
Setelah mandi Riki duduk di sofa nampak segar, Gadis dudu di pinggir kasur menghadap Riki.
"Aku minta maaf,tadi aku benar-benar ketiduran"
"heemm,kamu sudah makan" Gadis menggeleng kan kepalanya Riki mengusap wajah nya.
"ayo kita makan,apa ada yang ingin kamu makan" Gadis mengangkat wajahnya ragu wajahnya nampak sedikit pucat matanya sembab.
"ada apa,apa seharian kamu nangis"
Gadis menggeleng dan kembali menunduk perasaan nya mulai kacau sekelebat kenangannya dengan Reza melintas.
"kamu mau makan sesuatu"
Gadis kaget dengan sentuhan tangan Riki di bahunya.
"aku pengen makan pecel lele"
"yaudah ayo siap-siap kita pergi"
Gadis memakai sweater Hoodie dan handphone merekapun berjalan bersama menuruni tangga.
Mobil Riki melaju perlahan Gadis nampak melamun membuat Riki penasaran.
"Kamu kenapa" Gadis melirik ke arah Riki yang sedang menyetir.
"Ga apa-apa" Riki menarik nafasnya.
__ADS_1
"Kalau ada apa-apa jangan sukan,cerita saja aku pendengar yang baik"
"heeemm"
"stop berhenti di depan "
Mobilpun berhenti di samping tenda pecel lele setelah parkir mereka pun turun dari mobil dan berjalan bersama masuk ke dalam warung tenda Riki duduk di bangku kosong.
"Mau makan apa"
"aku pecel ayam aja"
Gadis berjalan menghampiri penjual dan mulai memesan.
"Bang pecel ayam satu,lele satu, minumnya teh tawar hangat aja 2"
"siap neng di tunggu ya"
"Aku ingin kembali kuliah"
Seketika Riki kaget mendengar keinginan Gadis tapi jika tidak di turuti pasti Gadis akan tetap melakukannya,belum juga Riki menjawab Gadis sudah bicara lagi.
"Aku akan tetap kembali kuliah walaupun kamu tidak mengijinkannya"
Riki menarik nafas nya tanpa sedikitpun membalas perkataan Gadis, seketika suasana hening hingga makanan yang mereka pesan datang. Mereka menikmati makan malam dengan hening hanya suara pengamen jalanan yang mengiringi makan malam mereka.
Setelah selesai makan merekapun masuk ke dalam mobil,mobilpun melaju dengan kecepatan sedang kurang lebih 30 menit mereka pun sampai di rumah Gadis bergegas masuk menuju kamarnya sedangkan Riki menuju dapur mengambil air minum dan duduk di ruang makan tiba-tiba sang mamah menghampiri duduk di samping Riki.
__ADS_1
"kenapa belum tidur mah"
"belum ngantuk"
"ooh"
"kenapa ada masalah"
"Aku ragu mendapatkan cintanya" Riki menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan dengan kasar.
"Dia masih bersikap dingin padahal pernikahan ini sudah masuk hampir 3 bulan tapi aku belum bisa mendapatkan hatinya"
Mamah mengelus punggung Riki dengan rasa prihatin.
"kamu yang sabar,mamah selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian"
"iya mah"
"tapi mamah lihat ada sedikit perubahan dari istrimu,mamah lihat dia sudah menyayangi janin dalam kandungannya"
"Aku harap begitu dan kelak anak kami bisa menyatukan kami berdua"
"Amiiin mamah selalu mendoakan kebahagiaan kalian"
Riki memeluk mamahnya erat melepaskan semua beban di pundaknya.
"sudah pergilah tidur sudah larut"
__ADS_1
"iya mah,mamah juga segera tidur"
Riki melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya, pelan-pelan Riki membuka pintu kamar nampak Gadis sudah tidur berbalut selimut Riki masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai Rikipun naik ke atas kasur dan memeluk Gadis tangannya terus mengusap perut Gadis yang mulai keras lama-lama Rikipun tertidur.