
Rheana terbangun ditengah malam ketika mendengar suara tangis anaknya. Ia yang sedang pulas langsung membuka lebar matanya.
"Cup cup, anak Mama haus?" Celoteh Rheana seraya menggendong putrinya.
Rheana pun membuka kancing baju daster miliknya, kemudian mengeluarkan dadanya untuk menyusui putri cantiknya.
Bayi itu pun berhenti menangis setelah disusui. Rheana menyandarkan tubuhnya di papan headboard tanpa mau melepas dadanya dari mulut baby Ayla.
Baby Ayla itu tidur, namun ketika susunya dicabut maka langsung saja menangis.
"Jangan nangis lagi ya, bobok ya. Kasihan papa besok kerja tuh," celoteh Rheana lagi seraya menunjuk Cakra yang pulas.
Rheana perlahan melepaskan dadanya dari mulut mungil Ayla, dan syukurlah karena baby itu tidak menangis.
Pelan-pelan Rheana merebahkan Ayla di tempatnya, lalu disusul olehnya yang kembali merebahkan diri.
Rheana menatap Cakra yang pulas, ia mengusap wajah sang suami hingga pria itu menggeliat.
"Ganteng banget papa Cakra." Bisik Rheana.
Rheana tersenyum, ia pun akhirnya kembali tertidur karena sesungguhnya ia masih mengantuk.
Keesokan harinya, Cakra bangun duluan. Ia membuka mata perlahan, dan hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah cantik dua orang paling berharga dalam hidupnya.
Cakra tersenyum lebar, ia meregangkan otot tubuhnya, lalu bangkit dan duduk. Cakra mendekatkan wajahnya ke wajah baby Ayla, lalu mencium pipi bayi mungil itu.
"Anak kesayangan mama dan papa." Bisik Cakra lalu mencium putrinya lagi.
Cakra beralih menatap Rheana yang terlihat masih pulas, ia mendekat lalu mencium kening dan pipi Rheana dengan gemas.
"Yang ini sayangnya papa Cakra banget." Ucap Cakra lagi dengan sungguh-sungguh.
Cakra sangat bahagia, ini adalah impiannya sejak lama, bisa bangun pagi sambil menatap wajah istri dan anaknya.
Cakra benar-benar bersyukur karena Tuhan mau mengabulkan permohonan nya, dan Cakra ingin meminta lagi agar Rheana tidak meminta cerai kepadanya.
"Semoga kamu berubah pikiran, Sayang." Bisik Cakra lalu memeluk istrinya sebentar.
Cakra turun dari ranjang, ia pun pergi ke kamar mandi untuk mandi dan mengganti pakaian. Hari ini ia tidak pergi ke kantor, dan meminta Bagas agar mengantar pekerjaannya ke rumah saja.
Cakra mau menghabiskan waktu bersama istri dan anaknya, apalagi ini masih awal-awal kehadiran baby Ayla, mana mungkin Cakra akan pergi meninggalkan putrinya.
Terlebih lagi, Cakra kan memang bisa bekerja dari rumah.
Cakra selesai mandi, ia langsung berpakaian rumahan sebelum keluar dari kamar. Cakra tidak akan mengganggu istrinya yang sedang pulas tertidur bersama Ayla.
__ADS_1
"Lho Cakra, Rheana mana?" tanya Mama Mila yang baru saja ingin ke kamar putranya.
"Masih tidur, Ma. Kayanya semalam jaga Ayla, makanya belum bangun." Jawab Cakra.
"Kamu nggak ke kantor?" tanya Mama Mila melihat putranya yang tidak siap-siap ke kantor.
"Nggak, Ma. Aku akan bekerja dari rumah." Jawab Cakra menggelengkan kepalanya.
Mama Mila manggut-manggut.
"Mama mau ke kamar kamu, mau ambil Ayla. Matahari lagi bagus banget, mau mama jemur." Ujar Mama Mila.
"Iya, Ma." Balas Cakra membiarkan sang mama ke kamarnya.
Cakra pergi ke dapur, sementara mama Mila pergi ke kamar menantunya. Ia melihat baby Ayla sedang menggeliat.
"Cucu Oma, ya ampun." Ucap Mama Mila pelan seraya mendekati cucunya.
Mama Mila menatap Rheana yang memang begitu pulas tidurnua. Mama Mila tersenyum, ia mengusap kepala menantunya dengan lembut.
"Makasih ya, Rheana." Bisik Mama Mila.
Mama Mila tentu saja berterima kasih, semenjak kehadiran Rheana, bukan hanya Cakra yang bahagia, tapi seluruh rumah bahagia, apalagi ada baby Ayla sekarang.
Tidak mau mengganggu menantunya, mama Mila buru-buru menggendong Ayla dan membawanya keluar untuk dijemur.
"Nona Rheana bagus makan sayur ini, Den. Biar asinya lancar." Kata art di rumah Cakra.
"Bantu masakin ya, Bi." Pinta Cakra yang sedang menggoreng telur mata sapi saat ini.
Art itupun segera membuatkan sayur daun katuk untuk nona di rumah ini yang baru saja melahirkan.
"Cakra." Panggil Papa Wawan yang sudah rapi.
"Eh, Pa. Selamat pagi," sapa Cakra sopan.
"Kamu ngapain disana?" Tanya Papa Wawan heran.
"Masak, Pa. Aku mau buatin Rheana sarapan," jawab Cakra.
Papa Wawan terkekeh, tidak menyangka putranya akan melakukan ini semua demi istrinya. Jadi cinta Cakra untuk istrinya begitu besar.
"Mama mana ya?" tanya Papa Wawan yang tidak melihat istrinya.
"Keluar, Pa. Lagi jemput Ayla, katanya matahari lagi bagus." Jawab Cakra tanpa menatap sang papa.
__ADS_1
Papa Wawan manggut-manggut, ia pun segera keluar untuk melihat istri dan cucunya.
Satu jam berlalu, Rheana perlahan membuka matanya. Ia tidak melihat Cakra ataupun Ayla di sebelahnya, hal itu tentu saja membuat Rheana kaget.
"Astaga, jam berapa ini?!" Ucap Rheana bertanya-tanya.
Rheana turun dari ranjang, namun karena ia terlalu terburu-buru, membuatnya meringis kesakitan. Rheana lupa jika dirinya baru selesai melahirkan atau bagaimana.
"Awww." Ringis Rheana pelan.
Diwaktu yang sama, Cakra datang membawa nampan berisi sarapan. Ia terkejut melihat istrinya yang tengah menahan sakit.
"Hei, Sayang. Kenapa?" tanya Cakra meletakkan makanan di meja kemudian menghampiri istrinya.
Rheana menggeleng. "Nggak apa-apa, Mas. Tadi cuma nyeri sedikit," jawab Rheana jujur.
"Sini duduk." Ajak Cakra mendudukkan istrinya di pinggir ranjang.
"Mas, Ayla mana?" Tanya Rheana.
"Sama mama, lagi berjemur katanya." Jawab Cakra jujur.
Rheana menghela nafas, ia jadi tidak enak kepada mertuanya. Rheana bangun kesiangan, sampai mama Mila yang menjemur baby Ayla.
"Sarapan dulu ya, aku udah masak buat kamu." Tutur Cakra lalu mengambil makanan yang sudah ia buat.
"Kamu masak buat aku?" tanya Rheana dengan senyuman manis.
"Iya, Sayang." Jawab Cakra menganggukkan kepalanya.
Rheana terkekeh menatap makanan yang Cakra buat. Bukan apa, tapi makanan itu terlihat lucu dengan hiasan unik yang dibuat suaminya.
"Lucu banget sarapannya." Puji Rheana bahagia.
"Sama kaya kamu." Timpal Cakra terkekeh.
Rheana memeluk suaminya, ia bahkan mencium pipi Cakra untuk mengucapkan terima kasih atas kerja keras suaminya pagi ini.
"Makasih, Mas Cakra sayang." Ucap Rheana.
Cakra mencium bibir istrinya, membuat Rheana langsung mendengus.
"Aku belum gosok gigi, Mas." Cetus Rheana malu.
"Nggak apa-apa, tetap nagih." Sahut Cakra tertawa keras.
__ADS_1
DIHH PAPA CAKRA BISA AJA😅
Bersambung...............................