EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 81 Alvarendra season 4


__ADS_3

"Sudah siap, Sayang?" tanya Nath pada Tiara yang sudah memakai gamis berwarna senada dengan kemeja yang ia pakai.


"Siap dong," jawab Tiara semangat. Ia baru saja selesai memakai lipbalm demi menutupi bibir pucatnya. Di depan cermin rias, ia kembali memastikan penampilannya rapi dan tidak terlihat seperti orang sakit.


Saat ini keduanya sudah bersiap untuk menyambut tamu yang datang. Nath mengundang beberapa orang anggota keluarga untuk datang ke rumahnya melalui panggilan telepon.


"Bumil cantik happy terus ya sayang."


Nath berlutut dan menempelkan pipinya di perut rata istrinya. "Baby bubul harus sehat ya, Nak."


Tiara mengerutkan kening. "Baby bubul?"


Nath mendongak melihat wajah istrinya yang penasaran dengan kata bubul. "Baby bubul, baby bulu-bulu."


"Astagfirullah Abang!" pekik Tiara tak terima Nath menamai janinnya baby Bubul. Tiara menjauhkan wajah suaminya dari perutnya.


"Durhaka banget jadi Daddy! Namai anak Bulu-bulu!" Tiara merajuk. Wanita itu menekuk wajahnya dan menjauhkan tubuhnya dari Nath. Ia memilih duduk di tepi ranjang. Suaminya itu telah membuat moodnya berantakan.


"Hehehehe, kan karpet bulu jadi salah satu spot penting saat kita memproses dia sayang!" Nath masih bisa tertawa sementara Tiara sudah bersiap untuk meliburkan jadwal proses-memproses beberapa minggu ke depan sebagai hukuman.


"Lagi pula aku cuma bercanda, Ti." Nath mulai down karena Tiara tak peduli dengan tawa dan alasannya. Nath perlahan mendekati istrinya


"Jangan marah ya..." Nath berlutut dan memeluk kaki Tiara yang masih memasang wajah tak bersahabat.


Tiara diam untuk beberapa saat. Nath mulai merasa cemas karena jika Tiara masih badmood seperti ini sampai keluarga mereka datang, maka makan malam yang ia rencanakan akan seseram malam jum'at kliwon.


"Sayang..." Nath menggenggam tangan istrinya. "Janji gak panggil begitu lagi, Ti."


Tiara menghela nafas berat. "Jangan panggil Bayi bulu-bulu lagi!" Sebuah ultimatum dari Tiara.


"Kalau aku dengar abang panggil dia Bayi bulu-bulu lagi, Abang tidur di luar kamar ini!"


Duaarr!


Sebuah kalimat peringatan yang membuat kesejahteraan cacing besarnya terancam. Membuat kehangatan malam panjangnya akan berubah jadi malam kelabu.


"Iya... iya... sayang, janji!" Nath mencium tangan istrinya berkali-kali.


"Kalau Bubul boleh?" tanya Nath.


"Bubul lagi?" Tiara sudah membulatkan matanya.


"Eh, maksudku Bubul, bulat dan gembul," sahut Nath cepat.


Tiara diam sejenak. Nama bulu-bulu membuatnya sedikit takut, bukankan nama adalah doa. Bagaimana jika tubuh anaknya nanti akan berbulu saat lahir, huuh! amit-amit.


Bulat dan gembul, itu sepertinya doa yang bagus untuk anaknya. Sesuai keinginannya, ia mau anaknya lahir dalam keadaan sehat dan selamat.


"Huuh! Nanti, tunggu lahir baru boleh panggil baby Bubul."


Nath tersenyum senang. Ia segera memeluk Tiara. "Mommy Titi cantik, kesayangan Daddy ganteng!."


Tiara menatapnya jengah. "Pedenya gak pernah berkurang ya, Bang?"

__ADS_1


***


"Waalaikum salam." Sahut Nath dan Tiara saat rombongan Lintang dan Akhtar sudah sampai di rumah mereka.


Tak lama kemudian, keluarga Ezra datang disusul keluarga Ayah Satya dan tante Sora dan yang terakhir adalah keluarga ayah Zainal yang dijemput oleh supir di rumah ini.


Semua orang sudah berkumpul ruang keluarga. Duduk bersila diatas karpet karena meja makan di rumah ini tidak cukup untuk diisi semua orang yang datang.


"Ada acara apa, ini Nath?" tanya Akhtar tak sabar, karena ternyata Nath juga mengundang yang lainnya.


"Sabar sebentar, ya Pa." ucap Nath pelan.


"Heem..." Nath berdehem.


"Sebelumnya, terima kasih semuanya sudah hadir di rumah kami."


Nath menatap semua orang termasuk Shaka, Nair, Lovely dan Syakilla yang hadir disini.


"Nath dan Tiara hanya ingin memberikan oleh-oleh dari Sumbawa untuk kalian semua."


Semua orang menatap Nath tak percaya. Hanya untuk oleh-oleh ia mengumpulkan kerabat di weekday begini, dimana semua orang harus bekerja besok.


"Nath?" Akhtar menatap putranya yang punya tingkat kejahilan diatas rata-rata itu.


"Jangan mengambil waktu istirahat orang lain hanya demi kesenangan kamu, Nath!"


"Oleh-oleh apa lagi? Kamu masih bisa kasih ke kita semua diwaktu libur, Nath."


"Lihat! Kakak kamu capek! Baru pulang dari Surabaya." Akhtar menunjuk Zoya dan Ezra. Ia mulai kesal pada putranya.


"Disini, Nath ingin menyampaikan kabar bahagia."


"Oleh-oleh dari Sumbawa yang baru Nath terima pagi tadi."


Nath mengambil sesuatu di kantong kemejanya dan menunjukkan di depan semua orang.


"Akhirnya, the next Alvarendra season 4 akan segera rilis." ucap Nath bersemangat dan merentangkan 4 tespack serta sebuah foto hasil USG pagi tadi.


Kenapa season 4? Karena ini keturunan ke empat, setelah kakek Rendra, Papa Akhtar, Nath dan terakhir Baby Bubul.


Semua orang saling pandang. Masih belum percaya dengan apa yang mereka dengar dan lihat.


"Ti..." Nurul menatap putrinya yang tersenyum kecil. "Kamu hamil, Nak?"


Tiara mengangguk kecil. "Alhamdulillah, iya Bu."


"Alhamdulillah!" Seru semua orang kompak.


Nurul dan Zainal langsung memeluk putri mereka. "Selamat, Ti."


"Ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu dan calon cucu ibu."


"Putri ayah akan segera jadi ibu. Jaga baik-baik apa yang Allah titipkan padamu, Ti."

__ADS_1


"Selamat Nath!" Akhtar memeluk dan menepuk punggung Nath pelan. "Sudah membuktikan kalau keturunan Alvarendra, Joss gandoss!" Akhtar mengepalkan tangannya di udara sangking semangat dan bahagianya.


"Maaas!" Peringatan dari Lintang karena Akhtar berbicara tanpa filter sementara di tempat itu ada keluarga besannya.


"Heheheh..." Akhtar tertawa melihat istrinya yang menatapnya tajam.


"Joss gandoss!" Bisiknya lagi pada Nath. Putranya itu hanya bisa tertawa mendengar ucapan papanya.


"Selamat, Nath!" Sebuah pelukan hangat datang dari Nair. "Calon hot Daddy!" Nair tertawa.


"Sama-sama, Nair. Semoga urusan kamu lancar sampai akad nanti."


"Segera susul aku dan kita kasih mama papa cucu kembar beda ayah!" Ide Nath sangat luar biasa. Maksudnya kembar beda ayah adalah, anak mereka kelak akan terlihat kembar tapi berbeda ayah.


"Insyaallah," jawab Nair yakin.


"Tenang Nair. Benih Alvarendra pasti joss gandosss! Sekali lepas landas langsung sampe ke sel telur." Bisiknya pada Nair.


Dasar kelakuan. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Cocok sekali untuk disematkan pada Nath dan Akhtar.


"Selamat, Bro!" Shaka menjabat tangan Nath. "Semoga kali ini kembar lagi!"


"Cuma satu, Ka. Udah di cek tadi."


"Ah, masa? Dari penerawangaku kok kayaknya empat nih isinya." Shaka beracting memejamkan mata seolah bisa melihat dengan mata batinnya.


"Ah, dasar lu! Peramal abal-abal!"


"Ck!" Shaka berdecak saat Nath meletakkan telapak tangan besarnya di wajah tampan Shaka.


"Ramal jodoh kamu sendiri, Ka. Udah nyampe mana?" Sindir Nath pada sepupunya itu.


"Jodohku akan segera datang. Tenang aja."


"Diih! Punya pacar juga enggak!" Sindir Lovely-adiknya yang tengah mengucapkan selamat pada Tiara.


"Ih! Jodoh itu bisa datang tiba-tiba, Lov." Sahutnya cepat.


"Tapi jatuh cinta gak bisa tiba-tiba, Mas!" balas Lovely pada Shaka.


"Bisa! Siapa bilang gak bisa!"


"Oke! Kita lihat aja nanti!" Lovely tak mau kalah dari Masnya itu.


"Udah! Gantian!" Satya menarik keduanya untuk mundur. "Gantian sama yang lain!"


***


Kode untuk bang Shaka ???? 🤔


May be yess!


May be No! 😆

__ADS_1


jejak kalian di tinggal ya kak 😊


__ADS_2