Dinikahi calon kakak ipar

Dinikahi calon kakak ipar
Pantai yang indah


__ADS_3

Sambil bergandengan tangan, Ryan dan Abel menyusuri pantai Seminyak itu dengan bertelanjang kaki.


Mereka membiarkan pasir pantai yang halus itu dirasakan oleh kaki mereka. Air dari pantai beberapa kali membasahi kaki mereka, dan itu membuat keduanya sama-sama tersenyum senang.


Abel berkali-kali menyiramkan air kepada Ryan dengan jahil, dan Ryan terlihat berusaha untuk sabar, sebelum membalasnya.


Abel tertawa riang ketika berhasil membuat beberapa titik baju tunangannya itu basah karena air pantai.


Sementara Abel tertawa riang, lain halnya dengan Ryan yang terdiam sambil memperhatikan tunangannya itu.


"Ryan, kenapa diam saja. Kamu nggak suka pantai ya?" tanya Abel mengangkat kedua alisnya.


Ryan memperhatikan Abel, ia berjalan mendekati Abel beberapa langkah, membuat gadis itu mundur menjauhi.


"Kamu udah buat baju aku sebasah ini, dan kamu mau lari hmm?" tanya Ryan melototkan matanya.


Abel terkekeh, ia meledek Ryan dengan menjulurkan lidahnya kepada pria itu.


"Tangkap aku jika bisa." Ucap Abel kemudian berlari menjauhi Ryan.


Ryan segera mengejar kekasihnya, ia mengeluarkan segala ilmu lari maraton agar bisa menangkap tubuh mungil itu.


"Akhhh." Abel memekik ketika Ryan berhasil menangkap tubuhnya.


"Mau kemana hah, sekarang udah aku tangkap." Bisik Ryan seraya memeluk Abel dari belakang dan menggendongnya.


Abel tertawa, ia memegangi tangan Ryan yang melingkar cantik di perutnya dan berusaha untuk melepaskan, namun tidak bisa.


"Ryan, jangan. Ryan … aku nggak mau!!" ucap Abel panik ketika Ryan membawa tubuh mereka semakin ke bibir pantai.


Ryan tidak membalas, ia lalu menyemburkan tunangannya itu ke dalam air pantai yang tingginya hanya setulang kering.


Ryan tertawa puas melihat wajah kesal calon istrinya itu, ia yang masih terus tertawa tentu saja membuat Abel sangat kesal.


"Ryan!!!" geram Abel lalu menarik tangan pria itu sehingga Ryan ikut terduduk di dalam air sepertinya.

__ADS_1


Ryan mencubit kedua pipi kekasihnya. Ia gemas sekali melihat wajah Abel yang penuh senyuman setelah berhasil membuat seluruh tubuhnya basah kuyup begini.


"Calon istri gue manis banget sih." Ucap Ryan seraya mengusap pipi Abel.


Abel tersenyum manis. "Aku punya sesuatu, tutup mata coba." Pinta Abel dengan lembut.


Ryan sangat percaya pada Abel, hingga ia dengan polosnya langsung memejamkan matanya.


Ryan siap menerima hadiah dari Abel. Ia mulai berpikir banyak hal, namun pikirannya terhenti ketika merasakan sesuatu yang basah dan kasar mengenai wajahnya.


Ryan membuka mata, ternyata Abel mengoleskan wajahnya dengan pasir pantai yang sangat basah. Ryan sudah seperti sedang maskeran.


"Sayang!!!" pekik Ryan merengek.


Abel terkekeh, ia memegang tangan Ryan, kemudian mengarahkan kekasihnya untuk melakukan hal yang sama, yaitu membaluri wajahnya dengan pasir.


Ryan nurut saja, ia membalur pasir di pipi kanan Abel, sementara dirinya pipi kiri.


"Hahaha, lucu banget." Ucap Ryan menunjuk wajah tunangannya.


Abel tersenyum lebar, ia lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Ryan, kemudian menempelkan pipinya yang berlumuran pasir ke pipi kanan Ryan yang belum terkena pasir.


Selama mereka berpacaran, Ryan dan Abel selalu tahu batasan. Hubungan mereka begitu sehat, hanya sekedar gandengan tangan dan pelukan.


Pernah mereka berciuman bibir, tapi itu bukan ciuman melainkan hanya kecupan ringan saja.


Ryan sangat menjaga Abel, dan hal itulah yang membuat Abel merasa sangat di hormati. Tidak semua pria bisa melakukan apa yang Ryan lakukan.


Abel menjauhkannya wajahnya, kini ia dan Ryan saling bertatapan satu sama lain. Abel tersenyum, begitupula dengan Ryan.


Ryan menangkup wajah Abel, ia mengusap dan membersihkan pasir yang ada di wajah cantik Abel.


"Maaf, Sayang." Ucap Ryan tiba-tiba.


Kening Abel mengkerut mendengar permintaan maaf dari kekasihnya yang tiba-tiba. Ia yang awalnya hendak bertanya langsung terhenti ketika merasakan benda kenyal dan lembut itu menyentuh bibirnya.

__ADS_1


Abel membulatkan matanya, namun ketika melihat Ryan memejamkan matanya, spontan Abel pun melakukan hal yang sama.


Tidak masalah, mereka tidak akan melewati batasan. Sekali saja, biarkan mereka melakukan ini, seperti pasangan pada umumnya.


Ryan tidak mencium Abel dengan dibarengi napsu, ciuman itu terasa sangat lembut seakan mengantarkan perasaan sayang dan cinta kepada gadisnya.


Abel mengalungkan tangannya di leher Ryan ketika ciuman itu terlepas, gadis itu memeluk dan menyusupkan wajahnya di dada bidang Ryan.


"Maaf ya, aku kelewat batas." Bisik Ryan seraya mengusap punggung Abel pelan.


Abel menggelengkan kepalanya, ia mengusap pipi Ryan dan membersihkan pasir dari wajah tampan calon suaminya.


Abel semakin mengeratkan pelukannya. Mereka berdua masih berada di dalam air, namun keduanya tidak peduli dan tetap ingin seperti ini.


"Makasih banyak ya." Bisik Abel.


"Terima kasih untuk apa, Sayang?" tanya Ryan, ia mengusap rambut lepek Abel dan merapikannya.


"Makasih karena sudah mau menerima gadis miskin dan sebatang kara ini untuk menjadi pasangan kamu." Jawab Abel pelan.


"Makasih juga atas semua rasa sayang, cinta dan kepedulian kamu. Jika aku tidak bertemu kamu, mungkin aku sudah tiada sejak lama." Tambah Abel dengan sungguh-sungguh.


Ryan spontan menutup mulut kekasihnya, ia tidak suka membahas kematian disaat bahagia seperti ini.


Ryan tahu bahwa jodoh, maut dan rezeki sudah ada yang mengatur. Kita sebagai manusia, tidak perlu terus membahasnya.


Cukup jalani hidup dengan baik, dan seimbangkan antara dunia dan akhirat.


"Aku cinta kamu, Abel. Aku cinta sama diri kamu, dan itu semua tidak berpengaruh sama sekali dengan latar belakang kehidupan kamu." Ungkap Ryan.


"Aku nggak peduli kamu siapa, aku nggak peduli kamu dari keluarga apa. Karena yang aku tahu adalah, aku mencintai mu." Tambah Ryan lalu mencium rambut Abel.


Abel tersenyum lebar, ia selalu suka setiap kali Ryan bicara dengan dewasa. Abel seperti mendapatkan kasih sayang dari laki-laki yang ia rindukan.


Ketika kecil, Abel tidak mendapatkan kasih sayang ayahnya, maka saat besar ia tidak akan membiarkan dirinya tidak mendapatkan kasih sayang dari kekasih sekaligus calon suaminya ini.

__ADS_1


Duhhh pasangan tunangan 😫


Bersambung.................................


__ADS_2