EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 69 Kejutan


__ADS_3

Nath sedang sibuk mengirim pesan chat pada seluruh keluarga yang ia undang tanpa sepengetahuan Tiara.


Menyampaikan beberapa hal penting seperti warna outfit yang harus mereka kenakan malam itu.


Berbagai pesan masuk ia terima yang isinya rata-rata sedikit dibumbui omelan.


πŸ“© Tante Rara


Kamu mau bikin tante pingsan, Nath? Semua keluarga bakalan minta tante yang mempersiapkan pakaian mereka. Kamu bener-bener, ih! Gak bisa apa pake baju bebas aja?


Nath tertawa membaca balasan pesan tante Rara. Ia hanya membaca tanpa berniat membalas sama sekali.


Defini orang paling menyebalkan, right?


Rara memang orang yang punya andil besar dari setiap acara yang di selenggarakan keluarga Lintang dan Akhtar.


Desainer sekaligus pemilik butik ternama itu memang selalu totalitas dalam mempersiapkan outfit seragam di setiap acara. Dan kali ini, ia harus ekstra sibuk karena ulah keponakannya itu.


πŸ“©Kak Bi tersayang πŸ’•


Perasaan, kamu yang mau kasih surprise, tapi kenapa jadi kami yang repot, Nath?


πŸ“©Rion Ipar Lucknut


Gue mau pake semv*ak sama tanktop Bi. Salfok-salfok dah bini, lu! 😈😈


Balasan Rion membuatnya menahan tawa setengah mati. Rion memang selalu sulit di atur dalam hal seperti ini. Padahal Nath juga punya andil besar mensukseskan lamarannya dulu.


Dulu, Nath harus menggiring dan menyembunyikan tamu yang hadir agar Bi tidak melihat mereka datang. Dan sekarang, hanya karena pakaian, Rion tidak ingin ikut andil. Tapi Nath tidak peduli, karena kak Bi pasti bisa menangani suaminya itu.


Nath gatal untuk tidak membalas. Akhirnya balasan paling menyebalkan yang ia tulis.


Pake aja, palingan dipecat jadi mantu sama papaπŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›


πŸ“© Ethan Jelmaan Sethan


Dasar Biang repot!


πŸ“©Kak Zoya terlopeh πŸ’•


Modali kita beli dresscode dong! Enak banget maunya gratisan mulu!


Nath membalas dengan senyum mengembang.


Kakak kan lebih tajir 7 tingkat di atasku. Gak malu minta gratisan sama anak bawang πŸ˜…


πŸ“©Bang Ezra


Dari zaman lamaran sampe nikah dan ini mau anniv masih juga gratisan ya, Nath? Terlalu banget!


Nath terkekeh pelan, abang ipar sekaligus manusia yang ia anggap paling normal diantara seluruh keluarganya saja bisa memberi balasan seperti itu.


Tapi bukan Nath namanya jika ia merasa tersindir. Apa pedulinya, sekali-sekali ini.


πŸ“©Om Langit Gue


Anniv tuh ajak bulan madu, Nath! Bukan malah recokin orang begini!


Modalin honneymoon ke Maldives dong om! Balasnya sambil tergelak.


Pengen banget disembur raja sableng. Hahahaha. Batin Nath.


πŸ“©Om Langit

__ADS_1


Boleh, asal pas jadwal Tiara datang bulan!


Kan, kan, balasannya pasti selalu menyakitkan begini. Buat apa ke sana kalau pas Tiara datang bulan. Batin Nath.


"Bang...," panggil Tiara pada suaminya yang tengah tiduran di atas ranjang sementara dirinya tengah berkutat dengan laptop di depannya.


"Ehm..." Hanya deheman yang menjadi sahutan Nath.


"Laptopku kenapa, nih? Kok mati, ya." tanyanya karena laptopnya tiba-tiba mati. Laptop tua yang menemaninya sejak kuliah dulu.


"Beli baru aja, sayang. Udah butut banget itu." Jawab Nath masih dengan senyum-senyum membalas pesan.


"Ck!" Tiara berdecak kesal karena Nath masih terus fokus pada ponselnya.


Tiara berbalik dan menatap suaminya. "Kenapa senyum senyum gitu? Chat sama siapa, Bang?" tanyanya penasaran. Karena tidak biasanya Nath begini.


"Sama..." Nath mikir sebentar. "Sama Ethan." Jawabnya lagi dan notifikasi terus berbunyi.


"Ada berapa orang Ethan yang nge-chat kamu?" tanyanya marah, karena jika hanya Ethan, tidak mungkin notifikasi seramai itu. Bahkan tidak berhenti sejak beberapa menit lalu.


"Haa!" Nath belum paham maksud istrinya.


"Siniin hp kamu!" Tiara mengengadahkan telapak tangannya meminta ponsel Nath. Ia bahkan sudah berdiri di samping ranjang.


"Enggak. Enggak! Bukan apa apa, sayang!" Nath menolak memberikan ponselnya. Ia malah bergeser hingga ke pinggir ranjang menjauh dari istrinya.


Tiara memicing curiga. "Kasih gak?" ancam Tiara.


"Bukan apa-apa sayang. Beneran deh, Ethan sama Rion ini." Nath menunjukkan room chat dengan nama Ethan diatasnya.


"Katanya laptop kamu mati. Pakai laptop ku aja." Nath menawari istrinya.


Tiara berfikir sejenak. Pekerjaannya jauh lebih penting saat ini. Soal suaminya, terserah saja.


Palingan dia chat dengan grup pria pria sableng. Batin Tiara.


"Dimana, laptop abang?" tanyanya.


"Tuh!" Tunjuk Nath di meja dekat sofa yang letaknya masih di kamar ini. Ia meletakkannya di sana setelah pulang bekerja.


Tiara berjalan menuju meja yang Nath tunjuk. Ia membuka tas dan mengambil laptop suaminya itu.


Ia hendak mengancingkan kembali resleting tas itu tapi gerakannya terhenti saat ia melihat kotak sedikit panjang.


Tanpa ragu, Tiara mengeluarkan kotak itu dari tas suaminya. Kotak beludru berwarna dongker itu membuat Tiara penasaran.


Ini kotak apa? Untuk siapa dan dari siapa? Apa ini dari selingkuhannya atau malah untuk selingkuhannya.


Kepala Tiara rasanya hampir mendidih. Dengan langkah tegap ia berjalan mendekati suaminya yang masih memegang ponsel dengan kedua tangannya. Jemari besar itu tak ragu menari di atas layar ponsel membalas setiap pesan yang masuk.


Selesai mengirim pesan pada keluarganya, ia beralih pada teman kantornya. Hanya beberapa orang, yang sangat dekat dengannya.


"Bang!" panggil Tiara dengan suara datarnya.


"Heem..."


"Bang!" Teriaknya kencang.


Nath sampai terkejut. "Astaghfirullah, Ti. ada apa say...ang." Kata sayang semakin terdengar melemah karena Nath melihat Tiara membawa kotak beludru warna dongker yang sengaja ia simpan di tasnya.


"Ini apa, bang?" tanya Tiara dengan suara bergetar.


Dia terharu atau curiga? Dia mau nangis, nih! Batin Nath bingung.

__ADS_1


Nath bingung, Tiara hampir menangis karena terharu atas benda itu atau curiga Nath akan memberikannya pada orang lain?


"Itu kotak." Nath masih bingung, ia masih mencoba menebak situasinya.


"Iya! Punya siapa?" Bentak Tiara karena Nath terlihat tidak ingin menjelaskan apapun.


"Punyaku ..."


Tiara lemas, ia bergeser duduk di tepi ranjang. Ia curiga ini untuk selingkuhan suaminya.


*Selama ini hubungan kami baik-baik saja. Apa mungkin bang Nath punya wanita lain dalam hidupnya.


Kemarin Cloudy dan sekarang benda ini. Kenapa semakin kesini, banyak sekali kejutan dalam pernikahan kami.


Semakin kesini, kenapa rasa percayaku sangat diuji, ya Allah*.


"Ti...." Nath mengusap lembut bahu Tiara yang mulai bergetar.


Astaga! Bagaimana ini? Anniv nya masih 2 hari lagi. Iya kali, kadonya aku kasih sekarang. Lagian beg* banget sih, kenapa bisa lupa kadonya ada disitu. Batin Nath.


Tiara menatap wajah, Nath. "Abang bosan sama Tia, Bang?" tanyanya sedikit ragu.


Nath menggeleng. Ia meraih kotak itu dari tangan Tiara. "Gak pernah ada kata bosan, sayang."


Nath menghapus air mata istrinya dan menyelipkan anak rambut di belakang telinganya.


Saat di kamar dan hanya berdua dengan Nath, Tiara memang tidak pernah memakai hijabnya


"Kamu terbaik, Ti."


"Kamu terhebat."


"Kamu tidak akan tergantikan."


"Aku mencintaimu...."


"Sangat mencintaimu." Nath mengecup kening Tiara.


Ia perlahan membuka kotak itu. "Sebenarnya ini hadiah anniversarry untuk kamu, Ti."


Tiara membulatkan matanya. Nath terkekeh. "Tapi surprisenya 2 hari lebih cepat."


"Hehehehe... Gak apa-apa, ya."


Nath merentangkan kalung dengan liontin yang menggantung tepat di depan wajah Tiara.


Lalu Nath memasangkan kalung itu melingkarkan tangannya di leher sang istri.


"Selamat hari jadi ke empat, dua hari lagi sayang." Nath terkekeh.


"Terus disampingku dan menualah bersamaku."


Tiara menatap liontin yang sangat indah itu. "Cantik," ucapnya sambil tersenyum menatap wajah suaminya.


"Terima kasih untuk 4 tahun yang luar bisa ini, Bang."


Luar biasa, mereka sama-sama sibuk dengan kuliah tapi mereka tetap tidak memberi celah untuk orang ke tiga.


Mereka sama sama sibuk, dan waktu sesenggang mungkin mereka gunakan dengan sebaik-baiknya untuk dinikmati bersama.


"Terima kasih untuk semua dukungan, bimbingan dan kesabaran tak terbatas itu."


"Terima kasih untuk hati yang tak pernah berpaling ini." Tiara meletakkan telapak tangannya di dada Nath.

__ADS_1


"Terima kasih untuk kebahagiaan dan rasa nyaman yang sangat luar biasa."


"Aku juga mencintaimu, sangat." Tiara mengecup singkat bibir suaminya.


__ADS_2