
Jam 4 sore kelas selesai beberapa kali Riki menelpon dan mengirimkan chat tapi di abaikan gadis.Gadis berjalan bersama Aisyah akhir-akhir ini badan nya terasa ga enak ketika gadis sampai ke parkiran tiba-tiba Riki keluar dari mobil.
"Ayo kita pulang" Gadis menoleh pada Aisyah.
"ayo Aisyah kita pulang bareng jalan kerumah om kamu kan searah"Aisyah melirik ke arah Riki,Riki mengangguk.
"Aku mau duduk di belakang sama Aisyah"
"oke" kata Riki mobilpun melaju pelan karna jalanan cukup macet di jok belakang Gadis nampak asyik ngobrol dengan Aisyah sesekali mereka tertawa bersama,Riki hanya melihat dari lewat kaca spion Riki senang melihat gadis ceria lagi walaupun kalau sedang dengan dirinya gadis selalu jutek. tak lama Aisyah turun mobilpun melaju lagi menuju rumah gadis selama perjalanan gadis hanya diam. 10menit kemudian sampailah di depan rumah gadis nampak mobil kakanya terparkir di halaman, gadis langsung turun berlari masuk kerumahnya Riki hanya termenung memandangnya,tak lama kemudian Bima keluar.
"Riki ayo masuk dulu,anak itu benar-benar bukan nya ngajak kamu masuk"
"ga apa-apa ko aku paham"
"sekali-kali kamu harus tegas dong" Riki hanya tersenyum merekapun masuk kedalam duduk di ruang tengah tak nampak keberadaan gadis hingga akhirnya Bima sadar kalau Riki mencari keberadaan adiknya.
"Gadis ke kamarnya" nampak Riki gugup dan tersenyum malu.
"eh ada nak Riki,jangan dulu pulang kita makan malam bersama" kata Mama nya gadis Riki mengangguk. Mereka mulai berkumpul di ruang makan nampak Riki mencari keberadaan gadis,mamah yang mengerti kegelisahan Riki pun berkata.
"Gadis tidur" nampak Riki tersenyum malu dan mengangguk.
__ADS_1
"setelah menikah apa rencana kalian" Bima berucap sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
"kami belum bicara lebih lanjut,sulit sekali bicara dengan adikmu" kata Riki sambil menarik nafas nya.
"heem kamu yang sabar,aku Yan suatu saat adikku akan memaafkan dan menerima mu"
"ku harap juga begitu"Riki menarik nafas nya dalam-dalam dan membuangnya kasar.
"adiku sangat berambisi untuk menjadi dr kandungan"
"aku berharap kamu mendukungnya"
"Aku akan berusaha mendukung nya"jawab Riki
"aku tau kesalahan kamu sangat fatal, seperti nya ada yang lebih kamu hawatirkan"
"aku takut dia hamil"
"kenapa kamu tidak menginginkan ada anak"
"bukan begitu,aku takut gadis akan menolak kehadiran bayi itu dan tentunya dia akan tambah membenciku"
__ADS_1
"aah iya aku melupakan sifat keras adiku, semoga saja dia akan menerimanya pelan-pelan"
"aku harap juga begitu,aah sudah sore aku pamit pulang"
" baiklah hati-hati di jalan" Riki mengangguk dan berpamitan juga ke ayah dan mamah nya gadis.
Mobil Riki berhenti di depan rumah mamah nya setelah memasukan mobil ke garasi Riki masuk kedalam rumah, nampak sang mama sedang duduk di ruang TV Riki duduk di samping sang mamah.
"kamu dari mana nak"Riki menarik nafas berat terasa banyak sekali beban.
"kamu kenapa" mamahnya bertanya lagi ketika pertanyaan nya tidak di jawab riki.
"aku lelah mah,apa aku mundur saja".
"apa ini tentang gadis" Riki mengangguk.
"sulit sekali menaklukkan nya,dia selalu bersikap dingin padaku"
"kamu harus sabar,tinggal beberapa hari lagi kalian akan menikah"
"jangan terlalu memaksakan kehendak kepadanya.
__ADS_1
"aku mengerti mah,aku ke atas dulu" sang mamah mengangguk Riki naik ke lantai atas masuk ke kamarnya.