Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
Rasa yang masih sama


__ADS_3

Malam ini, Carisa dan Tata sudah tampak terlelap di dalam kamarnya. Sementara Andre, Dinda dan Bu Alya baru pulang dari rumah sakit, setelah menjenguk Vino. Mereka bertiga masuk ke dalam rumahnya.


"Sepi amat rumah. Kemana istri kamu Andre?" tanya Bu Alya sembari berjalan masuk ke dalam .


"Mungkin, dia udah tidur di kamar sama Tata," ucap Andre.


"Ya udah. Mama juga mau langsung ke kamar. Mama capek," ucap Bu Alya.


Bu Alya kemudian melanjutkan berjalan ke kamarnya. Begitu juga dengan Dinda. Dia juga berjalan ke kamarnya. Sepertinya Dinda dan Bu Alya sudah kelelahan dengan aktivitas mereka seharian ini.


Sementara Andre, menghempaskan tubuhnya di ruang tengah. Dia tidak langsung naik ke lantai atas.


Hoaaanmm


Carisa mengerjapkan matanya. Setelah itu dia menatap jam dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Carisa turun dari ranjangnya dan berjalan mendekat ke arah jendela kamarnya.


Carisa membuka sedikit korden jendela kamarnya. Dia kemudian, mengintip ke bawah. Dia tersenyum saat melihat mobil Andre sudah terparkir di depan rumah.


"Mas Andre ternyata sudah pulang, kapan dia pulang,"ucap Carisa.


Carisa menutup kembali kordennya. Dia kemudian ke luar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga.


Carisa kemudian menghampiri suaminya dan duduk di dekat suaminya.


"Mas, dari mana aja sih kamu?" tanya Carisa. Tampaknya dia tidak tahu, kalau suami dan mertuanya baru dari rumah sakit.


Andre memang sengaja tidak memberi tahu Carisa soal ulang tahun Vino. Karena Andre yakin, jika istrinya tahu kalau dia akan memberikan kejutan pada Vino, pasti istrinya akan marah dan akan menghalangi niat Andre itu. Karena dia sejak dulu tidak pernah suka dengan Vino.


"Mas, aku lagi nanya sama kamu. Kamu dari mana aja?" ucap Carisa dengan nada tinggi.


"Nggak usah teriak-teriak Carisa. Aku nggak tuli." Andre melotot ke arah Carisa.


"Ya, habisnya kamu nggak langsung jawab pertanyaan aku sih."


"Aku dari rumah sakit tadi sama mama," jawab Andre.


"Ke rumah sakit? kenapa kamu nggak bilang dulu sama aku kalau kamu mau ke rumah sakit."


"Ya lagian, untuk apa aku bilang sama kamu, kalau aku mau ketemu Vino.Kalau aku ajak kamu, kamu juga pasti nggak akan mau ikut kan. Dan kamu juga pasti akan ngelarang aku untuk ketemu Vino. Dengan alasan kamu takut aku dekat-dekat dengan Fatia lagi."


Carisa diam. Malam ini, dia lagi malas berdebat dengan suaminya. Dia lebih memilih untuk pergi ke kamarnya lagi dari pada berdebat dengan Andre.

__ADS_1


Tanpa berucap sepatah katapun, Carisa naik ke lantai atas dan masuk ke kamar Tata. Carisa kemudian duduk di sisi ranjang.


"Ih, kesel banget deh aku sama Mas Andre. Kenapa sih, sampai sekarang dia itu masih terus saja berhubungan dengan mantan istri dan anaknya. Padahal dia itu kan sudah punya kehidupan sendiri. Kenapa dia harus ngurusin orang lain coba. Benar-benar nyebelin banget deh. Bagaimana ya, caranya aku untuk menjauhkan Vino dan Fatia dari kehidupannya Mas Andre."


****


Setelah mempersiapkan pesta pernikahannya, Remon dan Fatia akhirnya satu minggu lagi akan melangsungkan pernikahannya. Dan Fatia sudah menyebar undangan pernikahannya sampai ke rumah Andre.


Fatia mengetuk pintu rumah Andre. Beberapa saat kemudian, Andre membuka pintu rumahnya.


"Fatia. Ada apa?" tanya Andre.


"Mas Andre. Kamu ada di rumah? aku fikir, kamu ada di kantor. Tumben kamu jam segini sudah ada di rumah?"


"Aku memang lagi nggak masuk kantor. Ada apa? tumben kamu datang ke sini?"


"Aku mau ngasih ini sama kamu," ucap Fatia sembari menyodorkan undangan pernikahannya dengan Remon.


Andre terkejut saat melihat undangan pernikahan Fatia dan Remon. Entah kenapa, hati Andre merasa sakit saat mendengar kalau Fatia akan menikah dengan lelaki lain.


"Fatia. Kamu mau nikah minggu depan dengan Remon?" tanya Andre.


"Iya Mas," jawab Fatia.


Andre memegang dadanya sejenak. Setelah itu, dia menatap Fatia.


"Fatia. Aku ingin bicara dengan kamu sebentar," ucap Andre


"Bicara apa?" tanya Fatia.


"Kita nggak bisa bicara di sini Fatia."


"Terus?"


"Ikut aku!" Andre mengajak Fatia mendekat ke arah mobilnya.


"Masuk Fatia." Fatia terkejut saat tiba-tiba saja, Andre menyuruh Fatia masuk ke dalam mobil.


"Apa! masuk? untuk apa Mas? kamu mau ajak aku ke mana. Aku mau buru-buru pulang. Mau ngantar undangan-undangan yang lain ke teman-teman aku."


"Fatia. Aku mohon, aku ingin bicara dengan kamu, untuk yang terakhir kalinya. Kita harus bicara berdua."

__ADS_1


"Baiklah." Akhirnya Fatia mau juga masuk ke dalam mobil Andre. Fatia sama sekali tidak tahu, ke mana Andre akan membawanya pergi.


"Mas, sebenarnya kita mau ke mana Mas?" tanya Fatia.


"Aku ingin bicara empat mata sama kamu. Kita ke taman aja ya. Biar kita enak ngobrolnya."


"Ya, itu sih terserah kamu."


Andre kemudian mengajak Fatia ke taman. Rasanya, cuma tempat itu yang paling nyaman untuk Andre ngobrol dengan Fatia.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke taman. Setelah sampai di taman, Andre menghentikan laju mobilnya. Setelah itu dia mengajak Fatia untuk duduk di tengah taman.


"Kamu mau bicara apa?" tanya Fatia.


"Kamu yakin mau nikah dengan Remon?"


"Yakinlah Mas."


"Fatia. Kenapa sih, kamu lebih memilih Remon dari pada aku?"


"Apa maksud kamu?" Fatia sama sekali tidak tahu apa maksud Andre.


"Iya, kenapa kamu nggak mau nikah sama aku. Padahal aku sudah berkali-kali merujuk kamu Fatia. Tapi kamu nggak pernah mau aku rujuk. Tapi sekarang kamu malah mau nikah sama Remon."


"Aku kan sudah bilang Mas. Tunggulah aku sampai lima tahun. Aku juga udah bilang sama Mas Remon, untuk menunggu aku. Tapi, kamu malah nikah duluan sama Carisa. Dan Mas Remon yang sampai saat ini, masih setia menunggu aku."


"Fatia. Pernikahan itu harus ada cinta. Apakah kamu cinta sama Remon? apakah kamu sudah melupakan cinta kamu ke aku?"


"Cinta? kamu masih bicara cinta Mas di depan aku. Kamu lihat dulu, siapa kamu sekarang. Kamu itu sudah milik Carisa. Mana mungkin, aku masih menaruh rasa ke suami orang," ucap Fatia.


"Kayak nggak ada lelaki lain aja di dunia ini. Dan, aku kenal dengan Mas Remon dan cinta sama dia, juga udah lama. Sebelum aku mengenal kamu dan mencintai kamu."


Andre menghela nafas dalam. Fatia terkejut karena tiba-tiba saja Andre sudah memegang tangannya dan menggenggamnya erat.


"Fatia. Fikirkan lagi dengan keputusan kamu untuk menikah dengan Remon. Kamu nggak mau membuat anak kita bahagia?"


"Maksudnya?"


"Kamu itu memang nggak pernah peka dengan perasaan anak kamu. Vino itu ingin kita kembali bersama Fatia. Dia ingin, tidur bareng kita. Apa kamu nggak mau, mengabulkan keinginan Vino?'


"Apa! kapan Vino pernah bilang seperti itu sama aku? Itu cuma mimpi kamu aja Mas. Aku heran sama kamu deh. Kamu itu sekarang sudah punya Carisa. Lalu, untuk apa kamu mengharapkan aku kembali sama kamu. Jangan pernah berharap dari sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi Mas."

__ADS_1


"Fatia. Jika kamu mau menggagalkan pernikahan kamu dengan Remon, aku siap menikahi kamu."


"Maksud kamu, kamu akan menikahi aku, untuk jadi istri ke dua kamu? kamu fikir, aku mau Mas, jadi istri ke dua?"


__ADS_2