EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 88 Pasangan Norak


__ADS_3

Nath menatap Reyfan dan kedua orang tuanya bergantian. Ia menghela nafas berat dan menghembuskannya pelan.


"Cloudy adalah teman kuliahku. Kami kuliah di kampus yang sama walau berbeda jurusan."


Reyfan seperti mendapat angin segar. Rendi dan Reni masih menyimak karena mereka juga ingin tahu siapa Cloudy sebenarnya dan apa benar gadis itu mengandung anak dari Reyfan.


"Tiara juga mengenalnya dulu, meski tidak terlalu akrab."


Jadi kamu dulu akrab dengannya Bang? Batin Tiara. Hormon kehamilan sepertinya tidak bisa diajak kompromi.


"Dan empat tahun lalu, ia seolah menghilang. Aku tidak lagi pernah melihatnya di kampus."


Dih, kamu merasa kehilangan dia rupanya! Batin Tiara makin kesal.


"Tepatnya kapan, Nath?" tanya Reyfan lagi.


Nath berfikir sejenak. "Gak tau pastinya sih. Tapi sejak kasus penculikan itu, aku masih pernah sesekali melihatnya dan..." Nath kembali berfikir.


"Mungkin sekitar sebulan deh kayaknya, aku gak pernah melihatnya lagi," lanjut Nath tidak yakin.


Ini jelas sekali, setelah malam itu dia pasti jarang ke kampus karena merasa sedih atau bahkan trauma. Dan sebulan kemudian dia menghilang, aku yakin saat itu dia mendapati dirinya mengandung anakku. Batin Reyfan.


"Kalau soal putranya, kalian pasti tahu sesuatu."


Nath menggeleng pelan. "Kami baru bertemu kembali dengannya hampir dua bulan yang lalu, setelah empat tahun lamanya."


Reyfan menghela nafas lemas. Sepertinya Nath dan Tiara tidak bisa memberikan informasi apapun tentang putra Cloudy.


"Kami tidak tahu soal putranya, kehidupannya bahkan hal sekecil apapun darinya."


Tiara diam saja, dia tidak ingin mengacaukan masalah yang bukan menjadi urusannya. Cloudy pernah mengatakan padanya bahwa El adalah bayi kurang beruntung yang ia dekap penuh kasih sayang dan ia jadikan miliknya.


Tiara menyimpulkan bahwa Cloudy ingin menjelaskan padanya bahwa El adalah anak adopsi.


Tiara sebenarnya tidak percaya akan ucapan Cloudy. Tapi kembali lagi, ini bukan urusannya.


Ketiganya pulang ke rumah setelah pertanyaan Reyfan terasa buntu karena Nath dan Tiara sama sekali tidak mengetahui apapun itu tentang Cloudy.


****


"Abang! sini!" panggil Tiara melambaikan tangannya meminta Nath mendekat.


Keduanya saat ini sedang berada di sebuah toko di sebuah mall besar di kota. Sesuai janji Nath untuk mengajak istrinya itu jalan-jalan.


"Ada apa?" tanya Nath yang segera menghampiri Tiara yang tengah memegang dua kaos ditangannya.


Mereka sedang membeli pakaian untuk Nath. Tapi Tiara tertarik dengan kaos couple bersize besar berwarna soft pink dengan tulisan Mom di salah satu kaos dan Dad di kaos yang lain.


"Pakai ini, yuk?" minta Tiara membuat Nath membulatkan mata.


"Sekarang?" tanya Nath kaget.

__ADS_1


Tiara mengangguk berkali-kali dengan tatapan penuh harap.


Nath mengalah, tanpa berdebat ia menurut saja. Tiara langsung membawa pakaian itu ke kasir dan membayarnya.


Dengan tidak sabar, Tiara langsung menarik Nath ke toilet untuk berganti pakaian. "Abang tunggu sebentar."


Tiara masuk ke dalam. Ia saat ini memakai rok hitam, inner baju dan kardigan serta hijab berwarna hitam. Ia membuka kardigan dan langsung ia ganti dengan kaos berwarna soft pink bertuliskan Mom.


Untung saja ia tidak memakai gamis hingga ia tidak perlu membeli bawahan dan inner baju lagi.


Tiara keluar dari toilet dan saat ini ia sedang mendorong suaminya untuk masuk kedalam toilet pria untuk mengganti kemejanya dengan kaos berwarna pink dengan tulisan Dad dibagian dada dan punggungnya itu.


"Ayo!" Tiara tersenyum senang menggandeng tangan suaminya yang sudah berganti pakaian sesuai keinginannya.


"Harus banget begini sayang?" bisik Nath karena semua orang tengah menatap mereka.


Tiara menghentikan langkah dan menatap suaminya. "Abang malu?"


Nath menggeleng. "Abang cuma benci jadi pusat perhatian sayang."


"Suami kamu ini ganteng, Ti. Diapa-apain juga tetap ganteng." Nath merangkul pinggang Tiara dan mereka kembali berjalan. Nath tidak ingin merusak mood istrinya.


"Abang kenapa bisa se-PD ini sih?" tanya Tiara jengah karena tingkat kepercayaan diri suaminya yang berada diatas rata-rata.


Nath tertawa. Dan orang-orang disekitar memperhatikan betapa manisnya pasangan ini.


"Cocok banget."


"Beruntung banget ceweknya."


"Masih pacaran tapi bajunya Mom sama Dad." cibir seseorang.


"Jangan dengerin, anggap aja gak pernah denger kata-kata itu." bisik Nath masih merangkul pinggang Tiara.


"Yang suka banyak, yang gak suka juga banyak."


"Lakukan apa saja yang membuatmu happy yang penting tidak merugikan orang lain."


Tiara terkekeh mendengar nasehat Nath. Ia beruntung punya suami pengertian seperti Nath.


Tadi, tiba-tiba saja ia ingin memakai baju couple itu dengan suaminya. Entah bawaan hamil atau apa, tapi yang pasti warna soft pink itu yang paling menarik dimatanya.


"Mau beli apa lagi, nyonya El Nath?" tanya Nath pada Tiara, padahal di tangannya sudah ada empat paperbag yang berisi beberapa potong pakaian.


"Bang! Mau itu!" tunjuk Tiara pada sebuah toko boneka.


Nath dan Tiara langsung masuk ke dalam toko yang memajang ratusan bahkan ribuan boneka dirak.


Tiara berkeliling mencari boneka yang ia inginkan. Dan pandangannya tertuju pada boneka boba berukuran 50 cm. Boneka berukuran paling besar diantara boneka boba lainnya.


Ia membeli 3 buah. Meminta Nath membawa dua dan ia membawa satu.

__ADS_1


"Banyak banget, sayang?" tanya Nath heran karena istrinya membeli lebih dari satu.


"Untuk Tia satu, Naura dan Queen." ucapnya senang. "Boleh kan, Bang?"


Nath mengangguk. "Boleh."


"Abang yang bayar!" Tiara terkekeh. Nath melihatnya seperti anak kecil yang bahagia dibelikan boneka.


Keduanya keluar dari toko dan kembali menjadi pusat perhatian banyak orang karena Tiara membawa boneka itu dengan memeluknya.


"Bang! Kita norak banget, Ya?"


"Heem!" Nath sedikit gugup. Kamu ngerasa, Ti? Aku udah dari tadi tau! Karena keinginan kamu sedikit aneh sayang!


"Kenapa tanya begitu?" Nath hanya ingin istrinya bahagia saat menjalani masa-masa kehamilan yang tidak mudah ini. Maka baginya terlihat sedikit norak tidak masalah. Yang penting Tiara bahagia.


"Orang-orang lihatin kita terus!" Tiara cemberut karena mulai merasa tidak nyaman dengan tatapan orang lain yang tertuju pada mereka berdua.


"Kamu cantik banget, sih."


"Mereka iri tau, sama aku." balas Nath.


"Kok gitu?" Tiara berhenti sebentar.


"Iya dong, karena aku beruntung jalan sama wanita secantik kamu." Nath berhasil membuat Tiara tersipu.


"Itu kalau yang cowok, kalau yang cewek kenapa pada lihatin kita?" tanya Tiara lagi.


Nath kembali berfikir. "Ya... ya karena yang cewek merasa minder lihat kecantikan kamu, sayang."


Tiara mencebikkan bibir. Bohongnya gak nanggung- nanggung.


"Ayo jalan lagi." ajak Nath.


"Kita mau makan apa, malam nanti sayang?" tanya Nath.


Tiara menatap suaminya sekilas. "Pengen tom yam, tapi abang yang masak."


Nath kembali menghela nafas. Banyak maunya ya, Ti.


"Boleh, ajarin yaaa cara masaknya."


"Siaap, bang!"


"Sekalian..."


"Apa?" tanya Tiara heran.


"Tuntasin yang udah lama gak..."


"Iya... iyaa...!" potong Tiara cepat karena ia tahu arah pembicaraan suaminya.

__ADS_1


Ia hanya tak habis fikir, Nath maaih membahas hal sevulg*r itu di tempat ramai begini.


__ADS_2