EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 67 Tentang Cloudy


__ADS_3

Cloudy pergi meninggalkan restoran miliknya itu. Ia terus melajukan mobilnya. Padahal tas dan semua barang-barangnya masih ada dalam ruangannya di lantai 2 restoran. Hanya saja kunci mobil ada di kantong blazernya.


Cloudy menatap putranya yang sedang bermain robot-robotan. Aktivitas yang biasa ia lakukan saat sedang berada di dalam mobil.


Cloudy, selalu membawa El kemana pun ia pergi. Ia tidak bisa berpisah jauh dari balita berusia 3 tahunan itu. Putra yang ia dapatkan dari seorang pria yang tanpa sengaja mengahabiskan malam dengannya.


Empat tahun lalu, tepat di saat Nath secara terang-terangan mengakui Tiara sebagai istrinya. Dan saat itu pula Cloudy melihat sisi lain Nath yang ternyata romantis dan lembut saat berbicara.


Cloudy merasa harapan untuk mendapatkan Nath pupus. Ia patah hati hingga berhari-hari. Maju terus dan memaksakan diri hanya akan membuatnya kecewa, dia sadar akan hal itu.


Cloudy berusaha menghindar, tidak bertemu Nath untuk beberapa saat karena ia tahu hatinya belum siap untuk menghadapi kenyataan bahwa Nath sudah ada yang punya.


Cloudy yang diudang saat pesta ulang tahun di rumah temannya mendadak terbawa suasana. Ia ikut mabuk di rumah luas yang hanya ada beberapa orang muda-mudi yang merupakan teman dari si tuan rumah.


Hingga Cloudy berakhir di ranjang salah satu kamar bersama seorang pria tampan yang sempat berkenalan dengannya.


"Reyfan."


"Cloudy."


Dan semua mengalir begitu saja. Cloudy harus kehilangana keperawa*nannya malam itu.


Ia pergi sebelum subuh dengan tangis frustasi. Ia tidak meminta pertanggung jawaban karena ia takut mendapatkan makian sebab hal terlarang itu terjadi karena keduanya sama-sama mabuk.


Sebulan, Cloudy pergi mengasingkan diri di pulau Dewata. Dan bumi tempatnya berpijak mendadak terasa roboh seperti akan menenggelamkan tubuhnya.


"Aku... aku hamil?" Tangisnya pecah di kamar mandi dengan sebuah tespack bergaris dua.


Pagi itu ia nekat membeli tespack karena terlambat datang bulan serta mengalami beberapa ciri-ciri hamil muda seperti mual dan muntah.


"Hiks... hiks... hiks... mamaaaaa." Tangisnya pilu.


Ia adalah seorang anak tunggal korban broken home. Ibunya menjalankan bisnis yang diwariskan kakeknya, sehingga ia kurang perhatian dan bimbingan orang tua.


Ia juga kurang kasih sayang dari sosok ayah, karena ayahnya pergi dengan istri barunya sejak usianya 6 tahun.


"Clou, harus bagaimana, Ma?" Ia bermonolog dan mengelus perutnya. Ia terduduk lemas di closet di hotel tempatnya tinggal selama di Bali.


"Clou gak mau anak ini bernasip sama seperti Clou, punya papa tapi seperti gak punya."


Cloudy menyeka air matanya. Ia langsung mencari informasi mengenai Reyfan dari temannya yang berulang tahun saat itu. Tapi kabar yang ia dapat justru membuatnya semakin terpuruk.


"Wah, lo jangan cari si Reyfan deh, Clou. Dia itu udah di penjara gara-gara kasus penculikan."


"Lagian, lo kenapa nyari dia?" tanya teman Cloudy yang bernama Sisil itu.


"Eng... enggak apa-apa Sil. Penasaran aja, Wa dia gak pernah on line lagi soalnya."


"Udah dulu, ya. Thanks banget infonya."


Cloudy menatap kearah pusat kota dari jendela kamar hotelnya. Ia baru menemukan sebuah fakta baru lagi.


Menantu dari keluarga pengusaha A.A yaitu T.A menjadi korban penculikan R.D seorang putra pengusaha yang saat ini perusahaannya diambang kebangkrutan.

__ADS_1


Sebuah judul berita yang membuatnya penasaran. Dan akhirnya ia menemukan kebenaran bahwa Tiara, istri Nath yang diculik oleh Reyfan.


Cloudy memengang perut ratanya. "Dia gak boleh tau kalau ayahnya seorang penjahat," gumam Cloudy dengan air mata yang menetes di tebing pipinya.


"Gak ada yang boleh tau kalau aku mengandung bayi penjahat itu."


"Gak ada yang boleh tau!!" Jerit Cloudy. Perlahan tubuhnya merosot ke lantai. Ia duduk menunduk dan kembali mengusap perutnya.


"Kamu harus tetap hidup, sayang. Kamu harus sehebat bunda yang bertahan tanpa sosok papa."


"Kelak, kita harus bisa saling menguatkan. Bunda akan tetap jaga kamu sayang apapun yang terjadi, terlebih jika bunda harus melawan oma kamu sendiri." Cloudy sudah bertekat untuk tetap mempertahankan janinnya.


Akhirnya Cloudy memutuskan untuk pindah ke Bali. Melanjutkan kuliah sambil menunggu kelahiran putranya.


"Bubun angis?" suara El kecil membuatnya tersadar dari kenangan empat tahun silam.


Cloudy menghapus air matanya dan melebarkan senyum. "Bubun sedih, El ngumpet terus dari bubun," kilahnya.


"Maafin El ya bubun. El cayang bubun." El merentangkan tangan minta dipeluk. Tapi Cloudy tetap fokus pada jalan raya.


"Bubun masih nyetir sayang."


Cloudy melewati sebuah area pemakaman yang membuatnya teringat pada seseorang yang sangat ia sayangi.


"Kita lihat oma sebentar, yuk!" ajaknya pada El. Balita itu langsung mengangguk senang.


Cloudy mencari beberapa lembar uang yang ia simpan dalam pouch di dashboard mobilnya. Uang yang ia sediakan untuk keperluan parkir dan lainnya.


Karena dompetnya masih tertinggal di restoran, Cloudy menggunakan uang itu untuk membeli bunga dan air mawar di depan gerbang pemakaman umum.


Cloudy menggendong El di depan tubuhnya. Ia melewati banyak barisan makam. Dan matanya tertuju pada sepasang paruhbaya yang tampak menangis mengusap nisan di depan mereka.


Cloudy sempat melihat nama di nisan itu. Reyga. Nama yang bagus. Mungkin makam anak mereka.


Cloudy terus berjalan menuju sebuah makam yang masih baru dengan nisan bernama Mega Herawati. Ini adalah makam mamanya Cloudy yang meninggal belum 40 hari yang lalu.


Mama yang dengan lapang dada memeluknya erat saat menemuinya di sebuah apartemen di Bali. Saat itu mamanya diam-diam ingin menjemputnya. Dan saat itulah Mega tau kalau Cloudy tengah mengandung tanpa seorang suami.


Tangis pilu mereka tumpahkan. Tanpa ragu mamanya mengusap perut buncit dengan usia kandungan 8 bulan itu.


"Mama minta maaf, sayang."


"Mama terlalu sibuk, sampai kamu harus melewati ini sendiri."


"Mama sedang mempersiapkan segalanya untuk kamu. Dan sekarang bukan hanya kamu, tapi juga dia."


Benar saja. Mamanya tengah membangun kerajaan bisnis untuknya dan El. Mempersiapkan segala kemapanan dan masa depan untuknya. Sampai tidak memberi tahunya tentang penyakit kanker yang menyerang mamanya selama bertahun-tahun.


"Hai mama."


"Hai oma. El datang lagi," sapaan hangat dengan sedikit cadel khas anak kecil membuat Cloudy tersenyum tipis menatap putranya.


"Mama bahagia disana, ya. Clou akan tetap berusaha untuk kuat demi El, ma."

__ADS_1


Entahlah, jika dulu ia tidak mempertahankan El dalam kandungannya, mungkin saat ini ia akan benar-benar sendiri.


El memeluk Cloudy yang tengah menumpahkan tangisnya.


Bertemu Nath dan Tiara membuatnya takut. Ia takut jika Nath dan Tiara menyimpan dendam pada Reyfan dan akan membalaskan dendam itu pada putranya jika tahu El adalah anak Reyfan.


Selama ini Cloudy benar-benar tidak ingin mencari tahu soal Reyfan dan keluarganya lagi. Ia benar-benar menutup semua cela agar tidak ada yang tahu El adalah hasil hubungan satu malamnya dengan Reyfan.


Ia takut El tidak diakui dan itu lebih menyakitkan dibanding tidak memberi tahu keluarga Reyfan.


Dan ia justru lebih takut jika mereka mengambil El darinya. Terlebih membiarkan El tinggal dengan Reyfan si penjahat itu, ia tidak akan rela.


Bubun harus melindungi kamu sayang. Nath dan Tiara tidak boleh tau kamu anak dari siapa.


***


Rumah El Nath dan Tiara.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Nath hampir ke seratus kalinya saat Tiara belum juga terlelap meski mereka sudah hampir 2 jam naik ke ranjang.


Tiara menatap langit-langit. "Aku ketemu kak Cloudy, tadi." Nath tidak terkejut sama sekali.


"Kamu kok biasa aja, Bang?"


"Jadi aku harus bagaimana, sayang?" tanya Nath seolah itu bukan berita penting.


"Kaget kek. Tanya kek. Atau apa kek!" Tiara kesal.


"Gak penting juga, Ti. Siapa-siapa juga bukan."


"Tapi kan dia mantan kamu?" Tiara menelisik wajah suaminya. Mencari sesuatu yang ia duga ada yang Nath sembunyikan.


"Mantan apaan? Jadian juga enggak." Elak Nath cepat.


"Dia punya anak, Bang." Nath heran, mengapa Tiara seolah mempermasalahkan soal anak yang dibawa Cloudy tadi.


"Aku tau, " jawaban Nath membuat Tiara memicing curiga.


Nath langsung sadar ia salah bicara. "Ehm, gak sengaja ketemu di depan resto tadi."


"Kira-kira anak siapa ya, Bang?"


"Tentu anak suaminya, Ti." Nath mencubit pipi Tiara.


"Ck!" decaknya. "Tau bang, tapi siapa suaminya."


"Ya Allah, kepo amat nih bini." Nath membuka selimut yang menutup tubuh Tiara lalu menarik istrinya dalam pelukan.


"Dari pada mikirin anak orang, mending kita buat anak sendiri, Ti." Nath menyerang istrinya dengan ciuman di seluruh wajah.


Dan selanjutnya terjadi sesuai keinginan Nath.


***

__ADS_1


Belum terjawab kenapa El Nath nama anaknya?


Next bab akan kita korek ya 😂


__ADS_2