Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
52.


__ADS_3

Riki turun dari mobilnya, dengan tergesa-gesa Riki berjalan masuk ke klinik sang mamah lalu berjalan cepat menuju persalinan tapi langkahnya terhenti saat melihat sang istri berjalan di temani bibi.


"Eeh mas Riki sudah datang"


Riki berjalan menghampiri Gadis dan memeluknya mengecup kening Gadis nampak wajah istrinya yang pucat dan tegang Riki lalu mengusap perut istrinya yang terasa tegang di dalam.


"kenapa di luar bi"


"Anu mas karna neng Gadis baru bukaan 4 jadi ibu suruh jalan-jalan dulu menunggu bukaannya lengkap ibu juga nyuruh neng Gadis makan siang"


"yaudah ayo sayang kita ke kantin"


Riki menggandeng tangan istrinya dan berjalan pelan sesekali meringis jika kontraksi.


"Bibi mau pulang dulu mas ngambil baju Dede bayi malah tertinggal karena panik"


"ya sudah bi sekalian baju saya dan Gadis"

__ADS_1


Mereka melanjutkan berjalan menuju kantin, pasilitas di klinik mamah mertua Gadis sangat lengkap, merakapun duduk di kursi dekat jendela menghadap taman kecil sesekali Gadis meringis sambil memejamkan matanya Riki yang melihatnya ikut merasakan sakit.


Gadis tidak menghabiskan makan ya karena perutnya semakin merasa sakit akhirnya Riki membawa Gadis kembali ke kamar bersalin, Gadis memakin memperlambat jalannya karena semakin merasa tidak enak tiba-tiba saja cairan keluar begitu saja ketika Gadis melangkah seketika Gadis merasa panik dan kakinya tidak kuat lagi berjalan hingga Gadis memanggil suaminya.


"Aaaww mas Riki ini apa"


Riki refleks melihat ke arah istrinya betapa kagetnya dia melihat baju bawah istrinya basah dan ada cairan di lantai tanpa pikir panjang Riki langsung menggendong Gadis membawa cepat langsung ke ruang bersalin Gadis terus merintih kesakitan setelah di baringkan di atas ranjang pasien. Riki cepat menghubungi mamahnya tak menunggu lama sang mamah cepat datang lalu memeriksa Gadis,tanpa sadar Gadis terus menggenggam tangan Riki dan sedikit meremasnya bila terasa sakit.


"Bagus sayang sebentar lagi pembukaannya lengkap,kamu yang kuat ya tenang Riki akan menemani bukan begitu Riki"


Seketika bola mata Riki melotot ke arah mamah nya sedangkan sang mamah mengulum senyum .


Riki membelai rambut Gadis"


Mamah Riki mulai memeriksa kembali Gadis nampak pembukaan nya sudah lengkap.


"Ayo sayang pembukaan nya sudah lengkap bismillah kita mulai"

__ADS_1


*maaf aku skip bagian ini aku suka ngilu😁🙏*


____________________#######__________________


Mamah dan Ayah Gadis menunggu di luar ruang bersalin tak lama kemudian bibi sang Art yang pamit membawa perlengkapan bayi pun tiba mereka duduk bersama-sama di tempat duduk yang ada di depan ruang bersalin.


Nampak mamah dan Ayah sangat cemas karena ini adalah cucu pertama mereka sang Ayah kadang berdiri lalu berjalan mondar-mandir lalu duduk lagi membuat sang istri pusing melihatnya.


"Yah bisakah Ayah duduk,mamah pusing liat ayah dari tadi mondar-mandir"


"Ayah cemas mah"


"Iya mamah tau tapi Ayah harus duduk dengan tenang kita berdo'a bersama"


Ayahpun akhirnya duduk di samping mamah dengan meremas jari jemarinya tak dapat di pungkiri betapa cemasnya dia, tiba-tiba terdengar langkah kaki menghampiri mereka dan suara Barito itu refleks membuat mereka kaget.


"Bagaimana keadaan menantuku, apakah cucu kita sudah lahir"

__ADS_1


Mereka refleks melihat ke arah suara itu Ayah gadis langsung menghampiri sang besan.


***Duh akutuh suka ikut cemas kalau mendengar yang mau melahirkan 🤭***


__ADS_2