
"Kak Reyfan." Suara bergetar dari mulut Tiara sukses membuat Nath langsung menatap pria yang tampak lebih dewasa dan berwibawa dihadapannya.
Nath melihat setelan jas dan pakaian rapi itu jelas bukan barang murah. Mobil keren dan mewah itu juga jelas menunjukkan kasta pria bernama Reyfan ini jauh berada di atasnya.
"Hai, Ti. How are you?"
Ck! Pakai bahasa inggris segala! Batin Nath kesal.
Pria itu sekarang berdiri di depan Tiara, Reyfan bersiap merentangkan tangan dan berusaha memeluknya, "miss you."
Nath langsung refleks menarik Tiara semakin mendekat dengannya. Tak membiarkan pria itu memeluk wanita yang tengah mengandung anaknya.
Reyfan menatap tak suka. Kilatan amarah saat menatap Nath justru dibalas seringai mengejek oleh Nath. Bukan tanpa maksud, Nath ingin pria itu sadar bahwa Tiara bukanlah wanita yang bisa ia sentuh sesukanya.
"Siapa dia, Ti?" tanya Reyfan berusaha selembut mungkin.
Nath menatapnya sambil tersenyum kecil. Nath tahu Reyfan berusaha menutupi sifat aslinya.
"Dia ... " Tiara menatap Nath seolah meminta persetujuan.
Nath mengangguk kecil dan merengkuh bahu Tiara. Dimatanya, jelas terlihat Tiara merasa takut dan resah. Dan Nath tak tega, takut berdampak pada janinnya.
"Dia calon suamiku," lirih Tiara menatap Reyfan.
Reyfan tersenyum licik. "Jangan bohong, Ti. Tidak akan ada yang percaya. Semua juga tau, adikku masih di hatimu."
Tiara diam dan menunduk, dia bingung harus menjawab apa. Kenyataannya memang begitu, Reyga masih di hatinya.
"Dan aku pulang untuk menagih janji itu."
"Malam ini aku akan datang bersama kedua orang tuaku ke rumahmu," bisik Reyfan pelan.
"Persiapkan dirimu calon nyonya Reyfan Dirgantara," Reyfan menyeringai menatap Nath. Ia sengaja membalas apa yang Nath lakukan tadi.
"Dan ini, tolong singkirkan." Reyfan berusaha melepaskan tangan Nath di bahu Tiara.
"Dia tidak akan menikah denganmu." Nath semakin kuat merengkuh Tiara.
"Kita lihat saja. Siapa yang akan menang." Seringai tipis masih terlihat di wajah tampan pria itu.
Nath marah, karena Reyfan menganggap semua ini adalah pertarungan. Mendapatkan Tiara ia anggap persaingan. Dan Tiara juga dibuat geram karena seolah hanya dianggap barang taruhan oleh Reyfan.
Reyfan berbalik, hendak meninggalkan keduanya. Berjalan dengan angkuh menuju mobilnya.
"Saat di rahimku sudah ada anaknya, kamu bisa apa kak?" tanya Tiara penuh penekanan.
Ia terpaksa mengatakan ini agar Reyfan mundur dan tak terus berambisi untuk menikahinya.
Nath langsung membulatkan matanya. Ia tak menyangka Tiara mengakuinya di depan Reyfan.
Reyfan langsung berbalik dan menyerang Nath yang sedang dalam kondisi tak siap.
Bught...
__ADS_1
Bught...
"Aaahhhh."
Nath mendapatkan dua pukulan sekaligus membuat Tiara menjerit. "Berani-beraninya kau menyentuh apa yang harusnya jadi milikku!" Pekik Reyfan memancing perhatian semua orang.
Nath yang terhuyung kebelakang dan tersungkur di tanah. Tapi ia langsung bisa berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya. Rizal dan teman-temannya berlari mendekat.
Bught...
Bught...
Nath membalas membogem wajah Reyfan. "Terima saja kenyataannya!"
Reyfan tersungkur. Ia langsung bangkit dan mencengkeram kerah baju Nath. "Jangan ada yang ikut campur!" Peringatan Reyfan membuat Rizal dan teman-temannya mundur.
"Kak, lepaskan!" Tiara berusaha melepaskan cengkeraman tangan Reyfan di baju Nath.
"Kamu, melanggar janji, Ti." Reyfan berucap penuh penekanan, tapi matanya menatap tajam kearah Nath.
"Aku ... " Tiara terbata.
"Dia gak salah!" potong Nath.
"Iya! Dan semua salahmu!" balas Reyfan.
Keduanya terlihat menyimpan amarah dalam diri masing-masing. Nath berusaha menahan dirinya. Bagaimana pun ia tengah berada di tempat umum. Ia sebenarnya tak ingin menjadi tontonan orang-orang seperti ini.
"Aaahhhh!"
Braaakkk!
Sebuah mobil menabrak tubuh Tiara yang terlempar akibat didorong Reyfan. Tiara terpental satu meter di depan mobil yang mengerem mendadak. Untung saja mobil itu tak melaju terlalu cepat.
"Kak Tiaraaaa!" Pekikan Rizal berbarengan dengan terhempasnya tubuh Tiara diatas aspal.
"Tiaraaa!!!" Teriak Nath langsung berlari setelah melepaskan tangan Reyfan dari bajunya.
"Tiaaa!" Reyfan juga segera berlari.
Nath langsung memangku Tiara yang sudah terdapat darah segar di pelipisnya. Dan Nath lemas tak berdaya saat melihat celana jeans tiara perlahan terlihat rembesan cairan berwarna merah.
Anak kami. Ya Allah! Batin Nath.
"Zal, taxi Zal. Cepat! Cari taxi Zal." Perintah Nath pada Rizal. Nath sangat kebigungan saat ini. Ia harus apa? Ia harus bagaimana?
Rizal berdiri di pinggir jalan berusaha menghentikan mobil yang melintas guna meminta bantuan.
Nath mengangkat tubuh Tiara. Ia harus cepat membawa Tiara ke rumah sakit.
"Baang, perutku sakit." Rintih Tiara. Dunia Nath terasa runtuh dalam sekejap. Haruskah ia kehilangan janin yang belum ia akui di hadapan keluarganya?
Air mata Nath perlahan menetes. "Sabar, Ra. Aku akan melakukan yang terbaik. Bertahan Ra. Bertahan!" Tiara terkulai dalam gendongan Nath.
__ADS_1
"Cepat naik mobilku!" perintah Reyfan cepat. Pria itu sudah bersiap masuk ke mobil.
"Cepat! Kita gak punya banyak waktu!" Pekik Reyfan saat Nath tak bergerak sedikitpun.
Nath melihatnya dengan tatapan tak suka. Tapi ini bukan saatnya untuk mementingkan ego. Tiara jauh lebih penting di atas segalanya.
"Bantu buka pintu!" Perintah Nath pada siapapun untuk membuka pintu mobil Reyfan.
Rizal berlari dan langsung membantu Nath. Membuat bajunya terkena noda darah.
Nath mendekap Tiara. "Cepat, Fan!" bentak Nath.
"Sabar! Aku juga sedang berusaha!" Reyfan melajukan mobilnya cepat. Ia menekan klakson mobil berkali-kali demi mendapatkan jalan.
"Ssstt!" desis Tiara menahan sakit, tangannya memegang perut ratanya.
"Sebentar, Ra. Tetap sadar Tiara. Tetap sadar, ku mohon Ra." Nath memeluk Tiara dan telapak tangannya terus mengusap pipi wanita dalam pelukannya itu.
"Kalian harus baik-baik aja, Ra. Kalian harus selamat," bisik Nath tulus dari hatinya.
Reyfan memperhatikan Nath yang begitu terpukul, ia juga bisa melihat perdarahan dibagian bawah tubuh Tiara.
Dia benar-benar hamil? Dan aku menyebabkan mereka kehilangan anak itu. Batin Reyfan.
Reyfan mencengkeram setir. Ia geram pada dirinya sendiri. Reyfan sebenarnya tidak mencintai Tiara. Ia hanya ingin menjadikan Tiara sebagai istrinya, sesuai amanah Reyga dan keinginan bundanya.
Dan satu lagi, warisan yang Reyga tinggalkan. Beberapa aset yang bisa ia miliki hanya dengan satu cara, yaitu menikahi Tiara.
Jika ia tidak menikahi Tiara, maka aset itu akan dijual dan diserahkan ke panti sosial.
Reyga mendapatkan aset itu dari kakek pihak bundanya. Reyfan adalah anak sambung, yang dibawa ayahnya sebelum menikah dengan bunda. Ibunya sudah meninggal saat melahirkannya.
Untuk itu, Reyga punya warisan yang tak Reyfan miliki. Keduanya sebenarnya punya hubungan yang baik, tapi aset Reyga membuatnya buta dan haus akan kekayaan.
Ia ingin menjadikan Tiara sebagai jalan untuk meraih aset itu tanpa peduli tentang perasaannya dan perasaan Tiara. Baginya, kebahagiaan bisa di beli dengan uang.
"Fan! Lebih cepat!" Nath memekik geram karena Tiara sudah tak sadarkan diri.
Reyfan segera berbelok ke rumah sakit terdekat. Dan Tiara langsung di tangani dokter.
Nath menunggu di luar dengan ponsel di telinganya. Ia harus segera menghubungi Ezra dan memintanya untuk menghubungi orang tua Tiara. Bagaimana pun mereka harus tau keadaan Tiara.
"Nath!" Suara bariton yang membuat Nath melihat asal suara.
"Papa!"
****
Babak baru sudah di mulai.
semoga makin seru dan menarik untuk di baca 😁
Jangan bilang aku jahat 😂 plisss. Ini cuma kehaluan yang kadang suka diluar batas 😀
__ADS_1