Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
77.


__ADS_3

Setelah makan siang di food court mereka akhirnya ke swalayan Riki mendorong troli dengan Raditya naik di atas nya,Gadis mulai membuka catatan bulanannya dan sesekali menelpon mamah mertuanya menanyakan apa saja yang di perlukan Nenek dan Mamah Mertuanya,Riki dengan sabar mengikuti istrinya berkeliling hingga hampir 2 Jam akhirnya acara belanjapun selesai Gadis mulai mengantri di kasir sedangkan Riki dan Raditya menunggu.


Setelah selesai Riki dengan sigap mendorong kembali trolinya menuju parkiran mall setelah sampai di mobil mereka Riki masukan belanjaan nya ke bagasi dan Radit masuk ke dalam mobil duduk di belakan matanya sudah mengantuk Gadis menghampiri Riki dan membantu nya.


"Mas Aku aja yang bawa mobil"


"Iya baiklah"


"Mas pasti cape belum istirahat"


"Heemm"


"Mas marah dari tadi diem,Aku harap Mas gak salah paham tadi"


Riki memeluk Gadis dengan erat mengusap punggungnya Gadispun membalas pelukan suaminya.


"Aku mencintaimu,Aku takut kamu pergi"


"Kamu ngawur mas,Ayo pulang Radit sudah ngantuk"


Merekapun masuk kedalam mobil Gadis langsung menyalakan Mobilnya dan melaju menuju rumah, perjalanan yang di tempuh memakan waktu 30menit mereka sampai jam 4sore Riki menggendong Radit masuk kedalam rumah menuju kamarnya sementara Gadis membawa 2kantong belanjaan sisanya di bantu oleh satpam Gadis membawa belanjaan langsung ke dapur, nampak Bibi sedang memasak untuk makan malam setelah meletakkan belanjaannya Gadis duduk di ruang makan sambil meminum segelas air putih tiba-tiba seseorang meletakan dagunya di bahu Gadis.


"Mas kebiasaan bikin kaget", Riki terkekeh geli sambil mengecup pipi Istrinya lalu duduk di depan Gadis, Bibik yang memperlihatkan tertawa melihat kelakuan Riki.


"Lihat malu di lihat Bibik"


"Kenapa malu kita suami istri"


"Haiiis"

__ADS_1


"Kapan mulai ujian"


"Oh iya mulai besok Aku sibuk mas,jadi aku mohon pengertiannya suamiku"


"Baiklah aku akan membantumu sayang Radit aku yang urus"


"Terima kasih suamiku,Ya udah Aku mau mandi dulu. Bik tolong barang belanjaan saya pisahkan"


"Aku ikut"


"Apaan sih mas Aku mau mandi"


Riki cepat-cepat menggendong Gadis yang meronta sementara Bibik tersenyum geli melihat kelakuan Riki hingga terhenti tertawa karena di tegur nyonya nya.


"Ada apa Bi,kenapa Gadis berteriak"


"Oh saya pikir mereka bertengkar,Aku bersyukur Bi mereka bisa melalui masa sulitnya apa lagi semenjak kelahiran Radit"


"Iya Bu semoga rumah tangga mereka bahagia selalu"


"Iya Bi,Radit kemana"


"Den kecil tidur Bu "


"Oh ya sudah siapkan makan malam untuk saya dan mamah"


"Baik Bu"


Sementara itu di dalam kamar Gadis nampak cemberut sambil mengeringkan rambut nya yang basah sementara Riki tersenyum melihat Bibir istrinya manyun"

__ADS_1


"Jangan marah dong sayang,Aku minta maaf ya!"


Gadis menarik nafas nya lalu menghampiri suaminya yang duduk di sofa kepalanya bersandar di bahu Suaminya,Riki mengusap Rambut Gadis yang setengah kering.


"Kenapa"


"Heem gak apa-apa"


"Kaya ada beban,Ayo cerita"


"Aku lupa minum obat kontrasepsi mas"


"Sejak kapan", Dahi Riki berkerut.


"Sejak pulang koas"


"Apa peluang kehamilan nya besar",Gadis mengangguk lesu Riki memeluk tubuh istrinya mengelus punggungnya.


"Gak apa-apa kalaupun Hamil Radit sudah besar"


"Gimana kuliah ku mas"


"Ga apa-apa sebentar lagi selesaikan, setelah lulus lebih baik kamu bantu mamah di kliniknya Heem"


"Iya"


"Yaudah ayo kita makan malam"


Riki dan Gadis berjalan bersama menuju kamar putra mereka tapi kamar Radit kosong, Merekapun berjalan menuju lantai bawah nampak mamah sedang menemani Radit makan malam.

__ADS_1


__ADS_2