
"Kamu nangis?" tanya Andre.
Carisa buru-buru mengusap air matanya. Dia kemudian beringsut duduk dan menatap Andre.
Andre berjalan mendekati istrinya. Dia kemudian naik ke atas ranjangnya dan duduk di sisi Carisa.
Andre menatap Carisa lekat.
"Nggak usah nangis. Untuk apa kamu nangis?" tanya Andre yang sepertinya tidak suka melihat tangisan Carisa.
Carisa menatap Andre tajam. Dia kemudian memukul-mukul dada bidang suaminya.
"Jahat kamu Mas. Jahat...! kamu tega banget sama aku. Hiks...hiks...hiks..."
Tangis Carisa kembali terdengar.
Di kamarnya, Tata mengerjapkan matanya. Dia merasa terganggu dengan suara tangisan ibunya.
Tata beringsut duduk. Tata kemudian berjalan ke luar dari kamarnya. Dia mendekat ke kamar orang tuanya.
Tata terkejut saat dia mendengar tangisan ibunya. Tata mencoba untuk menguping pembicaraan orang tuanya.
"Hiks...hiks...kamu tega banget sama aku. Kamu sudah menyakiti hati aku Mas. Lelaki macam apa kamu ini Mas. Aku nggak rela kamu nikah lagi. Aku nggak sanggup hidup berbagi suami," ucap Carisa dengan lantang.
"Carisa. Lebih baik kamu izin kan aku nikah lagi. Aku akan jamin kehidupan kamu dan Tata. Aku janji, aku akan adil sama kamu dan Ersa," ucap Andre.
"Hiks...hiks... kamu fikir, punya dua istri itu mudah Mas. Nggak Mas. Kamu nggak akan mungkin bisa adil."
"Aku akan buktikan sama kamu kalau aku bisa adil Carisa. Dari pada kamu minta aku untuk menceraikan kamu, kamu mau hidup jadi gembel bersama anak kamu? nggak mau kan?"
Tata diam. Dia kemudian mulai berfikir.
"Apa benar, papa akan nikah lagi? tapi papa mau nikah sama siapa?" ucap Tata.
Sejak tadi Tata masih bertanya-tanya dalam hati. Wanita siapa yang akan dinikahi ayahnya. Karena Tata tidak mendengar percakapan Andre dan keluarganya waktu di meja makan. Jadi dia tidak tahu apa saja yang dibicarakan ayahnya waktu di meja makan.
Tata kemudian pergi meninggalkan kamar orang tuanya. Tata turun ke bawah.
Di lantai bawah, tampak gelap. Tidak ada orang satupun yang ada di bawah.
"Oma dan Tante Dinda ke mana. Apa mereka udah tidur?" ucap Tata.
Tata kemudian berjalan ke arah kamar Bu Alya. Dia kemudian mengetuk pintu kamar Bu Alya.
Tok tok tok...
"Oma..." seru Tata.
Beberapa saat kemudian Bu Alya membuka kamar Tata. Dia tersenyum pada Tata.
"Eh, ada Tata. Kamu bangun?" tanya Bu Alya.
Tata mengangguk. Dia kemudian menatap ke dalam kamar Omanya.
"Itu Kak Vino? Kak Vino tidur di sini?" tanya Tata.
__ADS_1
"Iya. Oma yang nyuruh Vino tidur di sini. Soalnya Oma kangen sama Vino. Biasanya Vino kan tidur di kamar tamu sama papa kamu."
"Oh... kalau gitu, Tata boleh nggak tidur di sini sama Oma dan Kak Vino?"
"Boleh sayang. Ayo masuk!"
Tata tersenyum. Setelah itu dia masuk ke dalam kamar Bu Alya.
Tata kemudian duduk di sofa yang ada di kamar Bu Alya.
Bu Alya menatap Tata. Gadis kecil itu tampak murung. Entah apa yang sedang dia fikirkan saat ini.
"Tata kenapa?" tanya Bu Alya.
Tata menatap Bu Alya lekat.
"Oma, apa benar kalau Papa mau nikah lagi?" tanya Tata.
Bu Alya terkejut saat mendengar pertanyaan Tata.
"Tata tahu dari mana kalau Papa Tata mau nikah lagi? tahu dari mama ya?"
"Aku dengar tadi mama sama papa ngobrol. Katanya Papa mau nikah lagi. Papa mau nikah sama siapa Oma?"
Bu Alya bingung dengan apa yang harus dia katakan pada Tata.
"Tata, besok Tata kan mau sekolah. Tata tidur ya. Tata nggak boleh mikirin macam-macam. Pokoknya Tata harus fokus sama sekolah Tata. Nggak usah mikirin masalah mama dan papa nya Tata Ya?"
Tata mengangguk.
"Iya Oma."
Tata bangkit berdiri. Dia kemudian berjalan mendekati tempat tidur. Tata kemudian naik ke atas tempat tidur. Setelah itu dia berbaring di sisi Vino.
****
Tok tok tok...
Suara ketukan pintu sudah terdengar dari luar rumah Andre. Bik Ijah buru-buru membuka pintu depan.
Bik Ijah tersenyum saat melihat Fatia sudah berdiri di depan pintu.
"Selamat pagi Bik Ijah," ucap Fatia.
"Pagi Non. Non Fatia tumben banget pagi-pagi gini udah nyampe ke sini?"
"Vino mana Bik? aku mau bawa Vino pulang. Dia kan harus sekolah. Dia juga nggak bawa baju ganti."
"Oh, mau jemput Den Vino. Den Vino lagi ada di kamar Omanya. Tunggu sebentar ya saya panggilkan. Masuk dulu Non."
"Nggak usah Bik. Aku tunggu di sini saja."
Bik Ijah kemudian masuk ke dalam rumah untuk memanggil Vino yang saat ini masih berada di kamar Bu Alya.
Bik Ijah mengetuk pintu kamar Bu Alya. Beberapa saat kemudian, Bu Alya membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"Bik Ijah. Ada apa?" tanya Bu Alya.
"Bu Alya. Itu ada Non Fatia di depan."
"Fatia. Mau ngapain Fatia pagi-pagi ke sini?"
"Katanya mau jemput Den Vino."
"Kok cepat banget sih di jemput. Vino aja baru satu malam di sini."
"Katanya sih Den Vino harus sekolah."
"Ya udah Bik. Nanti aku ke sana ya."
Bik Ijah kemudian pergi meninggalkan kamar Bu Alya.
****
Fatia masih menunggu Vino di depan rumah Andre. Beberapa saat kemudian, Bu Alya dan Vino muncul dari balik pintu.
"Mama," ucap Vino.
"Vino..."
"Mama mau jemput aku pulang?"
"Iya Vino. Mama mau jemput kamu."
Bu Alya mendekat ke arah Fatia. Dia kemudian menatap Fatia lekat.
"Fatia. Kamu kenapa di sini aja. Kamu nggak mau masuk ke dalam?" tanya Bu Alya.
"Nggak usah Tan. Aku mau langsung pulang aja. Udah siang, mas Remon kamu ke kantor. Dan Vino juga harus sekolah."
"Fatia. Katanya kamu lagi hamil? apa benar itu?"
Fatia tersenyum.
"Iya. Alhamdulillah Tan. Aku langsung di karuniai anak."
"Syukurlah Tante jadi ikut senang dengarnya. Kamu harus jaga baik-baik kandungan kamu Fatia."
"Iya Tan. Kalau begitu, aku pulang dulu ya Tan. Titip salam buat Mas Andre."
"Iya Fatia."
Setelah berpamitan dengan Bu Alya, Fatia kemudian pergi meninggalkan rumah Andre. Dia membawa Vino mendekat ke arah mobil Remon yang terparkir di pinggir jalan.
Fatia membuka pintu mobilnya untuk Vino.
"Ayo masuk sayang," ucap Vino.
Vino kemudian masuk ke dalam mobil. Seperti biasa dia duduk di jok belakang mobil. Sementara Fatia dan Andre duduk di jok depan. Setelah Vini masuk ko dalam mobil, Fatia kemudian ikut masuk ke dalam mobil. Mereka meluncur pergi meninggalkan rumah Andre.
Sehabis subuh, Fatia dan Remon memang sengaja menjemput Vino ke rumah Andre. Fatia juga tidak mau terlalu lama berpisah dengan Vino. Karena saat ini dia sangat membutuhkan Vino.
__ADS_1
"