
Vop Gadis
Tidur ku sangat nyenyak sampai aku bermimpi bertemu seorang anak laki-laki yang tampan dia menuntunku menuju cahaya, tiba-tiba mataku terbuka ditempat yang asing dinding yang bercat putih ini bukan kamarku ku edarkan pandanganku keseluruh ruangan nampak seorang laki-laki muda duduk di sofa matanya terpejam,dia nampak tidak seperti kakak ku.ku tajamkan pandanganku ternyata laki-laki berengsek itu,sedang apa dia disini dan kenapa aku ada disini tercium bau khas obat kulihat tanganku ada jarum infus yang menancap di lenganku pantas tanganku terasa pegal. perlahan aku turun dari ranjang berjalan pelan sambil mendorong tiang infusan kepala ku masih terasa berat aku ingin kekamar mandi,ku lihat dari jendela hari sudah malam ternyata aku masuk kekamar mandi setelah selesai baru saja ku buka pintu tiba-tiba ada suara yang mengagetkan ku.
"kalau mo ke kamar mandi bangunkan aku" Gadis hanya diam tidak menjawab rasa nya malas melihat wajah kaki-laki ini, Gadis berjalan pelan menuju ranjang nya Riki mencoba membantu tapi di tolak. Riki hanya diam sambil mengusap wajahnya frustasi gadis berbaring pelan-pelan.
"kamu makan bubur ini,mau aku suapi"
"tidak perlu aku bisa sendiri" jawab gadis ketus, gadis mulai menyuap buburnya perlahan baru masuk 3siap dia menaruh buburnya kembali entah kenapa rasa mualnya kembali akhirnya gadis memilih berbaring kepalanya jg terasa pusing Riki menghampiri dengan rasa hawatir.
"kenapa apa mau makan yang lain, apa ada yang tidak enak" gadis hanya diam dan memejamkan matanya.
"tolong jawab aku,aku hawatir"
"mau ku panggilkan dokter" Gadis tetap diam Rian mengusap wajahnya dengan kasar tangan kirinya mengepal menahan emosi nya, tiba-tiba pintu terbuka nampak mamahnya gadis masuk ke dalam.
"maaf nak Riki ibu baru datang tadi ada adiknya ayah ke rumah"
"ga apa-apa Bu"
"Bu gadis ga mau makan tiap aku tanya dia ga mau jawab,aku hanya hawatir.
__ADS_1
"ga apa-apa nanti ibu tanya, pulanglah istirahat kamu pasti capek"
"aku pulang sebentar nanti aku kembali" mamah gadis mengangguk,setelah kepergian Riki gadis membuka mata nya.
"loh mamah kira kamu tidur,ayo makan mama duapin mamah bawa makanan kesukaan mu"
"Aku mual mah,asam lambungku naik kali" mamah gadis hanya tersenyum sambil mengusap kepala gadis.
"ayo coba makan pelan-pelan,apa ada yang mau kamu makan" gadis menggeleng.
"aku mau tidur aja mah" mamah hanya mengangguk setelah mata gadis terpejam air mata mamahnya mengalir sedih melihat kondisi anaknya, setelah kejadian terkutuk itu berat badan gadis menurun matanya juga cekung karna tiap malam gadis tidak bisa tidur.
Riki duduk di sofa memandang ibu dan anak yang sedang tertidur Riki teringat perkataan mamah nya di rumah.
Flashback on
Riki masuk ke dalam rumah nampak mamahnya sedang duduk di sofa.
"Riki kenapa pulang" Riki duduk di samping mamah nya.
"ibu nya gadis sudah datang,Riki pulang dulu mau mandi dan ngambil laptop ada kerjaan yang belum selesai"
__ADS_1
"bagaimana gadis,apa dia masih ketus"
"heemm,tapi aku ga akan nyerah mah"
"tentu saja kamu tidak boleh menyerah mamah takut....."
"takut kenapa mah"
"tadi mamah bicara dengan dr yang menangani gadis,dia teman mamah"
"dia bilang kemungkinan gadis hamil,tapi ini baru kemungkinan kita harus tes dulu"
"kalau memang benar hamil,bagaimana reaksi gadis pasti akan lebih terpuruk lagi"
"menerima kehadiran mu saja dia tidak bisa, apa lagi seorang anak dari laki-laki yang sangat di benci" Riki menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya.
"Aku akan menjaga anakku mah kalau benar hamil" Riki berdiri lalu berjalan menuju kamar nya.
flashback off
haiii ini karya ke dua ku maaf kalau tulisan kurang rapih aku masih terus belajar, tinggalkan like&coment ya biar aku semangat nulis nya terimakasih.
__ADS_1