
Pak Suherman akhirnya duduk di samping sang besan yaitu bapak Wijaya wajahnya cemasnya tak dapat ia sembunyikan hingga suara tangisan bayi dari dalam ruangan bersalin membuat mereka refleks berdiri wajah-wajah kecemasan berubah jadi kebahagian tak lama kemudian nampak Riki keluar dari dalam ruang bersalin dengan tampang yang kusut rambut yang biasanya rapih nampak berantakan kemejanya sudah tak rapih lagi tapi nampak wajahnya begitu bahagia. belum juga Riki mengatakan sesuatu mereka langsung berondongi banyak pertanyaan membuat riki pusing sendiri.
"Bagaimana istri dan anak mu nak"
"Apakah mereka baik-baik saja"
Pertanyaan di lontarkan terus dari mulut para kakek,Riki tersenyum dan menjawab semua pertanyaan dari sang ayah dan Ayah mertuanya.
"Alhamdulillah anak kami sudah lahir dan ibu nya jg dalam keadaan baik"
"Alhamdulillah syukurlah" mereka semu menjawab bersamaan hingga akhirnya sang mamah mertua sekarang yang bertanya.
"Laki-laki atau perempuan bayinya"
"Laki-laki mah"
Kemudian mamah Riki keluar menggendong sang bayi.
"Ini dia yang kita tunggu baby boy"
Mereka semua menghampiri mamah Riki yang menggendong bayi yang masih merah.
Sementara Gadis sudah di pindahkan ke kamar rawat inap untuk pemulihan mereka semua pun berjalan menuju kamar inap Gadis ,nampak Gadis sedang tertidur sementara sang bayi ditidurkan di dalam box bayi.
Mamah Riki pamit ke ruangan nya sementara Ayah Riki pamit kembali ke kantor tinggalah mertua Riki menunggu Gadis terbangun mereka terus menatap bayi merah yang tidur di dalam box. Riki pamit keluar untuk membeli makanan dan cemilan kata mamah mertuanya kalau ibu menyusui itu gampang laper.
Gadis perlahan membuka matanya sang mamah langsung menghampiri menanyakan apa yang Gadis inginkan tapi Gadis menggeleng.
__ADS_1
Riki datang membawa beberapa kantong plastik berisi makanan pertama kali yang dia dengar adalah tangisan bayi Riki masuk dan menghampiri bayinya di dalam box seketika pandangan nya mengarah ke arah istrinya yang seakan cuek dengan tangisan bayi mereka.
Riki menghampiri Gadis yang asyik memainkan handphone nya,Riki meletakkan makanan yang ia bawa.
"Bayi kita nangis seperti nya lapar"
"lalu.."
"susui dia"
"Apa..!! Aku gak mau"
"Kenapa"
"Kenapa katamu, kamu lupa bagaimana dia hadir! Aku tak pernah menginginkan nya karena dia Aku harus menikah dengan mu dan harus berhenti kuliah.
"Aku mohon susui dia"
"Aku gak mau"
"Apa kamu tega bayi kita tidak bersalah. Aku mohon jangan hukum Aku seperti ini"
Gadis terdiam hingga akhirnya diapun berkata.
"Baiklah tapi dengan syarat"
"Apa katakan"
__ADS_1
"Aku ingin kuliah lagi"
"Oke"
"Aku akan memberikan ASI ku tapi Aku tidak mau menyusui langsung"
"Baiklah yang penting bayi kita mendapatkan ASI darimu"
"yang terakhir aku ingin kita berpisah"
Deg.. jantung Riki terasa berhenti berdetak mendengar permintaan istrinya berpisah satu kata itu tidak pernah Riki inginkan bahkan melintas dalam pikirannyapun tidak pernah.
"Untuk permintaan mu yang terakhir Aku tidak bisa,Aku sungguh-sungguh mencintai mu Aku tidak bisa hidup tanpamu Bagaimana dengan anak kita"
Gadis terdiam lalu mulai memompa ASI nya sementara Riki berjalan ke arah box bayi,Riki menggendong bayi mungil yang merah itu seketika Air matanya turun membasahi pipinya hatinya sakit melihat nasib bayinya. Riki berjalan menghampiri Gadis menyerahkan sang bayi tp lagi-lagi Riki di buat terkejut dengan perkataan Gadis.
"Aku gak mau menggendong dia,Aku gak mau dia ketergantungan dengan ku".
Riki mendekap bayi mungil yang sedang menangis itu sementa Gadis membuang mukanya setelah memberikan botol ASI nya.
-------------------------&&&&&----------------------------------
Haiiii maaf baru up, Gimana nih Gadis sangat egois sekali!!!.
Apakah Riki akan berhasil menggenggam hati Gadis ataukah Riki akan mengabulkan permintaan Gadis untuk berpisah truuus tunggu lanjutannya ya say.
terimakasih yang udah mampir ke cerita ku jangan lupa tinggalkan jejak kaliat ya supaya aku semangat melanjutkan ceritanya 🤗 🙏
__ADS_1