EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 66 El Nath?


__ADS_3

Siang ini, setelah mengunjungi BL Shop yang tidak ada kendala apapun dalam hal pengiriman dan lainnya, Tiara memutuskan untuk mengisi perutnya di salah satu restoran mewah.


Ia dan Nath sudah janjian untuk makan siang bersama disalah satu restoran dekat kantor Nath.


Tiara datang 30 menit lebih cepat dari jam makan siang suaminya karena ia akan lebih dulu memesan makanan agar saat Nath datang nanti, mereka tak perlu lagi menunggu.


Setelah memesan makanan, Tiara pergi ke toilet. Dan saat keluar dari toilet, seorang balita berlari melewatinya dan berhenti, lalu berdiri di depan tubuhnya.


Balita berjenis kelamin laki-laki itu tertawa pelan sambil meletakkan telunjuk di bibirnya.


"Ssst! El cembunyi dulu tante. Minjem bajuna," ucap bocah itu pelan sembari melebarkan gamis Tiara untuk bersembunyi.


Tiara berdiri mematung saat balita itu berdiri tepat di depanya, memegang sisi gamisnya lalu mengintip kearah belakang tubuhnya.


"El Nath, sayang!"


Deg!


Jantung Tiara rasanya nyaris melompat keluar saat mendengar suara lembut seorang wanita memanggil nama suaminya dengan nada sedikit manja. Tiara langsung melihat sekeliling, mencari suaminya dan wanita yang memanggil nama Nath.


Dugaan terburuk langsung masuk dalam otaknya. Tiara sekilas berfikir Nath sudah datang dan tanpa sengaja bertemu selingkuhannya disini.


"El, bubun capek sayang. Udah dong, mainnya."


Tiara merasa suara yang semakin membuat jantungnya berpacu hebat itu terdengar semakin dekat.


Tiara melihat kebelakang dan matanya membulat sempurna saat melihat wanita yang memakai rok pencil berwarna hitam dengan atasan blazer berwarna senada.


Cloudy? Itu Cloudy kan? Ya, itu Cloudy, aku masih mengingat wajahnya dan masih mengenal suaranya.


"El Nath! Bubun marah nih?" Cloudy melihat sekeliling seoalah mencari seseorang.


El Nath? Itu nama suamiku kan? Dia manggil bang Nath? Atau kah ada El Nath yang lain.


Cloudy perlahan mendekati kearah Tiara. Ia hanya bisa diam mematung karena balita di depannya enggan menyingkir.


"Bubun cari El, hihihi... Ssstt! tante antik jangan bilang bubun ya," ucapan balita itu membuatnya menunduk.


Bubun? Jadi dia yang di cari Cloudy? Dan mengapa namanya El Nath?


Tiara menyimpan banyak pertanyaan. Apakah saking cintanya dengan Nath, Cloudy sampai menamai anaknya dengan nama El Nath?


Apa ia frustasi karena cintanya tak terbalas, maka ia mengadopsi bayi dan memberinya nama El Nath?


"Sayang! Gak boleh sembunyi lagi dari bunda ya."

__ADS_1


Tiara terkejut dari lamunannya saat mendengar suara Cloudy. Cloudy bahkan sudah berlutut di depannya menghadap balita bernama El Nath itu.


"Lihat, nih. Tantenya sampai gak bisa bergerak gara-gara kamu. Minta maaf sayang." El dan Cloudy kompak menatap Tiara.


Cloudy menunjukkan wajah terkejutnya. Seperti maling yang ketahuan mencuri nama suami orang untuk ia sematkan menjadi nama putranya.


"Maaf Mbak," ucap Cloudy cepat pura-pura tak fmengenal Tiara.


Ia segera menggendong El dan meninggalkan Tiara. Ekspresinya berubah 180 derajat. Dari yang tersenyum dengan wajah keibuan, kini berubah tegang dan ketakutan.


Tiara semakin curiga. Otaknya terlalu cepat memikirkan hal buruk.


*Apa itu anak bang Nath? Bisa aja kan mereka berdua ... Ck! Tapi gak mungkin!


Tapi... kalau Cloudy dulu pernah menjebak bang Nath dan bayi itu lahir, bagaimana*?


Tiara berjalan lebih cepat dan menarik lengan Cloudy. "Tunggu, kak!" ucap Tiara sambil menahan Cloudy agar ia tidak pergi.


"Saya sudah minta maaf!" Ucap Cloudy dengan wajah marah.


"Bu... bukan begitu kak. Aku yakin kakak mengenalku, kak." Kalimat Tiara membuat Cloudy membuang muka melihat arah lain.


"Aku tidak kenal," jawabnya tanpa melihat wajah Tiara.


"Kak, kamu kak Cloudy kan?" tanya Tiara yakin.


Tiara menatap balita dengan rambut hitam lebat yang terpotong rapi itu. Matanya jernih, hidungnya mancung dan alisnya tebal. Tiara melihat bocah itu sekilas mirip dengan orang yang ia kenal. Tapi siapa?


"Saya permisi, dulu!" Cloudy hendak melangkah, tapi Tiara kembali menahan tangannya.


"Kenapa harus El Nath kak?" tanya Tiara sedikit pelan, sebenarnya hatinya sedikit terluka karena biar bagaimana pun Cloudy pernah mencintai suaminya meski tak terbalas.


Dan nama El Nath jelas menunjukkan betapa besar rasa cinta itu.


"Bukan urusanmu. Bukan hanya satu orang yang bernama El Nath di dunia ini!" Cloudy terburu-buru meninggalkan Tiara.


Tiara belum puas dengan jawaban yang ia dapat. Ia menatap punggung wanita yang tengah menggendong anaknya itu.


Dan El kecil menatapnya sambil melambaikan tangan. "Dada tanteee."


Tiara terpesona dengan keramahannya. Tiara terpesona dengan senyum lebarnya. Ia pernah melihat senyum itu, tapi di wajah siapa?


Ini bukan urusannya, tapi sangat mengganjal di hatinya. Membuat rasa penasaran mendorongnya untuk mencari tahu.


Tiara kembali ke mejanya, menunggu Nath datang. Dan tak lama kemudian, pelayan mengantarkan makanan yang sudah ia pesan sebelumnya.

__ADS_1


***


Disisi lain, Nath baru saja memasuki area parkir restoran mewah tempatnya dan Tiara akan makan siang bersama.


"Bugh" Nath di tabrak seorang wanita yang sepertinya sangat terburu-buru.


"Eh, sorry." Wanita yang menggendong anak itu langsung mundur selangkah dan menatap Nath.


Wajah terkejut ditampilkan keduanya. Cloudy yang tidak ingin lagi bertemu Nath, pria yang ia cintai dan kagumi sejak beberapa tahun lalu langsung berusaha menghindar.


"Cloudy?" Sapa Nath saat mengingat wajah yang lama tidak pernah ia lihat lagi.


Semenjak terang-terangan Nath mengakui Tiara adalah istrinya dan semenjak Nath rutin memposting kedakatannya dengan Tiara, Cloudy menghilang bak ditelan bumi.


"Sorry, gue buru-buru." Cloudy langsung berjalan dengan cepat menuju mobilnya. Membuka pintu mobil dan mendudukkan El di kursi sebelahnya.


Nath langsung masuk ke restoran. Ia berjalan tanpa beban. Kembali bertemu Cloudy setelah hampir 4 tahun lamanya tidak pernah bertemu, tidak berpengaruh apapun bagi Nath.


Terlebih saat Cloudy menggendong balita sekitar 3 tahunan membuatnya yakin, Cloudy move on darinya dengan sangat cepat.


"Hai sayang, lama menunggu?" Sapa Nath duduk di depan istrinya.


Tiara tersenyum kecil. "Belum." Memang belum lama ia duduk di kursi itu.


Bang Nath baru masuk dan Cloudy baru saja keluar. Apa mungkin mereka bertemu? Batin Tiara.


Tiara menunggu Nath bicara. Jika benar ia bertemu Cloudy, Nath pasti akan bercerita. Dan menurutnya, jika tidak bertemu, Nath tidak akan cerita.


"Kita mulai, makan siangnya?" tanya Nath.


Tiara menghela nafas. Berarti Bang Nath gak ketemu Cloudy di depan.


Nath tertawa pelan. "Kenapa buang nafasnya begitu banget, sayang?" tanya Nath.


"Enggak, Bang. Gak apa-apa. Ayo makan!"


"Nanti!" Ucap Nath tegas. Ia tahu Tiara sedang tidak baik-baik saja. Ia sudah hafal betul dengan semua sikap dan sifat istrinya ini.


"Kamu kenapa, Ti? Ada masalah di BL Shop?" Tiara menggeleng.


"Di toko?" Tiara menggeleng lagi.


"Ada komplain dari reseller atau costumer?" tanya Nath masih mencari jawaban atas kegelisahan yang menurutnya sedang Tiara rasakan.


"Enggak. Nanti aku cerita di rumah, ya."

__ADS_1


Nath mengangguk. Percuma dibujuk jika Tiara sendiri belum siap untuk bercerita.


__ADS_2