
Gadis duduk bersandar di sofa ruangan tv hari ini Gadis libur membuat kue ia memilih istirahat hari ini
"Mah kak Bima sudah kekantor"
"kakakmu sedang ke luar kota sayang"
mamah duduk di samping Gadis sambil mengelus perut Gadis.
"Sudah berapa bulan sayang"
"kalau tidak salah 6 bulan mah"
"kamu jangan kelelahan"
"iya mah,mah aku takut"
"takut apa sayang"
"Aku takut pas melahirkan"
"Banyak berdoa insyaallah akan baik-baik saja"
"Iya mah"
Gadis berbaring di sofa berbantalkan paha mamahnya sesekali terasa usapan lembut dari sang mamah.
"bagaimana hubungan kalian"
"hubungan kami baik"
"Mamah harap kamu lebih bijak jangan egois sekarang kamu sudah punya tanggung jawab yang besar"
__ADS_1
"apa mah"
"sebagai seorang istri dan seorang ibu, mereka sekarang adalah prioritas utama kamu"
"Lalu bagaimana dengan cita-cita ku mah"
"selama kamu bisa membagi waktu mamah rasa Riki akan mendukungmu"
Gadis bangkit dan berjalan menuju kamar nya, kamar yang sudah lama di tinggalkan Gadis berbaring di kasurnya menatap langit-langit kamar pikirannya menerawang pada isi chat dari Reza,Hati kecilnya sangat ingin bersama Reza tapi kenyataannya sekarang Gadis adalah seorang istri dan sedang mengandung. Gadis mengusap perut buncitnya lama kelamaan Gadis pun tertidur mamah yang tadinya ingin memastikan kalau Gadis tidak marahpun mengurungkan niatnya untuk masuk perlahan pintu kamar di tutup.
Gadis terbangun karena dering handphone nya yang terus berbunyi ketika akan di angkat telepon nya mati Gadis duduk dan membuka hp nya ada beberapa chat dari Riki ada beberapa chat pesanan kue juga tiba-tiba handphone nya berdering kembali.
"Halo, sayang kemana aja aku hawatir"
"Baru bangun tidur"
"oohh, Aku sedang di hotel"
"heeemmm"
"belum"
"Ya sudah cepat makan dulu, nanti malam aku telpon lagi"
"heem"
Setelah menutup telpon Gadis masuk ke kamar mandi membersihkan diri setelah selesai Gadis memakai dress selutut berwarna oranye Gadis berjalan menuju Dapur nampak sang mamah sedang sibuk di dapur.
"masak apa mah"
"eh udah bangun sayang"
__ADS_1
"ini mamah mau masak sayur asem,Ayam goreng dan sambal"
"Gadis bantu mah"
"ga usah sayang kamu duduk aja oke".
Pelan-pelan Gadis duduk sambil mengusap perutnya setelah pertempuran SE malam badannya terasa remuk dan juga lelah.
"kapan jadwal periksa sayang"
"Minggu depan mah,mamah Riki yang periksa"
"gimna bisa normal lahirannya"
"insyaallah mah bisa normal"
"Alhamdulillah syukurlah"
"ayo makan dulu,nanti suamimu marah"
"mamah ada-ada saja"
"tadi aja Riki telpon mamah karena kamu gak bales chat dan menerima telepon nya, baru di tinggalin beberapa jam sudah panik"
"aah mamah"
Merekapun makan siang bersama sesekali ibu dan anak itu bercerita, setelah selesai makan Gadis duduk di teras melihat orang berlalu lalang jika sore hari banyak Abang jualan anak-anak yang bermain dan ibu-ibu yang sedang bergosip sambil menyuapi anaknya mamah datang membawa camilan gorengan ubi yang masih hangat mamah menyiram tanaman sementara Gadis menikmati gorengan ubi. tak lama mobil ayah masuk garasi nampak ayah keluar dari mobil sambil menenteng buah-buahan Gadis tersenyum melihat ayah.
Ayah menghampiri Gadis dan duduk di samping kursi Gadis,Ayah mengambil sepotong gorengan ubi dan memakannya.
"Ayah bawa buah apa"
__ADS_1
"lihat saja sayang"
Gadis membuka kantung kresek yang di dalamnya ada beberapa buah kesukaan Gadis.