EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 86 Meminjam uang


__ADS_3

Reyfan keluar dari restoran dengan menyimpan banyak pertanyaan. Mungkinkah ia bisa mencari informasi mengenai putra Cloudy dari Nath dan Tiara? Tapi bagaimana mungkin ia mendapatkannya, jika Tiara saja takut saat melihatnya? Dan ancaman Nath jelas tidak main-main.


Ia melajukan mobilnya menuju rumah. Seminggu ini ia terus datang ke restoran tapi tidak menemukan hasil apapun.


Cloudy tidak bisa ia temui, begitu juga El. Balita yang tampaknya tak pernah lagi datang ke restoran itu.


Reyfan masuk ke dalam rumah. Rumah lama mereka, sisa-sisa kejayaan ayahnya dulu. Salah satu harta yang masih tersisa dari efek kebangkrutan yang menimpa perusahaan ayahnya empat tahun silam.


Perlahan keluarga ini bangkit, memulai bisnis kecil-kecilan yaitu membuka toko kain dan perlahan mulai menginvestasikan kembali uang mereka ke perusahaan yang sedang berkembang.


Reyfan, selama keluar dari penjara, ia tidak bekerja. Ia tidak punya rasa percaya diri akan diterima di manapun meski hanya sebagai cleaning servise mengingat track record nya yang merupakan mantan narapidana.


"Kalau gak punya kerjaan, seenggaknya jangan menghamburkan uang, Rey!" Suara Rendi-ayahnya membuatnya terkejut. Reyfan langsung mencium punggung tangan ayahnya yang terlihat sedang duduk memegang Tab di sofa ruang tamu.


"Assalamualaikum, Ayah!"


"Waalaikumsalam." jawab Rendi acuh. Semenjak di penjara, Rendi merasa kecewa pada putranya. Ia sangat menjaga jarak sejak Reyfan berada dibalik jeruji besi. Bahkan hingga kini, ia masih bersikap acuh pada putranya.


Reyfan duduk si sofa di depan ayahnya. Ia sudah meminta maaf berkali-kali namun sepertinya rasa kecewa itu jauh lebih besar.


"Ayah, Reyfan mau bicara."


"Heem... Katakanlah." Tangan dan mata Rendi masih terfokus pada layar Tab nya.


"Rey mau minjem uang ayah." ucapnya agak ragu.


Rendi langsung menatapnya. "Berapa dan untuk apa, Rey?" tanya Rendi penasaran.


"Kamu mau buka usaha?" tanya Rendi lagi.


Reyfan menggeleng. "Untuk ..."


"Untuk tes DNA, yah!"


Rendi terkejut. Sama halnya dengan Reni-bundanya yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan mereka saat berjalan mendekat dengan membaca dua cangkir teh.


Awalnya Reni membuat dua cangkir teh untuknya dan suaminya. Tapi karena ada Reyfan, ia berniat memberikanya pada putra sambungnya. Ia berharap ayah dan anak itu bisa mengobrol seakrab dulu.


"Tes DNA siapa, Rey!" bentak Rendi tak habis fikir melihat putranya yang selalu mencari masalah.


Reyfan diam. Ia berusaha menyusun kalimat untuk mengutarakan niatnya yang sudah ia mantapkan dalam hati karena ia harus membuktikan sesuatu.


"Rey pernah melakukan kesalahan, Yah. Empat tahun lalu."


Keduanya masih menyimak. Reni saat ini duduk disamping suaminya.


"Rey pernah melakukan kesalahan dengan merenggut kehormatan seorang gadis."


"Reyfan!" Bentak Rendi marah.


"Kamu baru keluar dari penjara dan sekarang mau kembali berulah!" Rendi seperti kehabisan stok kesabaran untuk putranya.


"Ayah, sabar dulu. Biarkan Rey menyelesaikan ceritanya, Yah!" Bunda Reni berusaha membuat Rendi tenang.


"Dan minggu lalu, Rey kembali bertemu wanita itu, Yah. Ia menggendong seorang anak laki-laki berusia sekitar 3 tahunan." Mata Reyfan berkaca kaca.

__ADS_1


"Rey merasa ada sebuah ikatan entah apa antara Rey dengan anak itu, Yah."


"Dan Rey berusaha menemui mereka. Tapi wanita itu menolak. Dia menjauhkan putranya dari Rey."


"Rey yakin itu anak Rey, yah!" Reyfan menyeka air matanya.


"Rey ingin diam-diam melakukan tes DNA pada anaknya untuk membuktikan kalau anak itu adalah putra Rey." Reyfan terisak.


Suasana berubah hening. Rendi dan Reni mencoba mencerna apa yang Reyfan katakan. Mencoba menahan amarah agar tidak terjadi hal yang tidak mereka inginkan.


Rendi menghela nafas. "Lalu, jika terbukti itu anak kamu, kamu mau apa? Dan kalau itu bukan anak kamu, kamu akan melakukan apa?"


"Kalau itu anak Rey, Rey akan bertanggung jawab, Yah. Karena sepertinya wanita itu belum menikah."


"Kalau anak itu bukan anak Rey, dan merupakan anak adopsi, Rey juga akan berusaha bertanggung jawab jika dia mau menikah dengan Rey."


"Dan kalau dia gak mau, seenggaknya Rey gak dihantui rasa bersalah, Yah."


Rendi diam. "Lalu, apa kamu tidak merasa bersalah pada mendiang adikmu dan Tiara serta keluarganya, Rey?"


"Reyfan sudah bertemu Tiara, Yah. Tapi sepertinya dia masih trauma. Dia ketakutan saat melihat Rey."


Rendi tertawa sinis."Jelas! Kelakuan kamu ke dia sudah sangat keterlaluan, Rey!"


"Ayah..." Reni menggeleng lemah, memperingatkan suaminya bahwa menertawakan Rey adalah hal yang salah.


"Minta maaf padanya."


"Pasti, Yah. Rey akan datang ke rumah keluarganya. Rey mau berubah, Yah."


"Rey akan berusaha menebus dan memperjuangkan kata maaf dari orang yang pernah Rey sakiti, Yah."


"Satu lagi." potong Rendi. "Jangan sekali kali kamu dibutakan oleh harta."


"Iya ayah."


****


Rumah El Nath.


"Pokoknya abang tidur diluar!" ucap Tiara kesal saat masuk kedalam kamar.


"Ti..." Nath masih berusaha membujuk istrinya yang ngambek karena masalah di mobil.


"Abang!" Pekik Tiara saat Nath berjalan mendekat. "Jauh-jauh!" usir Tiara menggerakkan kedua tangannya, memberi isyarat Nath untuk menjauh.


"Abang minta maaf. Abang sengaja gak cerita karena khawatir kamu ketakutan dan lagi pula, abang yakin Reyfan bukan ancaman lagi untuk kita."


"Dia bebas juga karena remisi masa tahanan sayang. Itu artinya dia berkelakuan baik disana."


Tiara duduk di ranjang memunggungi suaminya. Persis seperti anak kecil yang merajuk karena tidak di belikan es krim.


"Ayolah, Ti."


Tiara turun dari ranjang dan langsung masuk kedalam kamar mandi. "Tia mau mandi dulu. Ngobrol sama shower lebih menarik daripada lihat muka abang!"

__ADS_1


Nath menghela nafas berat. Tubuhnya lemas dan langsung berbaring di ranjang karena tidak berhasil membujuk istrinya.


"Gini amat yak menghadapi bumil." gumam Nath menatap langit-langit kamar.


"Kak Zoy dulu begini gak sih?"


"Kak Bi .... Ah, dia pasti seperti ini. Aku masih ingat, dulu dia menyuruhku menghabiskan satu porsi besar nasi briyani." Nath mengingat moment dimana ia harus makan nasi briyani disalah satu retoran mewah. Dan Tiara juga ikut bersama mereka.


"Sabar, Nath. Demi baby Bubul kamu harus kuat!" Nath menyemangati dirinya sendiri.


"Ini baru bulan pertama, masih ada delapan bulan lagi yang menanti."


"Huuh!"


Makan malam keduanya juga berlangsung dingin. Tiara hanya makan sedikit karena rasa mual yang tiba-tiba datang. Tidak ada candaan dan obrolan yang memancing tawa.


Nath hanya menambah stok kesabarannya saat ia harus pasrah tidur di sofa. Itupun dengan tawar menawar yang berlangsung sengit.


Awalnya Nath diminta untuk tidur diluar kamar, tapi ia menolak dengan alasan tidak ada yang menjaga Tiara jika ia tidur diluar.


Akhirnya ia mendarat sempurna di sofa bersama sebuah bantal dan selimut yang baru ia ambil dari lemari.


Nath memejamkan matanya. Ia sulit tidur tanpa memeluk tubuh mungil istrinya itu. Ia bahkan berkali-kali mengubah posisi tidur demi mencari kenyamanan.


Hal yang sama juga Tiara rasakan. Ia bisa melihat suaminya juga tampak gelisah. Tiara ingin Nath tidur disampingnya, tapi ia gengsi untuk memintanya langsung.


Nath yang sulit tidur dengan posisi kaki yang ditekuk karena ukuran sofa lebih pendek dari tubuhnya akhirnya memilih tidur di karpet bulu di atas lantai.


Tengah malam, Tiara yang memastikan Nath tertidur pulas perlahan berjalan mendekat dan menyelinap masuk dalam pelukan Nath. Ia ikut tidur di karpet yang terbentang didepan tv di dekat sofa itu.


Ia menghirup aroma tubuh suaminya dan perlahan matanya terpejam. Ini yang ia butuhkan untuk bisa tidur nyenyak.


Nath yang merasakan sesuatu menempel dengan tubuhnya perlahan membuka mata dan melihat wanita yang ia cintai sedang memeluk tubuhnya.


Nath tersenyum kecil. Ia kembali memejamkan mata memeluk istrinya.


Selamat tidur, sayang. Batin Nath.


***


Hai semuanya...


Mampir yuk ke karya baru emak. Dukung emak disana.😊


Ngajuinnya sejak sebulan lebih dan baru lolos sekarang 😂


Emak nyoba ikut lomba yang muda yang bercinta guys... 😊


Jangan lupa mampir ya guys 😚


Cari di profil emak ya..


semoga suka 😊


El Nath akan tetap up tiap hari kok 😊

__ADS_1



__ADS_2