
"Clou..." Reyfan terus mengejar Cloudy yang berusah keras menghindarinya dengan berjalan cepat sambil menggendong El kecil tanpa takut terjatuh karena heels 7 cm yang ia pakai saat ini.
Cloudy segera memasukkan El kedalam mobilnya dan menutupnya pelan. "El, sebentar ya, Bubun mau bicara sama teman Bubun dulu."
Cloudy berdiri memunggungi pintu mobilnya, supaya El tidak bisa melihat wajahnya saat menghadapi Reyfan.
Ia melipat tangannya di dada dan menatap Reyfan dengan sangat berani. Tidak ada rasa takut sedikitpun. Bahkan ia dengan wajah datarnya menatap langsung ke mata pria yang menjadi ayah biologis dari putranya itu.
"Pergilah! Kita tidak ada urusan apapun!" usir Cloudy tanpa rasa segan sedikitpun.
Ini adalah kali ketiga Reyfan bertemu Cloudy setelah pertemuan mereka yang tidak disengaja dan juga terjadi di tempat ini.
Walaupun dulu hanya sekali Reyfan bertemu dengan Cloudy, ia bisa mengingat dengan jelas wajah gadis yang ia renggut kesuciannya itu.
Empat tahun lalu...
Flashback on.
Reyfan terbangun dari tidurnya. Ia memijat kepala yang terasa pening dan seperti berputar-putar. Ia melihat sekeliling dan menyadari tengah berada di kamar yang asing baginya.
Ia duduk di ranjang dengan selimut yang menutupi setengah tubuh polosnya. Dan saat ia turun dari ranjang, ia mendapati tubuhnya tak berbalut selembar kain pun. Ranjang terlihat kacau dengan bantal yang sudah berserakan di lantai.
"Astaga!" Pekiknya terkejut. "Siapa yang menjebakku!" Geramnya. Ia merasa dirinya dijebak oleh salah satu teman dari sahabatnya yang merayakan ulang tahun malam tadi.
"Perempuan murah! Ku tunggu siapapun kau!" Gumamnya menahan emosi karena ia yakin tak lama lagi akan ada gadis yang meraung-raung, menangis meminta pertanggung jawabannya.
Reyfan segera mengguyur kepalanya di shower agar tubuhnya kembali segar. Perlahan ia mulai mengingat, malam tadi ia mabuk bersama yang lain.
"Oh! ****!" Makinya karena ia samar-samar mengingat memeluk dan mencumb* seorang gadis dan membawanya ke kamar ini.
Reyfan segera keluar kamar dan memunguti pakaiannya yang berserak di lantai. Kemeja yang kancingnya hilang dua tetap ia pakai di luar kaos putihnya.
Ia memakai celana dan bersiap keluar dari kamar ini. Tapi matanya tertuju pada sebuah panty berenda hitam yang sobek dibagian sampingnya.
Reyfan mengambilnya dan mulai berfikir dengan kepalanya yang masih terasa pusing. Robek? Aku yang melakukannya? Apa aku memperkos*nya?
Dan sebuah tanktop berwarna soft pink dengan noda darah membuat Reyfan semakin kesal.
Ia kesal karena sulit sekali mengingat apa yang telah terjadi. Ia ingin marah pada dirinya sendiri tapi juga pada gadis yang ia tahu bernama Cloudy itu. Gadis yang berkenalan dengannya malam tadi.
Reyfan membawa pulang tanktop dan panty robek itu. Ia keluar dari kamar dan mendapati hal paling menjijikkan di depan matanya.
Teman-temannya yang lain ternyata melakukan hal yang lebih buruk. Seperti habis pesta se*ks karena beberapa orang pasangan tak sadarkan diri dalam keadaan tanpa busana.
Reyfan enggan terlibat terlalu jauh. "Sialan! Kenapa aku harus ada di tempat seperti ini!" Ia segera pergi dan meninggalkan tempat itu.
Dia memang lama tinggal di luar negeri. Keluar masuk club malam bersama wanita ****y memang sering ia lakukan tapi tidak pernah melampaui batas seperti ini.
__ADS_1
Ia pernah melakukan hubungan terlarang itu beberapa kali, tapi dengan pacarnya dulu. Bukan dengan sembarang gadis yang melayani banyak pria.
Ia juga takut akan akibat yang ia terima, penyakit menular yang paling ia takuti. Karena masa depannya jelas akan terancam. Bahkan keturunannya juga yang akan dirugikan.
Biar bagaimanapun Reyfan tetap orang berpendidikan dan berasal dari keluarga terpandang. Ia tidak mungkin terlalu bodoh hingga terjebak dalam pergaulan bebas.
Dan saat di rumah, ia mendapat kabar dari orang suruhannya bahwa Nath dan Tiara sedang dalam perjalanan menuju villa.
Kejadian penculikan itu terjadi dan berujung pada dirinya yang berakhir di penjara.
Selama di penjara, banyak pelajaran berharga ia dapatkan. Terutama tentang kehamilan simpatik yang ia rasakan. Hampir tiga bulan ia mengalami mual muntah selama proses hukum berlangsung.
Sampai suatu ketika, seorang narapidana mengatakan pernah mengalami hal seperti itu saat istrinya hamil.
Selama di penjara, ia terus memikirkan tentang Cloudy yang kemungkinan mengandung anaknya.
Jika Cloudy sengaja menjebaknya, dan mengandung anaknya, kenapa orang tuanya tidak mengatakan apapun tentang seorang gadis yang mungkin datang untuk meminta pertanggung jawabannya.
Reyfan benar-benar dirundung rasa penyesalan. Rasa penasarannya begitu besar. Banyak pertanyaan yang ingin ia cari jawabannya.
Kebangkrutan keluarga dan tidak adanya teman yang menjenguknya di penjara membuatnya tidak bisa mencari kebenaran tentang Cloudy. Apakah gadis itu benar-benar hamil atau tidak.
Di penjara pula ia faham bahwa tidak ada teman yang tulus. Terlebih teman dalam hal keburukan. Ia benar benar sendiri saat ini.
Flashback Off
Reyfan menatap Cloudy penuh kecurigaan karena wanita itu jelas memasang benteng tinggi untuk melindungi putranya.
Cloudy diam tak menjawabnya.
"Dia putraku, atau bukan?" Pertanyaan yang membuat Cloudy langsung membelalakan matanya.
Pertemuan pertama minggu lalu, membuat Reyfan merasakan satu ikatan dengan anak yang Cloudy gandeng, yang dia sendiri tidak mengerti perasaan apa itu.
Reyfan mencoba mengira-ngira usia anak itu dan Reyfan semakin yakin karena wajahnya sangat mirip dengannya. Mata, alis, bibir bahkan rambut mereka sama. Hanya saja hidungnya lebih mirip dengan Cloudy.
"Bukan!" Jawab Cloudy cepat.
"Sudah ku jawab! Urusan kita selesai!" Cloudy membuka pintu mobil.
"Terima kasih telah memberi jawaban yang membuatku semakin yakin kalau dia putraku, Clou."
Cloudy membelalakan matanya. Ia kembali menutup pintu mobil dan menatap tajam pada Reyfan yang menerbitkan senyum di wajahnya.
"Dia bukan putramu! Bagaimana bisa kau menyebut putra dari wanita lain sebagai putramu. Sementara tidak ada hubungan apapun diantara kita, Rey!" geram Cloudy dengan berbisik karena takut El yang cerdas mengerti pembicaraan mereka.
Reyfan menyeringai. "Kamu bahkan masih mengingat namaku, Clou. Sebegitu membekasnya kah kenangan malam itu bagimu!" bisiknya di telinga Cloudy.
__ADS_1
"Tutup mulut busukmu, Rey! Seorang mantan narapidana kasus penculikan bisa-bisanya berkeliaran bebas di tempat umum!"
Duaarrr!
Reyfan tertampar dengan kata-kata Cloudy. Dia tahu aku dipenjara? Apa... apa dia pernah datang meminta tanggung jawabku?
"Permisi! Dan jangan mendekatiku lagi!"
Tangan Cloudy yang bersiap membuka pintu mobil dicekal Reyfan.
"Apa lagi!"
Reyfan mengukungnya dengan tangan yang ia tumpukan di badan mobil.
"Aku akan tetap mengambil kembali milikku, Clou."
"Apanya yang milikmu, Rey!"
"Kau dan putraku!"
"Cih! Aku bukan milikku."
"Kau milikku semenjak malam itu!"
"Bullsh*t!" Geram Cloudy berusaha mendorong dada Reyfan.
"Bubuuuun!" Teriak El dari dalam mobil karena ia tahu bundanya dalam bahaya.
"Menyingkirlah, Rey! Kau membuat putraku ketakutan!"
Reyfan mundur dan melepaskan Cloudy yang langsung masuk ke dalam mobil. Kaca gelap itu membuatnya tidak bisa melihat keduanya lagi.
Reyfan melihat sekeliling. Untung saja tidak ada siapapu di tempat parkir ini. Perlahan mobil Cloudy meninggalkan parkiran dan melesat di jalan raya.
Reyfan terduduk lemas dan bersandar di badan mobil yang entah milik siapa. "Aku akan menebus empat tahun yang hilang dari putraku, Clou. Aku akan menebusnya!"
Sementara itu di mobil putih seorang El Nath melihat semua kejadian itu. "Kamu benar-benar berubah atau hanya pura-pura, Rey?"
"Karena keserakahanmu, kamu mengorbankan putramu sendiri dan wanita yang tak bersalah," gumam Nath yang duduk di kursi kemudinya.
Keserakahan yang Nath maksud adalah saat Reyfan marah besar karena harta Reyga disumbangkan ke yayasan sebab Tiara yang tidak mau menikah dengannya.
"Huuh! Aku tidak boleh mencampuri urusan mereka," lanjutnya lagi.
Setelah Reyfan pergi, Nath juga pergi meninggalkan tempat itu. Banyak kejutan yang ia lihat sore ini. Dan nama El Nath yang diberikan pada balita laki-laki itu paling membuatnya penasaran.
***
__ADS_1
Mulai jelas kan kemana jalannya si Rey sama Cloudy. 😊
Semua orang berhak berubah guys 😊 Dan semoga Reyfan benar-benar berubah.