EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 71 Membongkar aib


__ADS_3

Nath dan Tiara duduk di plaminan menatap ke depan, melihat semua tamu undangan yang hadir. Keduanya mengembangkan senyum.


"Ternyata begini rasanya jadi raja sehari, Ti."


"Terima kasih untuk hal luar biasa ini, Bang," gumam Tiara.


Nath menatapnya dan mengangguk. "Hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu, sayang."


"Persiapan yang sempurna," puji Tiara pada suaminya.


"Ada orang-orang hebat di belakang layar, sayang." Tiara faham, Nath tidak mungkin melalukan ini sendiri. Pasti ada WO yang kerepotan dan ada keluarga yang direpotkan.


Acara ini dipandu dua orang MC. Siapakah mereka? Mereka adalah Shaka dan Syakilla.


Perpaduan tepat antara putra bunda Una dan putri tante Sora, membawa acara ini kian dipenuhi tawa.


Candaan dan kalimat-kalimat yang tidak formal membuat acara ini jauh dari kata membosankan.


Sebuah video di putar di layar besar di sudut ruangan. Video berisi perjalanan cinta Nath dan Tiara.


"Hadirin semuanya, inilah perjalanan cinta di buaya komplek dengan penunggu rumah baca," ucap Shaka direspon tawa kecil tamu yang hadir.


"Nath dan Tiaraaaa," lanjutnya. Tepuk tangan hadirin menggema keseluruh ruangan.


Slide foto muncul satu persatu. "Ini momen dimana bang, Nath melamar Tiara."


"Aduuh, adem banget sih, lihat kak Tiara." Puji Syakilla.


"Hooh, jadi pengen cari yang satu server sama dia," balas Shaka.


"Siapapun kamu, tolong dong mendekat! Shaka udah nungguin kamu buat dihalalin, nih."


Satya menggeleng pelan mendengar ucapan putranya. "Anak kamu, Kak. Selalu begitu. Ada-ada aja tingkahnya," bisik Bunga di telinga suaminya.


"Udah mendarah daging, sayang."


"Ini adalah momen ijab kabul mereka empat tahun lalu," ucap Syakilla. Semua orang memang sedang fokus melihat layar.


Akad nikah Nath dan Tiara memang membuat penasaran banyak orang. Termasuk rekan kerja Nath. Mereka fokus melihat slide demi slide foto yang di tampilkan.


"Syakilla, you know! Ini momen cium kening pertama kali antara Nath dan Tiara, loh," ucap Shaka saat foto Nath mencium kening Tiara untuk pertama kalinya setelah akad nikah selesai.


"Hahaha, kelihatan banget, Ka. Mukanya tegang ya, kayak jemuran emak. Hahahah."


Tawa tamu hadirin menggema. Nath dan Tiara juga ikut tertawa.


"Wah, ini foto romantis di kebun teh."


"Kagak takut kepatok ular, Nath?" Cibir MC minim akhlak bernama Shaka itu.


"Ini moment Nath ngantar Tiara ke kampus, kayaknya," ucap Syakilla.


"Iya, Sya. Beruntung banget buaya komplek dapet cewek kayak Tiara ya."


"Cantik, baik, pinter, gak matre lagi."


"Zaman sekarang, gak matre gak hidup ya, bang Shaka."

__ADS_1


"Iya Sya. Tapi Tiara nih hebat banget loh. Mau sama sepupuku yang yaaaa... wajah pas-pasan. Dompet beeeh, isinya cuma ktp sama stnk doang. Naik motor butut pula."


"Itu pun warisan kakaknya," potong Syakilla. "Hahahahah."


"Tiara? Aku mau tanya. Kamu gak rabun kan?" Pertanyaan Shaka kembali memancing tawa.


"Bongkar terus aibku!" Teriak Nath tak terima. "Bongkar sampai ke akar!"


Tiara hanya tertawa mendengar kata-kata MC yang menurutnya tidak salah.


"Maaf Nath, kita bicara fakta." Shaka mengangguk sopan pada Nath. "Kak, Bi," sapa Shaka pada Bintang yang duduk di meja depan.


"Motornya warisin ke aku dong. Kali aja, juga nemu yang tulus."


"Huuuuuuuu...." Orang-orang di meja depan bersorak. Dan Shaka terkekeh.


"Hadirin semua." Shaka kembali terlihat serius.


"Kalau ada yang mengatakan rezeki sudah tertakar dan jodoh takkan tertukar. Percayalah, kalian bisa melihat dari pasangan ini."


"Kenapa begitu bang Shaka?" tanya Syakilla pada rekannya itu.


"Karena saya sudah berusaha nikung, ibuuuukkk." Shaka pura-pura menangis, mengusap air matanya. "Tapi mereka tetap menikah. Hu... hu... hu..."


Semua orang kembali tertawa.


"Waahh... gak di sepertiga malam sih doanya."


"Hiks... hiks... hiks... saya doa dipertigaan depan komplek, buuuk."


"Dia bawa Tiara pake baling-baling bambu soalnya. Jadi gak lewat darat."


****


Sebelum acara bebas, tamu dipersilahkan bersalaman dengan Nath dan Tiara. Salaman yang diiringi dengan lagu romantis yang dinyanyikan oleh band pengiring. Siapapun yang ingin berfoto juga di persilahkan.


Ethan menjabat tangan Nath. "Congrats, Bro! Udah 4 tahun aja."


"Makasih!" lanjutnya menepuk lengan atas Nath.


"Untuk?" tanya Nath.


"Untuk membuat Tiara bahagia. Seenggaknya alkohol dariku gak sia-sia." Ethan melepas jabatan tangannya dan terbahak.


"Sialan, lu Set an."


"Gabungin aja kali, Nath. Gak usah pake spasi segala." Ethan menangkupkan tangannya di dada saat berhadapan dengan Tiara.


"Setan." gumam Nath.


"Nah, lebih enak di dengar." Ethan tertawa lagi sampai akhirnya Marisa mecubit pingangnya.


"Selamat Tiara, semoga maaf yang kamu beri untukku, jadi kebagiaan tidak terputus untuk kalian."


"Amin... Terima kasih, bang Ethan."


"Sama-sama, Ti. Semoga kamu betah menghadapi sahabatku yang satu ini."

__ADS_1


Ezra dan Zoya serta Zidane naik ke plaminan. "Selamat Mommy Titinya anak-anak." Zoya memeluk Tiara.


"Semoga empat tahun terus berulang hingga puluhan kali, sampai akhir kehidupan."


"Amin, kak. Terima kasih."


"Hai sayangnya, Mommy." Sapa Tiara pada Zidane. "Baby kangoroo nya mommy sehat-sehat ya sayang!" Tiara mencium keponakan yang tengah di gendong oleh Ezra itu.


"Zi sayang Mommy." Kecupan di pipi Tiara terasa begitu lembut.


"Mommy lebih sayang, Zi," balas Tiara dengan mata berkaca. Zidane memang lebih dekat dengan Nath, tapi ia tidak menduga Zidane mengucapkan kalimat yang mampu membuatnya terenyuh.


"Selalu bahagia, Tiara."


"Makasih bang!" Mata Tiara sontak berkaca-kaca saat Ezra ada dihadapannya. Biar bagaimanapun Ezra adalah orang yang juga paling melindunginya dan siap pasang badan demi dirinya.


"Happy anniversarry, Ti..." pelukan hangat Bintang Tiara terima dengan senang hati. Ia melewati Nath begitu saja. Ia lebih tertarik memeluk adik iparnya itu.


"Semoga pernikahan ini membawa kalian sampai ke surga."


"Amin kak."


"Nath! Bahagiakan dia!"


"Siip kak."


"Nath! Buktikan kehebatan kecebongmu!" kalimat Rion membuat Bi menatap tajam suaminya itu.


"Heheh... pengen lihat dia bergadang gendong bayi, sayang." Kilah Rion.


"Kita mau dua kali loh. Dia sekalipun belum."


"Doain bulan depan langsung otw ya, Bang." Ucap Tiara tulus.


"Oh... so pasti, Ti. Langsung isi tiga malah dalam doaku."


"Amit-amit, Yon. Emang istriku kucing."


"Loh, bukan ya? Lakiknya kucing garong begini, kirain bininya juga kucing," balas Rion dengan ekspresi paling menyebalkan di mata Nath.


"Ayo! Kalau gak segera turun, kalian agak akan selesai sampai W.O bongkar plaminan." Bintang menarik tangan suaminya.


"Selamat Tiara. Kalau bandel liburin jatah, yaaa." Sempat-sempatnya Rion mengatakan itu pada Tiara.


"Selamat, Bro!" Langit menyalami Nath.


"Thanks Bro!" Nath memeluk Langit. Dia lah pria yang juga berjasa dalam hidup Nath.


Langit selalu bisa membantu Nath untuk menjual desainnya. Langit juga sebagai tempat Nath untuk belajar dan sharing banyak hal. Mengenai pekerjaan, bahkan hal mengenai kehidupan berumah tangga.


"Siap honeymoon?" tanya Langit.


Nath membulatkan matanya. "Free?" tanyanya memastikan liburan itu gratis atau tidak.


"Iya, ke monas," Langit terkekeh kecil.


Nath cemberut. "Kesana jalan kaki juga sampe, om."

__ADS_1


__ADS_2