Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
49.


__ADS_3

Gadis naik ke atas menuju kamarnya nampak Riki masih sibuk dengan laptopnya Gadis masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Gadis keluar kamar mandi nampak Riki sudah tidak ada di kamar Gadis duduk di meja rias menyisir rambutnya dan mengikatnya kehamilan yang sudah besar membuat Gadis gampang gerah dah kelelahan setelah selesai Gadis duduk di kasur sambil memainkan ponselnya ada chat dari sahabat nya dan beberapa chat dari pelanggan kueh nya ada yang memesan kembali ada juga yang mengucapkan terimakasih karena kuehnya sudah sampai.


Gadis mengambil buku di atas nakas menuliskan pesanan kueh untuk besok tiba-tiba pintu kamar di buka nampak Riki membawa segelas teh manis dingin nampak segar Riki menyimpan minumannya di atas nakas lalu berjalan mendekati Gadis,Riki duduk di kursi meja rias.


"Ayah dan mamah sudah pulang"


"lalu bagaimana toko nya apa ikut terbakar"


"Alhamdulillah tidak, hanya mungkin beberapa hari ke depan beliau tidak buka toko"


"Alhamdulillah syukurlah"


Gadis bernafas lega lalu dia mulai menuliskan kembali pesanan kueh nya.


"Banyak pesanannya"


"lumayan cuma aku membatasi jumlah pesanan nya"


"Ya jangan terlalu lelah dan memaksakan diri"


"Heemm"


"Apa mau buka toko kueh,kita bisa mempekerjakan karyawan"


"Eemm untuk saat ini jangan dulu"


"kenapa"


"Nanti saja kita bicarakan kalau sudah lahiran"

__ADS_1


"Baiklah,kapan kita pulang"


"Bolehkah kita nginap di sini semalam lagi"


"Baiklah"


"Aku mau menemui Ayah dan mamah"


Gadis bangkit dari duduknya berjalan menuju pintu sedangkan Riki melanjutkan pekerjaan nya besok pagi Riki kembali kekantor, Gadis berjalan menuju ruang tengah nampak Bima duduk di ruang keluarga bersama kedua orang tua nya.


"kakak apa kabar"


"kabarku baik,gimna kandungan kamu"


"Aku dan bayiku sehat"


"Kok bisa kebakaran yah"


"Iya nak Terjadi korsleting listrik dari salah satu lapak kejadiannya dini hari"


"Alhamdulillah toko Ayah gak kena"


"iya nak tapi untuk beberapa hari ke depan Ayah gak bisa buka toko"


"Yaudah mamah bantuin aku bikin kueh aja hehehe"


"Iya sayang nanti mamah bantuin"


"Yaudah Gadis ke dapur dulu ya mau lihat menu untuk nanti malam"

__ADS_1


Gadis berdiri berjalan menuju dapur, sementara di ruang keluarga mereka melanjutkan mengobrol.


"Gimana mah perkembangan rumah tangga mereka"


"Mamah lihat sudah cukup baik walaupun adikmu masih bersikap cuek tapi tetap melayani suaminya semoga saja terus membaik"


"syukurlah mah aku hawatir dengan masa depan anak mereka nanti, mau bagaimanapun anak itu tidak berdosa"


Mereka berhenti bicara ketika Riki menghampiri lalu duduk di samping Bima.


"Apa kabar ki"


"Baik"


Sementara mamah pamit untuk menyiapkan makan malam para pria asyik mengobrol.


Sementara di dapur Gadis sedang memasak di bantu bibi mamah menghampiri dan mulai membantu menyiapkan di atas meja sesekali mereka ngobrol hingga tiba saatnya untuk makan malam, mereka makan malam bersama di selingi dengan percakapan ringan hingga akhirnya Riki meminta ijin kembali ke rumah mamanya.


"mah,yah besok saya akan membawa Gadis pulang kembali"


"ya nak ayah mengijinkan sebagai seorang istri harus patuh kepada suami"


Gadis hanya tersenyum kecut mendengar ayah ya bicara seperti itu.


"Jam berapa kalian kembali"


"mungkin sepulang kerja yah saya jemput Gadis.


Merekapun melanjutkan kembali makan malam.

__ADS_1


__ADS_2