EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 38 Sah


__ADS_3

"Naaaath!" teriak Bintang saat melihat adiknya itu malah jogging setelah sholat subuh. Nath memang tidak berlari mengelilingi komplek. Ia hanya berlari mengitari halaman belakang bersama Rion dan Nair.


"Bi, jangan teriak-teriak. Entar dedenya minta keluar, sayang. Kita kan mau lihat uncle nya nikah." Rion menghampiri Bintang yang berkacak pinggang dengan perut besarnya.


"Awas aja pingsan disana karena kecapekan. Jangan bikin malu keluarga, Nath!" Bintang tak peduli pada suaminya yang sedang berlutut memegangi perutnya.


"Sebentar, Kak. Nanggung 3 putaran lagi."


"Awas kalau kamu gak bisa ngucap kalimat kabul dalam satu tarikan nafas. Kakak jitak kamu di depan penghulu." Ancaman Bintang membuat Lintang dan Akhtar terkekeh pelan. Mereka sedang minum teh di dekat kolam renang.


Bintang emosi dibuatnya. Bukannya istirahat atau gugup seperti pasangan pada umumnya Nath malah bertingkah seolah tidak ada peristiwa apapun hari ini.


"Ini lagi! Ngapain sih?" tanyanya pada Rion yang memegangi perutnya.


"Aku lagi nutup kuping dedenya, Bi. Ini masih pagi tapi bundanya udah teriak-teriak. Kasian dia kebangun!"


Bintang memutar bola matanya, jengah. "Biar dia bangun, biar rajin, biar rezekinya gak di patok ayam."


Rion mencium perut istrinya. "Dede jangan khawatir ya... Ayah sedang mempersiapkan masa depan dede. Jadi gak perlu takut rezekinya dipatok ayam. Di sosor soang juga gak akan habis, ya Nak."


Bintang mau tak mau tertawa mendengar ucapan Rion pada calon anak mereka yang di perkirakan adalah seorang bayi perempuan.


Jam 9 pagi mereka sudah masuk ke dalam mobil masing-masing. Sebuah mobil box milik Bintang Lintang shop mengangkut kotak hantaran yang jumlahnya hampir 10 buah itu.


Semua keluarga pergi ke sana termasuk Zoya yang masih menggendong baby Zi dengan metode kanguru, keadaannya sudah sangat membaik sekarang karena itu Zoya ikut menghadiri akad nikah Nath. Ia juga ingin menyaksikan pernikahan adiknya itu. Meski harus pulang lebih awal karena baby Zi yang tidak mungkin berada di keramaian dalam waktu yang lama.


****


Tiara menatap bayangan dirinya di cermin rias. Ia tersenyum melihat wajahnya yang 180° berbeda dari biasanya meski hanya dengan make up natural.


Tiga hari lalu ia menghubungi Rara, mendadak ingin memakai hijab saat akad nikah nanti. Rara antusias mendengarnya, tapi Tiara meminta untuk merahasiakan ini. Ia ingin membuat Nath dan keluarga terkejut dengan tampilannya.


Rara segera mempersiapkan hijab yang pas untuk calon keponakannya itu. Kebaya yang memang sudah di desain tertutup membuatnya tak perlu mengubah apapun saat Tiara memutuskan untuk memakai hijab.


Sejak wajahnya mulai dirias, dua orang fotografer wanita sudah mengabadikan momen itu. Entahlah, ini pernikahan sederhana tapi kenapa semua dipersiapkan dengan begitu detail.


Bahkan diluar rumahnya dipasang tenda. Padahal ia tidak mengundang banyak orang. Bahkan Evelyn sahabatnya tidak bisa datang dan Ajeng sedang honeymoon di Paris.


Suara riuh dari ruang tamu menandakan Nath dan keluarga sudah datang. "Berdebar, Mbak?" tanya salah satu fotografer yang maaih berada di kamarnya.


"Lumayan." Ia tersenyum lebar.


"Biasa begitu, mbak. Saya sudah puluhan kali menjadi fotografer di kamar pengantin wanita, dan semua bilang berdebar."

__ADS_1


"Mbaknya jago juga sih, biasanya ada yang terus pipis sampai dipanggil ke depan penghulu." Tiara tertawa pelan.


Ada-ada saja. Tapi aku memang berdebar saat ini.


Tiara dipanggil keluar. Naura masuk dan segera menggandeng tangannya. Ia menuntun kakaknya dengan penuh kehati-hatian.


Ia keluar dan semua mata tertuju padanya. Semua orang terkejut melihat riasannya. Sebuah hijab segi empat yang ditata rapi dengan selendang putih dan mahkota kecil diatasnya. Pandangan orang-orang membuatnya semakin gugup. Ia berjalan menunduk dan langsung duduk disebelah Nath.


Lintang, dia merasa sebuah kebahagian kecil menyeruak di dalam hatinya saat melihat Tiara memakai hijab. Gadis itu terlihat sangat cantik di matanya.


"Ma, cantik banget. Bi sampai pangling," bisik Bintang pada Lintang.


"Ma, itu Tiara kan? Jangan-jangan bukan, Ma? Jangan-jangan dia kabur gak mau nikah sama, Nath?" bisikan Rion membuat Bintang meliriknya tajam.


Sudah jelas itu Tiara, hanya saja ia terlihat makin cantik. Bintang membuat Rion langsung diam tak berkutik.


Nath menatap Tiara sejak keluar dari kamar. Dia terpesona pada bidadari yang kini ada di sampingnya. Hatinya berdebar hebat.


Apa selama ini, sosok seperti ini yang aku cari? Wanita sederhana berbalut hijab? Batin Nath bertanya-tanya.


"Sudah siap? Kita mulai ijab kabulnya?" tanya penghulu dan semua setuju akad nikah dilakukan sekarang.


Penghulu sebelumnya bertanya pada kedua pasanga mengenai pernikahan ini. Apakah ada unsur paksaan atau tidak. Apakah keduanya benar-benar sudah siap untuk menikah.


Nath menjabat tangan Zainal, calon ayah mertuanya. "Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda El Nath Alvarendra bin Akhtar Alvarendra dengan putri saya Elva Tiara Puspita dengan mahar 20 gram emas putih dibayar tunai."


"Bagaiman saksi?"


"Sah."


"Alhamdulillah." Doa pernikahan dibacaka, kedua pasangan menunduk dengan menengadahkan tangan. Hal yang sama juga dilakukan semua orang yang ada disana.


Rasa haru seketika memenuhi ruangan yang serba putih ini. Lintang langsung memeluk Bintang dan Zoya karena rasa bahagianya. Nurul juga memeluk Naura, putri bungsunya.


Nath dan Tiara menandatangani dokumen pernikahan. "Disini," penghulu menunjukkan tempat dimana Tiara harus tanda tangan.


Selanjutnya, Nath menyerahkan mahar pernikahan. Emas putih yang tersusun di kotaknya dalam bentuk sebuah kalung dan gelang.


Setelahnya Nath memasangkan cincin kawin ke jari manis kiri Tiara. Cincin pertunangan sudah berpindah ke jari manis tangan kanannya. Tiara melakukan hal yang sama, memakaikan cincin di jari manis pria yang kini sah menjadi suaminya.


"Cium punggung tangan suami." Tiara dan Nath saling tatap. Terlihat kecanggungan diantara keduanya.


Tiara meraih tangan yang Nath ulurkan kearahnya. Tiara mencium punggung tangan Nath. "Tahan, sebentar," ucap seorang fotografer yang mengabadikan momen itu. "Ya. Bagus."

__ADS_1


"Sekarang cium kening istri."


Nath dan Tiara kompak membulatkan mata mereka kearah penghulu yang langsung terkejut karena reaksi keduanya sungguh diluar dugaan.


Jika pasangan lain akan malu-malu lalu melakukannya. Pasangan ini malah memelototi penghulu seolah akan menerkamnya.


Semua orang tertawa melihat pengantin aneh ini. "Malu, ya. Sebentar aja pak suami. Nanti menyesal karena tidak ada dokumentasi foto cium kening." Penghulu membuat semua orang mengulum senyum.


Nath dan Tiara menunduk malu. Keduanya tampak gugup. Tiara bahkan sampai mengepalkan kedua jemari tangannya sangking gugupnya.


Nath menghela nafas berat. "Sebentar aja," bisiknya pada Tiara.


Perlahan Nath mencium kening Tiara, sambil membacakan doa didalam hatinya. Doa yang malam tadi baru Nair ajarkan.


Kilatan lampu blitz kamera berkedip dari segala arah. Ternyata bukan cuma fotografer yang mengabadikan momen ini, tapi saudara kedua belah pihak ikut mengabadikannya.


Nath menjauhkan bibirnya dari kening Tiara, keduanya tersipu malu seiring teriakan cie dan siulan menggoda para tamu yang hadir.


Keduanya menyalami orang tua mereka. Isakan tangis kebahagian terdengar bersahut sahutan saat Nath dan Tiara bersimpuh di depan orang tua mereka.


Satu hal yang membuat Nath tersentuh. Ucapan ayah Tiara.


"Titip Tia ya Nath. Bimbing dia, dan perlakukan dia dengan baik. Ayah membesarkannya dengan penuh kasih sayang, dan ayah harap kamu juga bisa menyayanginya."


"Jika suatu saat nanti, kamu tidak lagi ingin bersamanya. Katakan pada ayah, ayah yang akan menjemputnya."


Nath meneteskan air mata detik itu juga. Ia merasa mengambil seorang putri dari ayahnya disaat mereka belum siap.


"Pasti ayah. Maaf membuat semuanya jadi seperti ini." Hanya itu yang mampu Nath ucapkan.


Aku akan berusaha membahagiakan putrimu, Yah. Dengan ikhlas kalian memberikan putri kesayangan kalian pada baj*ngan sepertiku. Aku harap bisa menjaga amanah ini.


***


Udah sah nih 😊😊


Tau aja ya papa Akhtar cari tanggal. Ngawinin anak pas musim hujan 😆😆😆😆


Jangan tunggu unboxing. Cacing besar alaska tak akan ketemu rumahnya.


Karena untuk apa unboxing kalau squishy aja udah bisa bikin Nath panas dingin 😂


Di novel ini belum ada ku sebut Cacing besar alaska sama squishy yak?

__ADS_1


Kalau di BUKTI CINTA UNTUK BINTANG ada yak pas di partnya Nath 😂😂


Sekalian promo 😘


__ADS_2