EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 95 Time Passed so quickly


__ADS_3

Tiara duduk menghadap jendela besar di kamarnya. Ia melihat halaman belakang yang terlihat lebih bagus dibanding beberapa bulan lalu dimana sudah ada gazebo dan beberapa lahan untuk tanaman hidroponik yang Nath rawat saat pagi dan sore hari, sebelum dan setelah pulang bekerja.


Tiara mengusap perut ratanya dimana ada bekas operasi caesar yang belum mengering disana. Luka yang masih terasa perih dan nyeri saat ia terlalu banyak bergerak.


Tiara beralih pada dinding kamar dimana tergantung sebuah figura besar yang berisi beberapa foto sekaligus.


Tiara melihat foto pertama, dia tersenyum. "Gerbang pertama rumah tanggaku dan abang," gumamnya menatap foto saat Nath dan keluarga datang melamarnya.


Tiara kembali menampilkan senyum diwajahnya. "Sebulan kemudian, kita menikah." Dia bermonolog menatap foto kedua.


Foto ketiga, Ia memejamkan mata. Mencoba mengingat rasa dimana Nath memberinya kejutan berupa pesta anniversarry yang ke empat. "Sebuah kejutan termanis yang pernah abang berikan."


Foto keempat, Maternity shoot saat kehamilannya menginjak usia tujuh bulan. Ia kembali mengingat momen itu. Momen dimana ada beberapa orang baru yang datang dalam keluarga mereka.


Flashback on


Maternity Shoot di rumah Nath.


"Siap bumil cantik?" tanya Ethan yang bersiap mengabadikan momen kehamilannya. Pria tampan yang sudah standby dengan kameranya itu berdiri di dekat Tiara yang tengah duduk di depan perias yang menyapukan blush on sebagai sentuhan terakhir di wajahnya.


"Siap dong." Tiara sudah bersiap dengan gaun serba putih. Senada dengan dekorasi yang Ethan dan kru siapkan disalah satu sudut ruangan di rumah ini.


Sebagai bentuk cinta dan rasa khawatir Nath yang berlebihan, ia hampir memindahkan satu studio om Josep ke rumahnya hanya untuk maternity shoot. Ia tidak ingin Tiara kelelahan saat harus seharian di studio foto milik orang tua Ethan itu.


Jika bukan karena sahabat, Ethan rasanya tak akan menuruti kemauan Nath.


"Nath?" tanya Ethan yang melihat Nath terus menatap wajah istrinya dengan duduk bersandar di kursi malas.


"Sejak sejam yang lalu, Se Than!" Nath memang sudah standby sejak sejam lalu karena ia hanya perlu mengganti pakaiannya dengan kemeja dan celana putih. Rambutnya hanya perlu disisir sedikit dan semua itu hanya perlu waktu 15 menit.


"Jangan bad mood abang!" peringatan dari Tiara. Mood Nath yang buruk bisa saja juga berpengaruh padanya.


Nath menggandeng Tiara dan membawanya pada set yang sudah di sediakan. "Mana mungkin marah saat ada malaikat di hadapanku."


"Hooek!" Ethan pura-pura muntah. "Ngegombalnya dipending dulu bang-ke!" Nath terkekeh mendengar kata yang Ethan ucapkan untuk membalasnya.


"Saatnya kita ambil gambar. Sebentar lagi jam makan siang. Kasian kru yang datang tepat waktu tapi kliennya belum siap. Dan jadwal molor semolor-molornya!" Ethan merepet seperti emak tiri Cinderella.


"Biasa Than, kayak gak tau aja aktivitas paling ni*kmat pas pagi-pagi." Candaan Nath membuat Tiara menatapnya tajam. Semua kru bahkan menahan senyum mendengar omongan Nath yang lebih condong ke hal negatif.


Memang benar yang Ethan katakan bahwa keduanya baru saja selesai mandi saat krunya tiba di rumah mereka.


Tiara sudah siap dengan sayap putih terbuat dari bulu angsa yang dipasang dibelakang tubuhnya.


"Kita mulai!" Perintah Ethan dan semua kru bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Ada yang mengatur cahaya hingga membantu mengarahkan Nath dan Tiara.


"Bang, pake efek angin-angin gitu bisa gak?" tanya Tiara. "Biar gaunnya kayak terbang gitu!"


"Nanti kamu masuk angin, Sayang!" penolakan Nath secara halus.


"Oke Siip! Bumil emang niat banget buat photoshoot. Idenya udah disiapin sendiri." Jawaban Ethan yang justru bertolak belakang dengan Nath.


"Than!" Nath meminta Ethan menolak permintaan Tiara hanya dengan tatapan matanya.


"Gak usah lebay, Nath! Itu cuma butuh waktu gak lebih dari 10 menit."

__ADS_1


"Tapi..." Nath mencoba untuk memberikan alasan lain.


Ethan mendekati Nath karena kru tengah mengatur posisi Tiara untuk berdiri di tengah tempat yang mereka set seperti di atas awan itu.


"Turuti Nath, dari pada moodnya hancur." bisik Ethan pada Nath. "Sepuluh menit, aku janji."


Nath adalah suami yang overprotektif semenjak Tiara jatuh saat menolong putra Cloudy dulu.


Semua berjalan sesuai prediksi Ethan, tidak ada kendala apapun karena Nath hanya diminta diam dan menuruti arahannya.


"Ikut foto sama mommy!" Queen tiba tiba datang bersama Zidane dengan Rion yang berjalan di belakang keduanya dan dibelakang Rion ada dua baby sitter bocah-bocah itu.


Bintang dan baby Prince sebenarnya juga ikut tapi mereka memilih menunggu di bawah, sebab baby Prince tengah tertidur pulas.


"Queen? Zidane?" Nath kaget karena keduanya ada disini sekarang.


"Jangan sok kaget!" Ucap Rion sinis. "Siapa yang pamer mau photoshoot ke anak-anak?" tanya Rion sebal karena akibat ulah Nath ia harus menjadi korban kerewelan anak-anak.


Zoya dan Ezra sedang mengurus pekerjaan yang sama sekali tidak bisa ditinggalkan. Jadilah ia harus mengatasi dua bocah sekaligus.


"Heheh, sorry!" Nath hanya bisa tertawa melihat wajah kesal Rion.


"Hai baby-babynya mommy. Mau ikut foto juga?" tanya Tiara yang sedang istirahat.


"Iya dong!" Queen dan Zidane menjawab kompak.


"Bang Ethan, sekalian ya!"


"Huuh!" Ethan menghembuskan nafas berat. "Oke. Oke." Dia tidak tega menolak permintaan ibu hamil dan dua bocah yang sangat menggemaskan itu.


Sore hari photoshoot dilakukan disudut lain rumah Nath. Tepatnya di atas balkon kamar mereka. Masih dengan gaun berwarna putih, sesuai warna kesukaan Nath dan Tiara.


"Kau bidadari jatuh dari surga dihadapanku, Eeaakk!" Lagu yang Shaka lantunkan dihadapan Tiara hanya untuk memancing amarah Nath. Padahal ia baru saja datang tapi sudah jadi perusuh.


"Enak aja. Ini punyaku!" Sambar Nath cepat. Ia memang tengah bersandar di kursi dan mengelus perut besar istrinya. Tiara hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah mereka yang seperti bocah.


"Pelit banget sih! Cuma nyanyi doang elah!" Ejek Shaka pada sepupunya itu. Shaka ikut duduk bersama mereka.


"Siapa Ka?" tanya Tiara menunjuk seorang gadis dengan matanya. Gadis yang tadi berjalan di belakang Shaka saat masuk ke ruangan ini.


Shaka melihat gadis itu sekilas lalu memintanya untuk mendekat.


Gadis itu menerima uluran tangan Tiara. "Tiara," ucap Tiara dengan senyum mengembang.


Gadis itu ikut tersenyum walaupun hampir tak terlihat. "Syafa."


"Ka, Sst!" Panggil Nath sedikit berbisik.


"Apa?" sahut Shaka.


"Itu yang... ayah Satya..."


"Iya," jawab Shaka cepat saat Nath belum menyelesaika pertanyaannya.


"Cocok sih kalau ku lihat!" kalimat Nath membuat Shaka mencebikkan bibir.

__ADS_1


"Assalamualaikum." Suara salam dari arah tangga membuat semua orang menoleh.


"Waaahhh! Ini dia pasangan yang harus jadi panutan," ucap Ethan menyambut kedatangan Nair dan wanita disampingnya.


Ethan langsung menyalami dan memeluk Nair erat. "Akhirnya perjuangan yang ah...! Panjaaang dan sulit di jelaskan!" Ethan memeluk bahu sahabatnya itu.


"Alhamdulillah, Than!" balasnya sambil tertawa.


Shaka dan Nath memilih untuk duduk di karpet bersama Ethan dan Nair.


"Kesana aja, gak apa-apa. Ngobrol sama Tiara," bisik Nair pada wanita yang datang bersamanya sambil menunjuk Tiara yang duduk di sofa. Wanita dengan hijab syar'i itu mengangguk dan tersenyum lembut.


"Kak Naira! Apa kabar kak!" Tiara memeluk wanita itu dengan senyum mengembang. Wanita yang menikah dengan kembaran suaminya itu memang sangat cantik.


"Alhamdulillah, baik. Cantik banget, Ti." ucap wanita itu lembut melihat Tiara dari atas ke bawah.


Keduanya memang sudah peenah bertemu sebelumnya. "Alhamdulillah. Terima kasih kak."


Semantara di sofa yang sama seorang gadis sedang memperhatikan keduanya. Naira ikut menyalami gadis berambut kecoklatan itu.


"Udah lama kenal sama Shaka, Sya?" tanya Tiara lembut.


Gadis yang terlihat cuek dan memasang wajah datar itu menggeleng pelan. "Belum, kak."


Tiara dan Naira tersenyum, keduanya memang tidak tahu apapun tentang Shaka dan Syafa.


Tiara bahkan merasa kaget saat Nath seolah tahu sesuatu soal gadis ini. Dan ia juga membawa-bawa nama ayah Satya.


Flashback off


"Syafa dan kak Naira," gumam Tiara pelan sambil tersenyum.


"Dua gadis dengan kisah cinta yang tak kalah luar biasa dariku."


"Semoga bahagia selalu datang pada kita semua." Doanya tulus dalam hati.


"Hekk... hekk.. hek... oek... oek..." tangis keras bayi terdengar nyaring memenuhi seisi kamar.


Tiara langsung berjalan kearah box bayi yang tidak jauh darinya itu. Ia menyibak kain tipis yang berfungsi sebagai kelambu dan membawa bayi mungil nan cantik itu dalam dekapannya.


"Cup... cup... cup...! Haus ya sayang?" tanya Tiara pada bayi yang menggerak-gerakkan kepala seolah mencari sumber kehidupannya.


Tiara membuka beberapa kancing bajunya dan memberikan ASI pada bayinya.


"Mimpi apa cih sampe nangis gitu pas bangun?" Tiara mengelus rambut hitam lebat itu.


"Mommy sampai kaget loh sayang." Tiara terus menatap wajah bayi berkulit putih itu.


***


Menuju bab-bab Akhir 😂


Kenapa Say? Kecepetan yak? 😅


Sebenarnya enggak juga sih, karna Tiara dan Nath sudah bahagia dan saling mencintai.

__ADS_1


Reyfan dan Cloudy?


Next akan othor hadirkan ☺


__ADS_2