos. Rheana tidak tahu harus bercerita kepada siapa, ia tidak punya keluarga apalagi teman sekarang.


Semua keluarganya telah direnggut oleh kebohongan yang Velia buat. Semuanya telah pergi, meninggalkan dirinya sendiri, bersama dengan tumpukan masalah.


“Biasanya aku akan cerita kepada mama, tapi sekarang rasanya tidak mungkin.” Lirih Rheana setelah selesai menulis kalimat yang ingin ia keluh kesahkan.


Rheana menyimpan kembali buku yang telah selesai ia gunakan ke dalam laci meja rias yang ia duduki.


Ia tidak tahu harus kemana, ia juga tidak diperbolehkan meninggalkan negara ini oleh pihak berwajib sampai kasus selesai ditangani.


Saat Rheana sedang berpikir, tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka lebar. Rheana menoleh, dan di sana tampak Cakra berdiri dengan wajahnya yang angkuh.


Cakra masuk ke dalam kamar tersebut, mendekati Rheana dan mendekatkan wajahnya ke wajah Rheana.


Rheana memundurkan wajahnya, sambil menatap Cakra dengan penuh tanya.


Cakra menyeka air mata yang membasahi wajah Rheana lalu terkekeh.


“Menangislah sebanyak yang kau mau, Rhea. Tapi jangan pernah mengharapkan aku untuk kasihan padamu.” Pungkas Cakra diakhiri senyuman mengejek.


Rheana menyingkirkan tangan Cakra dari wajahnya. “Kapan semua ini akan berakhir, Kak? sampai kau puas menyiksaku atau sampai kebenarannya terbongkar?” tanya Rheana menantang.


“Tentu saja keduanya. Aku tidak akan bosan untuk menyiksamu siang dan malam, dan itu akan aku lakukan sampai aku puas.” Jawab Cakra dengan bangga.

__ADS_1


Rheana menggelengkan kepalanya pelan. “Aku benar-benar tidak menyangka, sosok yang aku–” ucapan Rheana terhenti saat Cakra memotongnya.


“Aku apa? aku cintai?” tanya Cakra meledek.


“Kau mencintaiku, dan itu adalah sebuah kesalahan.” Lanjut Cakra dengan wajah yang datar, tatapannya berubah dingin.


Rheana memalingkan wajahnya,, baginya tidak ada yang namanya kesalahan kecuali percaya kepada Velia. Artinya, ia mencintai Cakra bukanlah sebuah kesalahan.


Cakra tiba-tiba melempar sebuah kertas ke wajah Rheana, sampai membuat Rheana harus memejamkan matanya saat menerima kertas tersebut.


“Apa ini, apakah surat cerai?” tanya Rheana pelan.


“Sampai kapanpun kau tidak akan menceraikanmu secara hidup,” jawab Cakra tepat di telinga Rheana.


Rheana tidak menyahut, wanita itu memilih untuk langsung membuka kertas yang Cakra berikan.


Rheana terkejut melihat isi kertas tersebut. Ia menatap Cakra dengan tatapan penuh pertanyaan dan was-was.


“Kenapa kau melakukan ini, apa maumu?” tanya Rheana curiga.


Cakra terkekeh. “Kau memang pintar, Rhea. Aku akan mengatakan keinginanku nanti,” jawab Cakra kemudian keluar dari kamar dan pergi ke kantornya.


Rheana menggigit bibirnya, ia tidak tahu penyiksaan apalagi yang akan Cakra lakukan kepadanya setelah ini.


***


Rheana  yang saat itu sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikannya tiba-tiba dikejutkan oleh Cakra yang baru saja pulang dari kantor dan langsung menyeretnya keluar dari kamar.


“Kak, apa yang kau lakukan? lepaskan aku!!” pinta Rheana berusaha untuk melepaskan cekalan di tangannya.

__ADS_1


Cakra menghentikan langkahnya, namun tidak melepaskan cekalan ditangan istrinya.


“Aku akan menjawab pertanyaanmu tadi pagi.” Jelas Cakra dengan penuh penekanan.


“Apa?” tanya Rheana pelan.


Cakra kembali menarik tangan Rheana dan membawanya keluar dari rumah. Cakra mendorong Rheana masuk ke dalam mobil, seperti seorang penjahat yang menculik seorang anak kecil.


“Kemana kau akan membawaku?” tanya Rheana mengulangi pertanyaan yang sama.


Cakra tidak menjawab dan lebih memilih fokus menyetir. Ia akan menjawab pertanyaan Rheana tadi pagi.


Tentu saja, ada bayaran untuk izin yang ia berikan agar Rheana tetap bisa melanjutkan pendidikannya.


“Kak.” Panggil Rheana dan kali ini berhasil membuat Cakra menoleh kepadanya.


Cakra hanya menoleh sebentar dan tidak bicara, pria itu kembali menatap lurus jalanan yang ada di hadapannya.


Rheana lelah, ia tidak bicara lagi dan pasrah dibawa oleh Cakra. Entah kemana Cakra akan membawanya. Hutan, pegunungan atau bahkan sungai yang akan menjadi tempat Cakra melenyapkannya.


Setelah hampir 30 menit, akhirnya mobil Cakra berhenti, membuat Rheana menatap ke sekitar.


“Untuk apa kita datang kesini?” tanya Rheana bingung.


“Untuk menyiksamu.” Jawab Cakra dengan senyuman puas di wajahnya.


Rheana mengerutkan keningnya. Cakra akan menyiksanya di tempat seperti ini.


TEMPAT APA YA KIRA-KIRA? KOK JADI MAIN TEBAK-TEBAKAN YA ...

__ADS_1


Bersambung.....................


__ADS_2