
Pagi hari seperti biasa gadis terbangun karena mual tangan Riki nampak ada di atas perut Gadis pelan-pelan gadis menyingkirkan tangan Riki setelah berhasil Gadis langsung berjalan cepat menuju ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya Riki yang mendengar gadis muntah menghampiri dan memijat tengkuk gadis setelah isi perutnya keluar gadis brsandar di tembok kamar mandi dengan wajah pucat.
Riki memapah Gadis duduk di kasur mengambilkan air panas dari termos kecil setelah di campur sedikit air hangat Riki memberikan nya ke Gadis menerima nya dan meminum nya, selama ini sikap gadis kepada Rian datar dan cuek saja Gadis beranggapan bahwa Riki lah penyebab putusnya cita-cita dan masa depan dirinya.
Melihat gadis yang hanya diam Riki pun berlalu masuk ke kamar mandi lebih baik dia bersiap untuk pergi ke kantor, Gadis bangkit dan mulai membuka gorden dan jendela udara pagi yang segar masuk ke dalam kamar Gadis mulai membereskan kasur lalu bergegas turun ke bawah membantu mamahnya menyiapkan sarapan, sekarang gadis mulai kembali seperti sebelum kecelakaan itu terjadi sehingga membuat orang tuanya merasa lega.
"Pagi mah,mau bikin sarapan apa"
"Pagii ini loh mamah mau bikin nasi goreng sosis pedas"
"ya udah aku bantu bikin telur ceplok nya ya" mamah mengangguk dan tersenyum. Setelah mandi Riki keluar kamar mandi nampak kamar sudah rapih walaupun gadis cuek kepada nya Riki senang karena gadis menerima nya dan tidak berlaku kasar dia yakin perlahan gadis akan menerima dirinya dan anak mereka, Riki bukannya tidak tau dengan recana gadis yang akan meminta cerai setelah anak mereka lahir tapi selagi masih ada waktu dia akan berusaha RT nya bertahan.
__ADS_1
Riki menuruni tangga nampak gadis dan anggota keluarga yang lain sudah duduk di meja makan Riki tersenyum kepada mereka dan duduk di samping gadis merekapun sarapan bersama, setelah sarapan Riki pamit lebih dulu Gadis mengantar sampai ke halaman Riki mencium kening gadis lalu masuk ke dalam mobil mobil melaju keluar halaman Gadis memandang mombil Riki hingga tak terlihat tanpa gadis sadari Bima sudah berdiri di belakangnya.
"eheemm ciie ada yang sedih nih di tinggal suami"
"iiih kakak,aku ga sedih ya!" Gadis memukul bahu kakaknya dan berlalu ke dalam dengan muka jemberut dan duduk di ruang keluarga.
"kenapa cemberut"
"kakak rese mah"
"loh mamah ke toko lagi pagi ini"
__ADS_1
"iya sayang karyawan ayah kamu kan ada yang keluar kerja jadi ayah keteteran kalau rame"
"iya gadis si Ujang kan keluar kerja seminggu yang lalu,kamu baik-baik di rumah ya"
"iya mah"
"kunci pintu nya,si emak belum bisa kembali kerja anaknya masih sakit"
"iya mah" Gadis mengantar orang tuanya sampai teras rumah setelah mobil nya tak terlihat lagi Gadis masuk kedalam rumah dan menguncinya, Gadis naik ke lantai atas menuju kamarnya lalu bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah mandi karena bosan Gadis pun ke dapur rencananya mau bikin kue untuk di bawa ke rumah mertuanya Gadis melihat-lihat bahan kue yang ternyata tidak ada,sudah lama semenjak kecelakaan yang menimpa dirinya gadis tak pernah LG ke dapur gadispun berniat untuk pergi ke mini market Deket komplek rumahnya untuk membeli bahan-bahan kue gadis mengambil kunci mobil dan dompet nya kemarin malam Riki memberikan kartu ATM kepadanya katanya nafkah untuk istrinya.
__ADS_1
Gadis keluar dan mengunci pintu rumahnya lalu mengeluarkan motor matic nya yang sudah lama tidak di pakai,Gadis melajukan motornya perlahan menuju mini market.
Gadis memarkirkan motornya di parkiran terlebih dahulu gadis menuju ATM niat nya ingin mengecek saldo di dalam ATM nya gadis memasukkan pin nya kata Riki pin nya tgl mereka menikah, setelah memasukan pin gadis mengecek saldo nya gadis cukup kaget isinya cukup banyak ada 50jt, gadis hanya mengambil 500rb saja.