EL NATH ( Penyesalan Terindah)

EL NATH ( Penyesalan Terindah)
Bab 91 Kumpul bareng


__ADS_3

Acara Aqiqahan baby Prince berjalan lancar. Semua orang memberikan doa terbaik untuk bayi penerus keluarga Danadyaksa itu.


"Belum mau pulang, Ka, Sya?" tanya Sora pada putra dan putrinya. Caraka dan Syakilla.


"Belum, ma. Aku bareng abang aja nanti," jawab Syakilla karena mereka sedang berkumpul pinggir kolam renang di rumah Bintang dan Rion.


Beberapa orang duduk di atas sofa dan sisanya duduk di lantai sambil memakan camilan di dalam toples.


Sebuah momen langka dimana muda-mudi itu berkumpul dan saling berbagi cerita. Acara penting seperti ini jelas tidak mereka sia-siakan.


Sora dan suaminya akhirnya pulang lebih dulu. Begitu juga dengan Bunga dan Satya, karena Lovely dan Shaka masih ingin disana.


"Jalan kemana gitu, yuk!" Ajak Shaka yang tengah duduk bersandar di kursi yang Syakilla duduki. "Mumpung pada komplit nih personilnya."


"Aku lagi jomblo, Ka," sahut Ethan yang duduk di bawah bersama Nair, keduanya sedang bermain game di ponsel mereka.


Sebenarnya bukan jomblo, tapi Marisa yang memang sedang tidak bisa ikut hadir dalam acara hari ini.


"Ck!" Decak Shaka. "Aku juga jomblo kali, Than!"


"Cuma Rion sama Nath yang punya pasangan."


"Mereka juga gak bakalan bisa ikut kita."


Nath dan Rion mengangguk pelan. "Tiara bakalan anteng nungguin baby Prince sampe sore," sahut Nath. "Gak mau lah dia diajak kemana -mana."


"Nah, kan! So, enjoy aja Than. Si embahnya jomblo, juga santai aja tuh di pojokan." Tunjuk Shaka dengan bibirnya pada Caraka yang tengah sibuk mengunyah keripik di salah satu kursi yang letaknya paling ujung.


Semua orang tertawa. "Aku kan ngemong kalian. Adik-adikku!"


Shaka mengejek dengan memanyunkan bibir. Para gadis menatapnya sekilas lalu kembali fokus pada layar ponsel. Tidak ingin menanggapi kalimat Carakan yang menurut mereka terdengar menggelikan.


Karena biasanya Caraka sangat jarang ikut bergabung, dan saat ini tiba-tiba dia bilang ngemong, pake acara pakai kata 'adik-adikku' segala lagi.


"Haaah! Basi!" sambar Rion. "Dulu kita ajakin mantai, ngomongnya. Enggak ah, aku mau jalan sama pacar!" cibir Rion menggerak-gerakkan bibirnya berlebihan.


"Giliran jomblo! Semangat 45!" Rion mendengus.


"Kapan aku bilang begitu?" tanya Caraka pura pura lupa.


"Dih, pura-pura gak ingat! Dulu pas kita mau buat surprise Ethan nembak Marisa."


"Ya kan, Nair, Ka?" tanya Rion pada Nair dan Shaka yang saat itu ada disana.


"Elaah! Udah lama banget, Yon!" Caraka menatap Rion jengah.


"Oke. Kita hitung berapa banyak kamu gak ada saat kita pada ngumpul."


"Satu..."


"Iya... iya..." Caraka menyerah. Ia terkekeh pelan karena menyadari dirinya sering tidak ada saat semuanya berkumpul.


"Jadi gimana? Mau pada jalan?" tanya Caraka.


"Hayuukk!" Jawab Shaka dan Ethan.


"Cewek - cewek gak ada yang nyahut nih." Caraka tertawa saat para gadis tidak ada yang menyahut. Mereka malah sibuk sendiri menatap 1 layar ponsel yang sama.

__ADS_1


"Pergi sendiri sana, deh! Lagi mager nih!" Sahut Syakilla.


"Hooh! Jangan ganggu girls time kita dong!" Lovely ikut bicara.


Chiara tersenyum sendiri menatap layar ponsel milik Syakilla itu dan berhasil memancing rasa penasaran Caraka.


Ia melompat kebelakang dan melihat apa yang gadis -gadis itu lihat dari belakang kursi.


Hanya dua detik, Caraka kembali lagi ke kursinya. Karena ketiga gadis yang usianya tidak jauh beda itu tengah menstalking salahsatu akun media sosial artis korea.


"Didepan kalian banyak cowok ganteng loh, tapi kalian malah lihat yang gak nyata dan sukanya joget-jogetan sambil nyanyi pula!" Ucap Caraka pada ketiga gadis yang salah satunya adalah adiknya sendiri.


"Dia gak joget-joget, Bang!" jawab Lovely. "Dia main film!"


"Hot banget tauu!" Lovely melirik Caraka sekilas dan kembali pada layar ponsel. Ketiganya sedari tadi memang tidak ada yang berkomentar apapun tentang apa yang mereka lihat di layar. Mereka lebih banyak senyum-senyum sendiri dan sesekali saling berbisik.


"Apanya yang hot!" balas Caraka.


"Adegan... Mmmp!" Mulut Lovely dibungkam oleh Syakilla dengan tangannya karena sepertinya gadis itu akan mengatakan adegan kissing.


Para pria menatap mereka curiga. "Kalian lihat apa?" tanya Rion dengan mata membulat lebar menatap tajam adiknya.


"Kalian nonton film ..." Shaka tidak lagi melanjutkan kalimatnya saat Syakilla menunjukkan layar ponselnya.


"Cuma artis korea doang, elah! Fikiran kalian tuh yang kemana-mana!" sungut Chiara.


"Ya kan, kita cuma...!"


"Udah deh, Ka," potong Nair pada Shaka. "Kamu aja yang fikirannya kemana-mana." Nair mengatakan dengan pelan tapi tegas.


Ketiga gadis itu mengulum senyum karena jika Nair sudah bicara, rasanya adem dan makhluk sejenis Shaka tidak akan mendebat lagi.


"Aku ajah deh yang kasih buat mas Shaka!" Sambar Lovely.


"Wahai orang-orang yang beriman..."


"Love, gak boleh dibuat main-main! Kalau cuma asal-asalan yang kamu sebut, lebih baik jangan!" Nair menggeleng pelan pada Lovely membuat gadis itu nyengir menunjukkan gigi putihnya.


"Ceramahin, Nair!" Perintah Shaka seolah membalas adiknya.


Caraka bangun dari duduknya. Ia membuka kemeja dan celananya membuat ketiga gadis itu memekik keras.


"Abaang!" Syakilla terteriak paling keras saat Caraka bersiap membuka celananya.


"Astagfirullah!" Chiara menutup matanya.


"Astaga! Abang!" Lovely ikut berteriak.


Tapi seketika semua menghembuskan nafas lega karena Caraka masih memakai boxer.


"Byuuuurrr!!"


"Aaahhhh!" Para gadis berteriak keras saat luapan air mengenai tubuh mereka karena Caraka tiba-tiba melompat ke dalam kolam.


"Caraka!" Pekik yang lain.


"Anj***r!" Pekik Ethan keras karena ia duduk di lantai dipinggir kolam. Tapi ia yang paling basah diantara yang lain.

__ADS_1


"Kampr**t!" Teriak Shaka langsung berdiri.


Caraka berdiri dengan berpegangan di sisi kolam. "Dari pada kalian debat terus! Mending kita berenang!"


Semua orang meninggalkan Caraka sendirian di dalam kolam. Mereka masuk kedalam rumah sambil menggerutu.


"Dokter kok sableng!" Rion menyeringai.


"Berenang aja sendiri!" Cibir Shaka yang bajunya sudah basah.


"Rion! Minjam semv*k dong! Aku gak bawa ganti."


"Ogah!" Sahut Rion cepat.


"Yoon!" Caraka semakin berteriak.


"Sya! Bantu abang!"


"Gak mau!"


Caraka duduk dipinggir kolam. Ia terkekeh sendiri saat semua orang masuk ke dalam.


Di dalam rumah, Lintang yang sedang menyiapkan teh karena ada Josep dan Nathali yang baru saja datang dapat melihat kejadian itu. Ia hanya bisa menggeleng pelan melihat tingkah mereka yang seperti anak-anak.


Lintang langsung naik ke kamar Bintang untuk meminta handuk padanya.


"Di lemari paling atas, Ma. Ada Bathrobe juga kok." tunjuk Bi kearah lemari. Ia sedang menyusui Prince di sofa dekat jendela bersama Tiara. Keduanya saling berbagi cerita. Tiara juga meminta tips selama menjalani kehamilan.


Bintang dan Tiara memang bisa melihat mereka di bawah dari jendela kamarnya. Mereka bahkan bisa mendengar tawa dan jeritan di pinggir kolam renang tadi.


"Bawa beberapa baju Bi sama Rion, Ma. Siapa tahu mereka mau ganti pakaian."


Lintang turun ke lantai bawah untuk memberikan handuk pada Caraka dan pakaian ganti untuk mereka yang bajunya basah.


"Berikan ini ke abang kamu, Sya!"


"Sya mau ganti baju dulu, tante!" Syakilla berlari menuju kamar mandi dan Lovely juga mengekor dibelakangnya untuk mengganti pakaian.


"Chi, tolong berikan ke Carakan ya, Nak." Perintah Lintang pada Chiara yang berdiri di depan cermin tengah membersihkan wajah basahnya dengan tissu.


Chiara sedikit kaget, tapi ia tidak bisa menolak perintah Lintang karena Lintang langsung membawa nampan dengan beberapa cangkir teh diatasnya.


Chiara berjalan keluar dan duduk di kursi karena Caraka masih berenang. Melihat Chiara datang membawa handuk, ia langsung mendekat dan duduk di tepi kolam.


Pria tampan dengan kaos putih dan boxer hitam serta rambut basahnya mampu memesona setiap orang yang melihatnya.


Chiara berjalan mendekat dan mengulurkan bathrobe ditangannya. "Nih, Bang!"


Caraka menerimanya. "Terima kasih!" Ia tersenyum lebar.


Chiara mengangguk pelan dan meninggalkan Caraka untuk masuk kedalam.


"Aku serius, Chi," ucap Caraka tiba-tiba.


Chiara berbalik dan menatapnya. "Selesaikan dulu sama yang lama, Bang!" Chiara kembali meneruskan langkah untuk masuk kedalam rumah.


Caraka menghembuskan nafas dari mulutnya. " Huuuh!"

__ADS_1


"Selamat berjuang Caraka," gumamnya menyemangati dirinya sendiri.


__ADS_2