Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
15.Wanita itu sekarang istriku


__ADS_3

Vop Riki


Sikap gadis masih sama dingin entah sampai kapan dia bersikap seperti itu aku tidak berharap dia memaafkan ku karna ku sadar perbuatan ku tak bisa di maafkan tapi demi tuhan aku akan tetap menyanginya bagaimanapun perlakuan nya padaku,karna entah sejak kapan aku mulai menyayangi nya entah cinta ataukah rasa persalah aku ga tau.


setelah makan malam aku berbincang dengan ayah mertua dan Bima kami berbincang di teras samping menghadap kolam ikan ada beberapa tumbuhan disana angin malam yang dingin terasa menusuk ke tulang jam 11malam aku pamit tidur.


Ku buka pintu kamar suda gelap hanya lampu tidur yang masih menyala setelah bersih-bersih aku naik ke atas kasur ku pandangi wajah istriku yang nampak damai wajah nya tanpa makeup tampak pucat kesehatan nya menurun akhir-akhir ini itu yang dikatakan ayah padaku ku kecup keningnya ku belai lembut kepala nya.


Aku hanya berdoa semoga tuhan melembutkan hatimu untukku dan anak kita ingin rasanya menyentuh perutnya yang masih rata tapi aku takut dia terbangun akhirnya ku baringkan tubuhku dan ku beranikan diri memeluknya dia tetap diam nampanya dia pulas sekali tidurnya sampai tidak merasakan pelukan dari Riki.


Suara adzan subuh dari mesjid terdengar sayup-sayup pelan-pelan mata gadis terbuka badan nya susah bergerak dan terasa berat yang pertama dia lihat wajah suaminya RIki gadis buru2 membuang mukanya perutnya tiba-tiba mual cepat-cepat gadis turun dan menghempaskan tangan riki dari perut nya lalu bergegas ke kamar mandi,Riki terbangun karna tangannya dihempaskan Riki pikir gadis marah karna dia memeluknya. sayup-sayup terdengar suara muntahan dari kamar mandi seketika menyadarkan Riki kalo Gadis tidak baik-baik saja,Riki berjalan menuju kamar mandi yang ternyata tidak di kunci rikipun masuk dan memijat tengkuk gadis. Gadis terus memuntahkan cairan hingga mulutnya terasa pahit setelah tidak muntah lagi gadis menghempaskan tangan riki dari tengkuknya lalu berwudhu Riki masih berdiri di belakang gadis setelah selesai gadis berlalu begitu saja. Riki langsung mandi untuk menyegarkan badan nya setelah selesai Riki keluar dengan mengenakan handuk nampak gadis sedang membereskan kasur lalu membuka gorden dan jendela udara subuh yang masuk ke kamar terasa segar lalu gadis keluar kamar menuju dapur.


Sepeninggal nya Gadis Riki mencari kopernya tapi ga ada akhirnya Riki membuka lemari dan nampak bajunya sudah tersusun rapi Riki sedikit tersenyum setelah selesai Riki menunaikan shalat subuh,setelah peristiwa kelam itu Riki mulai mendekatkan diri kepada Tuhan.

__ADS_1


Riki nampak menuruni tangga mencari keberadaan istrinya nampak teh yang masih hangat ada di atas meja nampak mamah mertuanya keluar dari kamar.


"itu teh buat kamu tadi gadis yang bikin"Riki tersenyum dan duduk meminum teh nya matanya terus mencari gadis,mamah mertuanya tersenyum.


"kamu cari gadis,tuh gadis di dapur bikin sarapan" lagi-lagi Riki tersenyum pipinya bersemu merah.


"ya sudah mamah mau bantu gadis" tiba-tiba terdengar suara muntahan dari dapur,Rian bergegas ke dapur memijat tengkuk gadis hanya cairan saja yang keluar keringat bercucuran wajah gadispun pucat Riki memapah gadis duduk di ruang makan dan memberikan teh hangat nya. gadis meminumnya lalu memijat pelipisnya.


"iya mah,maaf mah tadi aku ngupas bawang tiba-tiba mual"


"sudah kamu duduk aja". ayah gadis yang tadi di halaman samping masuk karna mendengar keributan.


"ada apa,loh nak kamu kenapa"

__ADS_1


"ga apa-apa ko yah cuma mual nyium bawah"


"eem ya sudah"ayah duduk di samping Riki.


"nak Riki ayah mo tanya kedepan nya kalian mau tinggal dimana"


"loh ko ayah gitu,ayah ngusir gadis"


"bukan begitu nak,ayah senang ko kalau kamu dan Riki mau tinggal di sini. tapi sekarang kan sudah berbeda kamu harus mengikuti dimana pun suamimu tinggal" gadis terdiam air matanya mulai menetes.


"ga apa-apa ko yah aku ikut kemauan gadis,kalau gadis nyaman di sini ga apa-apa ko"


"ya sudah kalau begitu" mamah gadis datang menghidangkan nasi goreng untuk sarapan di susul dengan kedatangan Bima mereka pun sarapan pagi bersama.

__ADS_1


__ADS_2