Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
5.Laki-laki berengsek


__ADS_3

Gadis terbangun ketika jam menunjukan pukul 9pagi dia merasakan seluruh tubuhnya serasa remuk kepalanya sedikit pusing,daerah intinya juga nyeri dia berjalan perlahan masuk kamar mandi setelah selesai dan berpakaian gadis duduk termenung di balkon kamar nya pandangan nya kosong air matanya tak berhenti mengalir,dia merasa Tuhan tidak adil padanya cobaan ini terlalu berat bagaimana dia akan meneruskan hidupnya apa lagi jika dia hamil,tanpa dia sadari sang mamah berdiri di belakangnya juga menangis.


"gadis sarapan dulu nak" sepiring nasi goreng pedas kesukaan nya dan segelas jus jeruk gadis hanya mengaduk makanan nya


"makan nak supaya ada energi,nanti kamu sakit"


"ayah ke toko mah"


"ngga,ayah mu di bawah"


"ayah pasti kecewa dan ga mau melihat aku" gadis menangis.


"ngga sayang,ayah tidak mau kamu melihat nya sedih"


"ayo cepat makan biar mamah suapi ya" gadis mengangguk dan mulai menerima suapan demi suapan dari sang mamah.


Di lantai bawah nampak ayah gadis duduk termenung memikirkan masa depan anaknya tiba-tiba bel pintu berbunyi Ting tong ayah gadis bergegas membuka pintu nampak sepasang suami istri dan seorang pria berdiri di depan nya.


"dengan rumah gadis Wijaya" kata sang ibu


"iya,ada perlu apa ke anak saya"


"boleh kami masuk"


"ooh silahkan masuk"

__ADS_1


"silahkan duduk"


"mungkin kedatangan kami sekeluarga mengagetkan bapak"


"jadi begini kami mengantar anak kami untuk meminta maaf dan bertanggung jawab atas kesahan nya"


"maksud bapak gimana"


"semalam hal yang tidak terduga terjadi,kami selaku orang tua dari Riki mohon maaf yang sebesar-besarnya" tiba-tiba ayah gadis emosi matanya merah menahan marah dan langsung menampar Riki plaaak.


"sabar pak"


"kamu tau anak saya sudah kehilangan masa depan nya,kamu sudah hancurkan putri saya satu-satunya"


"kalian lihat anak saya atas kelakuan bejad anak kalian masa depannya hancur "


"tenang pa mari kita bicarakan bersama" gadis di bawa ibunya duduk di samping ayahnya,gadis memegang tangan ayahnya sedikit demi sedikit ayah nya mulai tenang,Riki menunduk sesekali melihat ke arah gadis dia bisa melihat wajah gadis pucat matanya sembab hatinya merasa sakit sekali.


"jadi begini pak Wijaya bagaimana kalau kita nikahkan saja anak-anak kita"


"sebagai bentuk pertanggungjawaban anak kami"


"aku ga mau menikah"gadis bicara dengan lantang matanya penuh kebencian pada Riki.


"tapi nak bagaimana kalau nanti kamu hamil" ibu Riki menimpali dengan halus gadis terdiam tiba-tiba kepalanya pusing pelan-pelan semuanya gelap.

__ADS_1


Gadis pelan-pelan membuka matanya yang pertama dia lihat adalah sang mamah.


"mah aku gamau nikah dengan laki-laki itu"


"nak istirahat saja ya jangan banyak pikiran" tak lama gadispun tertidur kembali.


mamah turun kebawah nampak keluarga Riki masih berbincang.


"bagaimana kalau Minggu depan kita nikahkan mereka"


"saya rasa kita lihat dulu 2minggu ke depan pak apa hamil atau tidak sambil saya membujuk gadis"


"baiklah pak,tapi bolehkah saya datang kesini melihat gadis " kata Riki lirih dia tidak menyangka gadis akan menolaknya.


"baiklah Riki boleh datang kapan saja"


"baiklah pak kalau begitu kami pamit ini no ponsel kami jika ada apa-apa cepat hubungi kami"


"baiklah pak, semoga gadis berubah pikiran"


"ooh saya lupa,ini tas dan hp gadis"


"kami pamit pak permisi".


"tapi pak justru kita gadis"

__ADS_1


__ADS_2