EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 83 Reyfan dan Cloudy


__ADS_3

Tengah malam, Nath menggeliat dan meregangkan tubuhnya. Ia meraba ranjang di sebelahnya dan satu hal mengejutkan ia rasa. Tiara tidak ada di sisinya.


Nath langsung terduduk. Ia perlahan menerjapkan mata dan melihat sekeliling.


"Kemana dia?" gumam Nath.


Ia segera turun dari ranjang dan mencari istrinya di kamar mandi. "Gak ada?" ucapnya saat ia membuka pintu kamar mandi dan tidak menemukan istrinya disana.


"Ti..." Panggilnya.


Di sofa juga tidak ada. Nath yang sedikit panik langsung keluar dari kamar. "Ti..."


"Tiara...." panggilnya sepanjang anak tangga.


Semua lampu di rumah ini sudah mati tanda tidak lagi ada asisten rumah tangga di sini. Asisten rumah tangga akan tidur di kamar paling belakang dekat ruang cuci pakaian. Nath terus turun ke bawah.


"Apa mungkin?" gumamnya saat melihat lampu di dapur menyala.


Nath berjalan pelan menuju dapur karena ia yakin istrinya ada disana. Dan ia menggeleng lemah saat melihat Tiara duduk di depan kulkas yang pintunya terbuka lebar.


Kulkas setinggi tubuh istrinya itu memang penuh dengan makanan. Ada makanan sisa makan malam tadi dan ada makanan yang memang siap di santap kapanpun. Seperti susu, yougurt, potongan buah, salad dan banyak lagi.


Kali ini Tiara duduk di depannya menyuapkan es krim rasa stroberi dalam kemasan cup. Ia memakan dengan lahap tanpa terlihat mual sama sekali.


Nath takjub melihat istrinya yang sangat rakus itu. Pagi tadi hingga siang, Tiara terus muntah. Malam tadi ia masih mual tapi tidak sampai muntah dan tengah malam ini, Tiara seperti orang yang kalap melihat makanan sebanyak itu di depannya.


"Ti..." Nath duduk di sebelah istrinya.


Tiara menatap suaminya, ia terkejut dan langsung berhenti makan. Ia meletakkan cup itu di lantai. "Aba...ng."


"Kamu lapar?" tanya Nath mengusap rambut istrinya.


Tiara menggeleng. Ia tidak lapar karena saat makan malam, ia makan cukup banyak.


"Jadi, ngapain disini? Itu makan apa?" tanya Nath pelan. Ia tahu mood Tiara mudah berubah.


"Tiba-tiba pengen makan es krim." Tiara menunduk seperti bocah yang ketahuan orang tuanya sedang mencuri kesempatan untuk makan es krim.


Nath tertawa pelan. "Masih mau makan es krim lagi?" tanyanya karena es krim dalam cup itu masih tersisa setengah.


Nath mengambil cup itu dan menyuapkan sesendok kecil pada istrinya. Tiara berbinar. Ia membuka mulutnya senang.


"Lain kali, kalau mau apapun, bilang ke aku, Ti."


"Kamu malam-malam keluar kamar sendirian, gak takut?" tanya Nath sambil terus menyuapkan es krim ke mulut istrinya.


Tiara menggeleng. "Enggak."


Nath tersenyum. "Anak daddy, pemberani banget yaaa." Nath mengelus perut istrinya. Tiara tersenyum melihat perlakuan Nath padanya.


"Habis!" Nath menunjukkan cup es krim yang sudah kosong itu lalu melemparkannya ke keranjang sampah di dapur itu.

__ADS_1


"Mau makan apa lagi, Sayang?" Nath melihat isi kulkas.


"Udah. Sekarang maunya tidur." Tiara segera berdiri dan mengulurkan tanganya pada Nath.


Nath meraih tangan istrinya dan membawanya ke kamar setelah sebelumnya meminta Tiara untuk minum air putih terlebih dahulu.


Di kamar, Tiara langsung masuk dalam pelukan Nath. Ia menghirup aroma tubuh suaminya itu dalam-dalam.


****


Pagi harinya, Nath terbangun dan lagi-lagi tidak menemukan Tiara di sebelahnya. Ia langsung menuju kamar mandi dan benar saja, ia menemukan istrinya itu sedang berdiri di depan waahtafel.


"Muntah lagi, Ti?"


Tiara menggeleng. "Cuma mual aja, belum muntah." Tiara membasuh mulutnya dengan air.


Nath mengusap rambut Tiara dan memeluknya dari belakang. "Jangan ke BL shop, Ti. Dan jangan keluar rumah dulu."


"Aku khawatir sama kamu." Nath mendekap tubuh istrinya itu. Ia menumpukan dagunya di kepala Tiara.


"Terima kasih mau bersusah payah demi memberikan keturunan untukku."


Tiara menatap bayangan mereka di cermin. "Masih terlalu pagi untuk buat istri abang ini mewek." Tiara tertawa kecil.


"Lebih baik Abang mandi, ya... sebentar lagi masuk waktu subuh."


Nath mengangguk. Ia tahu, Tiara tidak akan mandi, tapi akan tetap ikut sholat.


****


Meeting dilakukan di sebuah restoran yang tak jauh dari kantornya. Restoran yang sama, yang pernah ia datangi bersama Tiara. Ia datang bersama beberapa orang staff terkait dalam proyek ini.


Mereka datang berenam, dan langsung diarahkan ke ruang vip di lantai dua.


Dan seorang wanita berpakaian rapih, mengenakan rok span dan blazer berwarna coklat muda membuat Nath terpaku. "Cloudy?" gumamnya.


Pandangan mata keduanya bertemu dan sama-sama menunjukkan raut wajah terkejut.


Nath tidak menyangka kalau klien mereka adalah Cloudy. Dan Cloudy juga tidak menyangka kalau ia memilih jasa konstruksi dimana Nath bekerja disana.


Sebenarnya tidak ada masalah apapun diantara keduanya, namun ada rasa canggung yang sulit di jelaskan, terlebih Cloudy yang harus waspada karena mungkin saja Nath sudah tahu bahwa putranya juga bernama El Nath. Suatu kenyataan yang akan menimbulkan banyak pertanyaan.


Nath dan Cloudy mencoba bersikap profesional. Dan meeting berjalan lancar.


Nath tidak akan kembali lagi ke kantor, karena jam kerjanya sudah usai. Ia memilih memesan beberapa menu makanan untuk dibawa pulang.


Ia memilih duduk di salah satu kursi sambil menunggu pesananya. "El..." Suara lembut terdengar jelas di telingnya.


"El?" gumam Nath. Ia melihat sekeliling mencari sumber suara.


"El Nath! Udah dong mainnya! Bubun buru-buru sayang!" Nath melihat dengan jelas Cloudy berjalan berusaha mengejar balita yang tempo hari Nath lihat tengah di gendongnya.

__ADS_1


Dan yang membuatnya sangat terkejut adalah nama yang Cloudy sebut. "El Nath?" bisiknya pelan. Ia heran kenapa nama anak itu adalah El Nath. Itu anak siapa? Apakah anaknya Cloudy?


Cloudy mencoba menangkap bocah kecil itu. Bocah itu berlari dan menabrak kaki seseorang. Cloudy mematung dan Nath ikut mematung saat melihat pria berkemeja navi itu.


"Reyfan?" gumam Nath pelan.


"Reyfan?" Cloudy bergumam bersamaan dengan Nath.


Keduanya saling pandang saat sama-sama mendengar mereka mengucapkan nama yang sama.


Nath kenal Reyfan?


Cloudy mengenal Reyfan?


Sementara pria bernama Reyfan itu langsung menggendong El kecil. "Hai jagoan!" ucapnya pada balita yang tersenyum menatapnya.


Cloudy memutus pandangannya dengan Nath. Ia segera berjalan cepat dan mengambil El dari gendongan Reyfan. Kilatan amarah jelas terpancar di wajah Cloudy. Dan ekspresi penuh rasa bersalah terlihat jelas di wajah Reyfan.


Nath memperhatikan ketiga orang di depannya. Ia melihat Cloudy seolah tak suka anaknya di gendong Reyfan. Sementara Reyfan menatap bahagian melihat El kecil.


Ada hubungan apa diantara mereka? Batin Nath.


"Ayo sayang, kita pulang sekarang!" ajak Cloudy dengan mata berkaca pada putranya. Cloudy membawa El kecil keluar dari restoran sementara Reyfan buru-buru menyusul di belakangnya.


"Clou, please! Give me a chance!" Ucap Reyfan mengejar Cloudy.


Kesempatan apa yang Reyfan minta? Mungkinkah mereka punya hubungan spesial? Tapi sejak kapan? Bukankah Reyfan selama ini dipenjara? Sejak kapan ia bebas? Batin Nath bertanya-tanya.


****


Makin seru atau makin bosen nih? 😊


Makin kesini makin banyak yang mau kalian tahu kan?


Tentang siapa jodoh shaka?


Tentang kelanjutan kisah Naira dan Nair.


Tentang Cloudy dan Reyfan.


Tentang Nath dan Tiara juga.


Satu-satu ya...


Target emak, akhir bulan akan selesai semuanya.


Shaka, kayaknya bakal emak buka lapak baru 😁


Nair mungkin akan muncul di sini sebagai Season 2 atau sekedar bonus Chapter. Emak belum tahu pasti, lihat nanti berapa banyak kerangka bab yg bisa emak tulis.


Pokoknya ditunggu ya guys 😁

__ADS_1


__ADS_2