Dinikahi calon kakak ipar

Dinikahi calon kakak ipar
Terjatuh


__ADS_3

Velia dan Fikri baru saja sampai di Jakarta setelah wanita itu memaksa untuk kembali dan menemui Rheana serta Cakra.


Velia akan meminta maaf kepada adiknya, tidak peduli akan dimaafkan atau tidak nantinya.


Dalam hati Velia, tentu ada rasa takut yang ia rasakan. Ia takut seluruh keluarga akan membencinya, akan mengusir dan tidak mengakuinya lagi.


Tangan Velia saling menggenggam, melampiaskan rasa khawatirnya. Hal tersebut tentu saja disadari oleh Fikri yang duduk di sebelahnya.


"Jangan takut, Vel." Ucap Fikri seraya memegang tangan Velia.


Velia berusaha untuk tenang setelah mendengar ucapan Fikri. Velia cukup beruntung karena Fikri masih mau bersamanya meski sudah tau tentang kejahatannya di masa lalu.


Sementara di apartemen Cakra, terlihat pria itu kini sedang berusaha menjelaskan kepada istrinya tentang apa yang Rheana dengar tadi. Namun semakin Cakra bicara, semakin enggan Rheana mendengarkan.


“Sayang, dengarkan aku bicara dulu.” Pinta Cakra memohon, namun Rheana memalingkan wajahnya seraya berusaha bangkit dari duduknya.


“Sayang, apa yang kamu dengar tadi bukan sepenuhnya benar.” Ujar Cakra seraya menangkup wajah istrinya.


“Dulu memang aku hanya berpura-pura mencintai kamu, tapi sekarang aku benar-benar jatuh cinta sama kamu.” Ungkap Cakra dari hatinya.


Rheana tersenyum getir, ia sudah tidak akan percaya lagi kepada Cakra dan mulutnya yang dusta itu. Sudah cukup Rheana ditipu selama ini.


“Hentikan omong kosong itu, Kak. Sekarang biarkan aku pergi, aku merasa sesak berada di rumah ini.” Pinta Rheana dengan wajahnya yang datar.


Rheana bangkit dari duduknya, ia mendekati [pintu dan hendak keluar, namun Cakra mencegahnya dengan memegang tangannya.


“Sayang, aku mohon.” Pinta Cakra kemudian memeluk tubuh Rheana erat.


Rheana mendorong tubuh Cakra menjauh darinya, ia pun berhasil keluar dari apartemen. Diluar, terlihat Ryan benar-benar menunggu.


“Ryan, ayo pergi.” Ajak Rheana namun lagi-lagi di cegah oleh Cakra.


“Sayang, aku sebagai suami kamu melarang kamu meninggalkan rumah. Jangan pergi,” pinta Cakra memohon.

__ADS_1


Rheana menangis, namun ia tidak mau menunjukkan air matanya lagi kepada suaminya itu. Ia mengepalkan tangannya untuk menyalurkan rasa panas di hatinya.


“Sayang …” panggil Cakra lirih.


Rheana memejamkan matanya, ia tidak berniat sama sekali untuk membalik badan dan menatap suaminya.


“Ayo, Ryan.” Ajak Rheana menggandeng tangan adiknya.


Lift terbuka, Ryan mengajak kakaknya masuk, namun saat pintu hampir menutup, Cakra dengan cepat menarik tangan Rheana dan membawanya keluar, sementara Ryan telah pergi dengan lift.


Ryan tentu saja ingin menolong kakaknya tadi, namun ia yang tidak siap malah jadi telat menekan tombol lift nya.


“Kak, apa-apaan sih kamu!!” kesal Rheana karena tindakan Cakra tadi sangat berbahaya.


Cakra kembali memeluk tubuh istrinya, menangis dalam dekapan hangat sang istri yang kini memilih untuk pergi meninggalkannya.


“Lepasin aku, Kak.” Pinta Rheana berusaha mendorong tubuh Cakra, namun tidak berhasil.


“Sayang, aku mohon jangan pergi, aku menyesal telah membuat kamu menderita. Beri aku kesempatan sekali lagi, Rhe.” Pinta Cakra berbisik tepat ditelinga istrinya.


Cakra menggeleng, ia mengakui kesalahannya yang telah membuat istrinya begitu menderita dan sakit hati. Cinta palsu? bahkan Cakra jijik mendengarnya, bagaimana bisa ia berpikir untuk berbuat seperti itu kepada istrinya dulu.


“Sayang, aku mohon.” Pinta Cakra memelas.


Rheana menepis tangan suaminya. Ia tidak boleh naik lift? maka ia akan menggunakan tangga darurat untuk turun dan menyusul adiknya.


“Surat cerainya akan aku urus, Kak.” Ucap Rheana kemudian pergi ke arah tangga darurat berada.


Cakra tidak mau, ia buru-buru mengejar istrinya yang sudah masuk ke dalam pintu tangga darurat. Sambil berjalan, Cakra terus berusaha untuk menjelaskan kepada istrinya, dan mendapatkan maaf darinya.


“Sayang, aku nggak mau pisah sama kamu. Tolong beri aku kesempatan, Rhe.” Pinta Cakra memohon.


Cakra meraih tangan istrinya, namun Rheana menepisnya. Hal tersebut dilakukan berulang-ulang sampai Rheana lelah.

__ADS_1


“AKU LELAH, KAK! BIARKAN AKU HIDUP TENANG.” Teriak Rheana sambil berlinang air mata.


Rheana menyeka air matanya, ia kembali menuruni anak tangga untuk bisa pergi. Namun lagi-lagi Cakra mengejarnya.


"Rhea, aku tidak mau kita berpisah." Ujar Cakra tegas.


Rheana menghentikan langkahnya, ia membalik badan menatap Cakra yang terlihat begitu sedih sekaligus marah.


Rheana tersenyum remeh. "Tapi aku mau, Kak." Balas Rheana.


Rheana hendak kembali turun, namun Cakra menarik tangannya. Terjadilah aksi tarik menarik antara Rheana dan Cakra.


"Lepasin, Kak. Aku mau pergi, aku sudah lelah dengan semua ini." Ucap Rheana sambil terisak.


"Nggak, Sayang. Aku mohon beri aku kesempatan," balas Cakra menolak dan tetap menarik tangan istrinya.


Rheana tidak mau kalah, ia menarik tangannya dengan kasar.


Karena posisi tubuh yang tidak seimbang di anak tangga, Rheana akhirnya terjatuh dari anak tangga ke anak tangga lain hingga kepalanya terbentur tembok.


"RHEA!!!" pekik Cakra buru-buru menghampiri istrinya.


Cakra mengangkat kepala istrinya, ia menepuk pipi sang istri yang kini kepalanya berdarah akibat benturan.


"Hiks … akhhh perut aku!!" teriak Rheana memegangi perutnya yang terasa sakit.


"Tolong, tolong selamatkan anakku, Kak. Aku tidak mau kehilangan dia," pinta Rheana sambil menangis.


Rheana mencengkram perutnya yang semakin terasa sakit, sebelum akhirnya jatuh tidak sadarkan diri dalam dekapan suaminya.


"Rheana, sayang. Buka matamu!!" pinta Cakra sambil menepuk pelan pipi Rheana.


RHEANA KEGUGURAN?

__ADS_1


Bersambung................................


__ADS_2