EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 68 Kembali bertemu Cloudy


__ADS_3

Tiara tengah dalam perjalanan menuju BL Shop, tapi ditengah jalan ia kembali melihat Cloudy yang baru saja turun dari mobil bersama putranya dan langsung masuk ke sebuah sekolah PAUD.


"Oh, jadi si El Nath kecil sekolah disini?" gumamnya pelan.


Tiara langsung menepikan mobilnya, untung saja mobil Cloudy juga ditepikan di pinggir jalan dan tidak masuk ke dalam sekolah khusus untuk balita itu.


Tiara turun dan menunggu di dekat mobil Cloudy. Ia bisa melihat si pemilik mobil keluar dari area sekolah. Wanita yang terlihat anggun dengan setelan rok pensil dan blazer berwarna biru dongker.


Cloudy jelas banyak berubah dibanding empat tahun lalu saat ia pertama kali bertemu. Wanita itu terlihat lebih dewasa dan terlihat anggun dan berwibawa.


Cloudy memegang gagang pintu mobilnya, bersiap membuka tapi tangannya dicekal oleh Tiara. Cloudy menatap tangan putih nan lembut itu. Dan ia terkejut saat melihat Tiara ada dihadapannya saat ini.


"Kamu mau apa?" tanyanya dengan raut wajah tak bersahabat.


"Apa kita bisa bicara sebentar, kak?"


Tiara hanya ingin tahu, mengapa harus nama El Nath? Apa sebegitu besar rasa cinta wanita di hadapannya ini pada suaminya. Ia ingin tahu jawabannya.


Cloudy menghela nafas. Aku harus segera selesaikan ini supaya rasa penasarannya tidak membawanya pada fakta yang membahayakan El Nathku.


"Masuk lah." Cloudy membuka pintu mobilnya dan meminta Tiara masuk dari pintu lain mobilnya.


Tiara tampak ragu. Ia takut hal buruk terjadi jika mereka hanya berdua didalam mobil.


"Ayo! Mau tau jawabannya kan? Waktuku tidak banyak dan ku harap kamu tidak lagi menemuiku setelah ini."


Tiara terpaksa masuk di sebelah Cloudy yang duduk di kursi kemudi. "Tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan. Waktu ku hanya 5 menit. Karena setelah ini aku harus hadir dalam pertemuan penting." Cloudy melihat jam tangannya sekilas.


"Kenapa El Nath, kak?" pertanyaan yang sama yang Tiara lontarkan seperti saat di restoran kemarin.


Cloudy menatapnya jengah. "Baiklah ..."


"Tiara, kak."


"Ah, ya ... Tiara. Kenapa El Nath?"


"Karena El Nath pria pembawa cinta dan luka dalam hidupku."


"Aku tidak bisa memiliki sosok El Nath yang ada disisimu. Maka terserahku jika aku memberi nama El Nath pada apa yang telah menjadi milikku."


Tiara tercengang mendengar alasan itu. "Tapi apa suami kakak tidak keberatan?" tanya Tiara.


Suami mana yang tidak cemburu saat anak mereka diberi nama yang sama dengan orang yang pernah dicintai istrinya. Rasanya tidak masuk akal.


Cloudy terkesiap mendengar pertanyaan itu. Otaknya berputar cepat dan dia menemukan alasan paling masuk akal.


Cloudy tersenyum palsu, ia terpaksa mengatakan sebuah kebohongan besar. "El Nathku hanya bayi tidak beruntung yang ku dekap penuh kasih sayang. Ku jadikan dia bagian dariku. Dan kuharap kamu mengerti maksudku," ucap Cloudy meyakinkan. Ia seolah menekankan bahwa El Nath hanyalah anak adopsi.

__ADS_1


Ia terbiasa bicara dengan klien dan banyak orang, jadi berbicara seperti itu pada Tiara bukan hal yang sulit baginya.


Maafkan bubun, El. Bubun terpaksa mengatakan ini karena ingin melindungi El.


"Tapi saat melihat El Nath kecil, aku seperti melihat wajah orang lain. Orang dewasa yang ku fikir adalah ayahnya."


Cloudy waspada. Dan berlama-lama dengan Tiara sepertinya hanya akan merugikan dirinya sendiri.


"Mungkin hanya perasaanmu, saja. Oh, ya. Waktumu habis. Sekarang silahkan keluar!" usirnya lembut.


Tiara keluar dari mobil itu. Ia melihat perlahan mobil itu bergerak dan meninggalkan tempat itu.


Rasanya aku belum puas dengan jawaban kak Cloudy. Batin Tiara.


"Astaghfirullah, kenapa aku mengurusi yang bukan urusanku. Baiklah, ku rasa aku harus stop sampai disini. Karena yang terpenting, tidak ada hubungan apapun antara bang Nath dengan Kak Cloudy serta El Nath kecil," gumam Tiara.


****


Sementara itu, di tempat lain...


"Ayolah, tante.... Aku butuh gaun itu malam minggu ini," ucap Nath pada Rara melalui sambungan telepon. Nath saat ini sedang berada di kantornya setelah makan siang.


"Lagian kamu ada-ada aja Nath! Buat party wedding anniversarry mendadak begini." Rara mengomel karena permintaan Nath terlalu mendadak.


"Usahain dong, tan. Tante Nathali sama Ethan aja udah deal, mereka bisa persiapkan ini dalam 3 hari," bujuk Nath belum menyerah.


"Siip. Pakai pasukan kayak Bandung Bondowoso kalau perlu," kelakarnya sambil terbahak.


Ia menganggap lemburnya karyawan tante Rara seperti Bandung Bondowoso yang menggunakan pasukan jin untuk membuat seribu candi untuk Roro jonggrang.


"Ketawa lagi, batal nih," ancam Rara.


"Iya... iya..."


Awalnya ia ingin merayakan anniversarty pernikahannya yang ke 4 dengan memberikan sebuah kejutan kecil pada istrinya.


Tapi mendadak rencananya berubah setelah H -3. Keterlaluan memang, tapi bukan Nath namanya jika tidak bisa memaksa semua pihak melakukan perintahnya dan dengan potongan harga pula.


Ethan sampai memakinya habis-habisan karena ide gila yang Nath sampaikan sepuluh menit lalu dan juga melalui panggilan ponsel.


"Buat sesempurna mungkin, Than!" ucap Nath sebelum menutup panggilannya tadi.


"Sempurna gundulmu, Nath. Kamu bikin repot. Kalau bukan sahabat dari orok udah kutolak dari permintaan pertama tadi."


"Sayangnya kan gak kamu tolak, Than. Malah kamu ngasih diskon," jawab Nath terbahak.


"Diskon apa? Kamu yang ngemis iya."

__ADS_1


"Hahahahahahah...." Nath tertawa lebar. "Udah ah, aku mau nyari gaun dulu."


Tuuut... tuut.... Panggilan Nath putus sepihak.


"Sesekali ngerepotin kamu, Than," gumamnya pelan.


Nath melihat secarik kertas tertulis daftar-daftar penting yang harus ia persiapkan.


"W.O dan fotografer. Aman." Ia memberi tanda centang di daftar.


"Gaun. Beres." Ia membari tanda centang lagi.


"Tempat. Beres dari kemarin." Satu centang untuk baris ke tiga.


Arumi Resto menjadi tempat terbaik mengabadikan momen-momen penting. Selain jumlah cabang yang banyak, gratisan adalah hal paling menarik yang di tawarkan sang pemilik restoran.


"Tamu."


Nath belum mengundang siapapun. Ia sepertinya hanya akan mengundang keluarga besar dari keluarga mama, papa dan ayah Satya serta tentunya keluarga Tiara.


"Lewat pesan chat masih bisa." gumamnya lagi.


"Hadiah."


"Ah, ini hal penting yang belum ku persiapkan."


"Kira-kira hadiah apa yang paling pas, ya?" Nath bicara sendiri.


Dan sepulang dari kantor, ia melajukan mobilnya ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli hadiah yang paling pas untuk istrinya.


"Yang itu, coba lihat." Nath menunjuk sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati dengan huruf T ditengahnya yang dihias berlian di sepanjang hurufnya.


Nath saat ini tengah berada di toko perhiasan untuk membeli hadiah ini pada istrinya. Sebenarnya Tiara sudah punya semuanya, dari kalung, gelang, cincin, anting bahkan bross mahal ia sudah miliki.


Tiara bukan tipe yang suka hura-hura dan mengkoleksi barang mewah tanpa alasan. Ia lebih senang membeli dan menyimpan barang berharga sebagai investasi karena semakin tahun harganya jelas semakin mahal.


Pilihan Nath jatuh pada kalung itu. Ia menyimpan kotak berisi kalung itu di tas kerjanya. Berharap Tiara tidak bisa menemukan kalung itu sebelum saat ia sendiri yang memberikannya.


****


Next kita lihat seperti apa kejutan untuk Tiara ya.


Apa dia akan se sweet papa akhyar saat melamar mama Lintang?


Atau akan seromantis babang Rion melamar kak Bi?


Atau akan se gentle bang Ezra melamar kak Zoy?

__ADS_1


Tunggu yaaaa. 😚😚😚


__ADS_2