
Hai..Hai..Haii!! maafkan author ya bebzz akhir-akhir ini di sibukan dengan rutinitas duniawi ðŸ¤ðŸ¤ maaf dah lama ga update insyaallah cerita ini akan aku lanjutkan hingga end. Jangan lupa terus dukung karyaku ya bebzz biar semangat nulisnya terimakasih yang udah mampir di karyaku jangan lupa tinggalkan jejakmu 🤗😘 yuuu kita lanjutkan.
____________________**********__________________
Hari terus berganti tidak terasa kehamilan Gadis sudah 9 bulan kini tinggal menunggu hari kelahiran sang jagoan,ya hasil USG menunjukkan bahwa calon anak mereka adalah laki-laki,kegiatan membuat kueh sudah berhenti dari usia kandungan 7 bulan karena kelelahan membuat Gadis di rawat di Rumah Sakit selama beberapa hari yang mbuat Riki marah besar hingga akhirnya Riki tidak mengijinkan Gadis menerima pesanan kueh lagi.
Pagi hari Riki menemani Gadis untuk berjalan-jalan pagi di sekitar komplek rumahnya karena hamil yang semakin besar membuat Gadis cepat kelelahan hingga akhirnya Riki membawa Gadis duduk di taman komplek sambil melihat Ibu-ibu yang sedang membawa anaknya bermain sambil di suapi. Gadis memandangi gerobak tukang bubur ayam Riki yang melihat istrinya memandangi gerobak bubur pun mengerti kalau sang istri sudah merasa lapar.
"Kita sarapan bubur yuk"
Gadis segera bangkit berjalan sambil menggenggam tangan Riki menuju Abang penjual bubur merekapun mulai memesan bubur.
setelah pulang menemani istrinya jalan-jalan Riki langsung bersiap- untuk pergi kekantor karena hari ini Riki harus ke lokasi, mamah mertuanya sudah berangkat pagi sekali karena ada pasien yang akan melahirkan.
Gadis mengantarkan Riki hingga ke teras rumah,mobil yang di kendarai riki melaju dengan cepat Gadis masuk kedalam rumah menuju dapur nampak bibi sedang mencuci piring. Gadis duduk di meja makan sambil mengusap perutnya bibi yang merasakan kehadiran Gadispun menghampiri.
"kenapa neng ada yang terasa"
bibi memandang wajah Gadis dengan cemas.
__ADS_1
"Rasanya perutku sedikit tidak nyaman bi"
"Bibi telpon mas Riki ya neng"
"Gak usah bi hari ini dia mau ke lokasi"
"Bibi telpon ibu ya ke klinik"
"Gak usah bi, tolong bikin kan air hangat aja"
Gadis melangkah ke ruang keluarga duduk di sofa sesekali meringis nampak perut nya yang buncit menegang bibi datang membawa air hangat lalu menyimpannya di atas meja tangan nya terulur mengelus perut Gadis.
Gadis hanya mengangguk mukanya nampak menahan sakit.
"Aduhhh bi sakit sekali"
keringat mulai bercucuran wajah Gadis mulai memucat.
"sebentar neng bibi panggil supir dulu kita ke klinik ibu"
__ADS_1
Sementara bibi ke depan rumah mencari supir,Gadis mengambil handphone nya di atas meja sambil menahan sakit untuk pertama kalinya Gadis menelpon suaminya.
Lama panggilan Gadis tidak di angkat tapi Gadis trus berusaha menghubungi suaminya hingga panggilan ke tiga Riki baru mengangkatnya pertama yang Gadis dengar suara bising para pekerja.
"Halo sayang ada apa"
"halo halo"
"ma...s perutku sakit" dengan suara parau Gadis bicara,nampak di sebrang telpon Riki seketika panik wajahnya nampak tegang karena telpon langsung Gadis matikan, Riki langsung menelpon mamahnya setelah menelpon mamahnya Riki pamit dengan klien nya.
" Maaf pak saya tidak dapat menemani bapak saya harus pulang"
"Apakah peting sekali mas Riki"
"iya, istri saya akan melahirkan"
"wah anda sudah menikah rupanya, ya sudah pergilah semoga persalinan nya lancar"
"terimakasih pak nanti asisten saya yang akan menemani anda"
__ADS_1
setelah berpamitan Riki menjalankan mobilnya menuju klinik sang mamah jangan ditanya bagaimana perasaan nya saat ini,suara lirih Gadis saat di telpon terus terngiang-ngiang.