Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
66.


__ADS_3

#Tiga tahun kemudian#


"Buna.....Buna", Seorang anak kecil berjalan menuruni tangga dengan mata yang masih mengantuk Dia terus memanggil ibunya, seorang wanita paruh baya berjalan tergesa-gesa dan menghampiri.


"Den kecil sudah bangun,Ayo cuci muka dulu"


"Buna mana bi... huuaaaaaaa",Suara tangisan memenuhi seluruh ruangan.


"Suuutt,Den kecil tidak boleh nangis ya"


"Mauu bunaa,Huuuuuaaa"


"Udah yu cuci muka du lalu sarapan"


Sudah mampir satu tahun setengah Gadis melakukan Koas di RS yang berada di luar Kota disana Gadis tinggal di Asrama tiap ada libur Gadis akan pulang atau sebaliknya Riki dan Raditya yang akan berkunjung. Hubungan mereka cukup baik walaupun Gadis masih dingin kepada suaminya tapi sedikit demi sedikit Gadis mulai sedikit perhatian kepada suaminya.


Minggu ini Gadis tidak bisa pulang karena jadwalnya di Rumah Sakit sangat padat di karenakan ada bencana alam yang terjadi di salah satu desa membuat Gadis di tugaskan sementara di puskesmas Desa itu.Karena itulah membuat Raditya rewel karena merindukan bunda nya.


"Huaaaaaa mau Buna",Bibi yang bingung akhirnya menelpon Riki.


"Halo Den"


"Ada apa bi, kenapa Radit menangis"


"Anu den dari bangun tidur Den kecil menangis tidak berhenti manggil-manggil mamanya terus. Duh Bibi bingung"


"Ya sudah saya pulang sekarang"


"Iya Den"


"Mauuu Buna huaaa Buna.."


Sementa di sebuah Desa Gadis sedang berkunjung ke tenda pengungsian untuk memeriksa korban bencana yang sedang sakit, wajah Gadis sedikit pucat karena beberapa hari ini tidak beristirahat dengan benar makan dan tidur nya tidak teratur, Kepala nya sedikit pusing hingga akhirnya terjatuh Angga yang juga salah satu Dokter dari RS lain cepat-cepat menangkap tubuh Gadis hingga tidak terbentur lantai dan segera membawa Gadis ke puskesmas.


Gadis terbaring lemah di brankar Dr Angga segera meberi pertolongan kepada Gadis memberikan cairan infus di tangan Gadis.


Riki turun tergesa-gesa dari mobilnya lalu berlari ke lantai Atas menghampiri suara tangis anaknya, Raditya yang melihat sang papah datang langsung berlari kepelukan papah nya.


"Papah Aku mau Buna huaaaaa"


"Oke jangan nangis kita telpon Buna yah" ,Radit mengangguk dan mulai berhenti menangis Riki mulai menghubungi handphone istrinya tapi tidak diangkat hingga panggilan ke tiga Gadis menggangkatnya tapi Riki diam membeku hingga kesadaran nya kembali ketika Radit merengek.


"Halo, kenapa handphone istri saya ada pada Anda"


"Oh maaf pak ini istri Bapak masih tidak sadarkan diri,Saya Rekannya"


"Dimana lokasinya"


Riki menutup telponnya Lalu menggendong Radit.


"BI siapkan Baju Ganti kami,Dan siapkan bekal"


"Baik Den "

__ADS_1


Riki membawa Radit ke kamar memandikannya dan memakaikan baju nya,Lalu Riki mengganti bajunya memakai celana jeans, kaos warna putih dan jaket denim.


Mobil Riki melaju kencang semetara Radit memakan makanannya di mobil Radit senang karena akan bertemu Buna nya.


Sementara di Puskesmas Angga menyimpan handphone Gadis di samping bantal hatinya sedikit kecewa ternyata Wanita yang beberapa hari ini selalu Dia perhatikan sudah mempunyai suami Anggapun tersenyum getir.


Perlahan-lahan mata Gadis terbuka,Gadis langsung memegang kepalanya yang sakit.


"Aahhh,sakit sekali"


"Kamu sudah sadar"


"Aku kenapa Dok"


"Kamu pingsan,Darah mu sangat rendah dan asam lambung mu tinggi"


Gadis memejamkan matanya karena kepalanya berdenyut.


"Istirahatlah, Sepertinya keluarga mu akan datang"


"Heem"


"Baiklah Aku pamit"


"Terimakasih"


"Sama-sama"


Setelah kepergian Angga Gadispun tertidur lagi hingga Gadis tebangun mendengar celotehan Anak kecil yang sangat Gadis Rindukan.


"Buna lama tidul nya"


"Jangan berisik sayang nanti bunda bangun"


Gadis membuka matanya dan tersenyum rasa sakit rasa nya hilang ketika melihat orang-orang yang di rindukan,Radit tertawa Girang mereka menghampiri satu persatu mencium Gadis dengan sayang.


"Buna sakit apa"


"Kepala bunda sakit sayang",Riki mengelus kepala Gadis dengan sayang dan mengecup keningnya.


"Kenapa bisa begini sayang"


"Akhir-akhir ini Aku kurang istirahat mas dan makanku tidak teratur",Riki mengecup kening Gadis kembali.


"Berapa lama lagi koas mu selesai"


" Beberapa hari lagi mas"


"Aku ingin kamu ikut pulang bersama kami"


"Hemm"


"Makan dulu ya!"

__ADS_1


Riki menyuapi Gadis dengan sabar, Sedangkan Radit tertidur di samping sang Bunda. Gadis mengelus kepala Raditya dengan penuh sayang.


"Aku keluar dulu",Riki mencium kening Gadis lalu pergi ke luar dari ruangan Gadis Riki nampak menghubungi seseorang wajahnya nampak serius.


Sore hari Gadis sedikit membaik hingga akhirnya Gadis di bawa Riki pulang setelah menelpon seseorang Riki pergi ke asrama Gadis mengemasi barang-barangnya, Mobil Riki melaju dengan kecepatan sedang Raditya tertidur di jok belakang kurang lebih 2 jam perjalanan Riki sampai di rumah sakit tadinya Gadis ngotot minta pulang di rumah saja tapi melihat Riki marah akhirnya Gadis menurut, Setelah di periksa ulang akhirnya Gadis di rawat untuk beberapa hari ke depan.


Riki memesan kamar VVIP supaya nyaman Gadis tertidur bersama Radit, Riki sudah mengabari keluarganya kalau mereka sudah pulang dan ada di Rumah Sakit.


Riki memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri badannya terasa lelah dan lengket setelah mandi dan berpakaian Riki keluar kamar menuju kantin perutnya sangat lapar dari siang dia belum makan.


Di kantin Riki memesan nasi dan soto,Riki makan dengan lahap selesai makan Riki memesan beberapa makanan takut istrinya lapar di malam hari. Riki berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit hingga akhirnya sampai di kamar istrinya,Riki membaringkan tubuhnya di atas sofa karena lelah akhirnya Riki terlelap.


Pagi hari bersinar denga cerah hingga sinarnya masuk ke dalam kamar rawat Gadis, Raditya terbangun melihat sang Bunda tersenyum padanya.


"Selamat pagi jagoan bunda"


"Pagi Buna" ,Radit mencium pipi sang bunda lalu turun menghampiri sang papah yang masih tidur.


"Pah...papah bangun"


Riki membuka matanya dan tersenyum memeluk Radit,Riki menghampiri Gadis dan mengecup keningnya.


"Pagi sayang,masih pusing"


"Sudah tidak terlalu"


"Mau sarapan apa"


"Terserah kamu"


"Baiklah Aku mandi dulu,Ayo jagoan kita mandi"


Setelah kepergian Riki Orang tua Gadis dan Mamah mertuanya datang.


"Sayang kamu kenapa",Mereka silih berganti memeluk Gadis.


"Kurang darah dan Asam lambungku naik mah"


"Bagaimana sekarang sayang"


"Sudah membaik"


"Mana anak dan suamimu"


"Sedang mandi mah"


Riki dan Radit keluar kamar mandi nampak ruangan sangat ramai dengan kedatangan orang tua nya.


"Opa..",Radit berlari ke opa nya lalu sang opa menggendong Radit membawa keluar kamar. Setelah kepergian Opa dan Radit suster datang memeriksa Gadis.


"Apa ibu mau saya bantu membersihkan diri"


"Tidak usah sus biar saya saja yang membersihkan istri saya"

__ADS_1


"Baiklah pak kalau begitu saya undur diri"


__ADS_2