Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
18.Belajar beradaptasi


__ADS_3

Gadis bukan mandi malah duduk termenung di closed,dia memikirkan apa yang harus dilakukan kedepannya perkataan Aisyah tadi siang di kantin terus aja terngiang.


playback on


"Belajarlah ikhlas dan menerima kenyataan kalau Riki adalah suamimu dan ada janin dalam perutmu dan itu anakmu,berprilaku baik lah kepada suami dan anakmu"


"aku belum bisa"


"ayolah kamu harus ikhlas dan menerima kenyataan ini,ini adalah taqdir dari Tuhan jalani ikuti arus nya seperti air yang mengalir.


flashback off


Riki yang hawatir mengetuk pintu kamar mandi dengan sedikit gedoran Riki cemas takut terjadi sesuatu yang buruk.


"Gadis kamu ga apa-apa,sudah belum mandinya"


"Gadis aku dobrak ya pintunya"


"sebentar aku mau mandi"


"kamu dari tadi belum mandi"


"heemmm"


"cepat mandinya mamah sama ayah sudah nunggu untuk makan malam"


"ah iya sebentar"


Riki berlalu dan duduk di atas kasur menunggu gadis 15menit kemudian pintu kamar mandi terbuka sediki.


"bisa tolong ambilkan handuk,aku lupa membawa handuk"

__ADS_1


Riki berjalan ke balkon mengambil handuk dan memberikan nya ke gadis. Gadis menerima handuk dari Rian lalu masuk lagi ke kamar mandi,gadis keluar kamar mandi dengan memakai handuk berjalan menuju lemari baju mengambil baju tidur lalu masuk LG ke kamar mandi,semua pergerakan nya di perhatikan Riki tak lama gadis keluar dari kamar mandi duduk di depan meja rias memakai skin care nya lalu menyisir rambutnya dan mengikatnya Riki memperhatikan gadis muka gadis nampak lelah dan masih pucat.


Gadis berdiri dan keluar kamar menuju ruang makan Riki berjalan di belakang Riki mereka duduk berhadapan gadis duduk di samping mamahnya semua makanan kesukaan gadis tapi gadis hanya diam.


"kenapa sayang kok ga makan,ini semua makanan kesukaan kamu" mamah tampak heran sedangkan Riki nampak cemas hingga Rian angkat bicara.


"kamu mau makan apa,nanti aku belikan" Gadis menatap Riki lalu menunduk.


"aku mau makan sate sama lontong" Riki tersenyum lalu berdiri.


"Ayo kita beli" gadis mengangkat wajahnya dan tersenyum lalu berdiri.


"maaf mah"


"ga apa-apa sayang yang penting kamu mau makan" Gadis mengangguk lalu mengikuti Riki dari belakang.


"kami pergi dulu ya mah"


Riki dan gadis sudah ada di dalam mobil Riki mulai memanaskan mesin mobil nya lalu Riki meraih sesuatu di belakang jok dan memberikan nya ke gadis.


"ini, Pakai jaket aku dingin angin malam" gadis tak menjawab tapi mengambil jaket yang di berikan Riki dan memakai nya, mobilpun melaju dengan kecepatan sedang.


"punya tepat makan sate langganan"


"ada"


"dimana"


"terus aja nanti aku kasih tau"


"oke" hening kembali hingga tiba-tiba gadis berkata.

__ADS_1


"nanti di depan stop yang ada tenda biru " Rikipun menghentikan mobilnya dan memarkirkan mobilnya,gadispun turun menunggu Riki lalu mereka masuk ke dalam tenda gadis duduk di tempat yang kosong.


"mau makan di sini" gadis mengangguk.


"bang sate ayam nya 20tusuk pake lontong satu trus soto ayam pake nasi satu"


"oke mas di sini atau di bawa pulang"


"makan di sini"


"oke di tunggu ya mas" Riki mengangguk dan berjalan ke tempat gadis dudu suasana warung sate cukup ramai gadis merapatkan jaketnya udara mulai terasa dingin untung dia memakai piyama celana panjang.


"mau minum apa"


"teh hangat aja " Riki pun mengambilkan teh hangat gadis mulai meminum teh hangat nya Riki memperhatikan dan tersenyum hatinya sangat bahagia sekarang gadis sudah mau bicara padanya hingga pelayan datang mengagetkan Riki.


"ini pesenan nya mas,loh mba gadis toh yang pesen" gadis tersenyum.


"dah lama mbak ga kesini ada kali 2minggu"


"iya mas saya sibuk"


"ini siapa ko bukan mas Bima,biasanya sama mas Bima kesini"


"eemmm ini suami aku mas"


"walahhh nikah ga ngasih kabar,selamat ya mbak semoga langgeng"


"amiiin" jawab Riki dan gadis bersamaan.


"duh jawab nya juga kompak yaudah selamat menikmati"

__ADS_1


"makasih mas" jawab gadis merekapun makan dengan lahap baru kali ini Riki makan di warung tenda pinggir jalan rasa sotonya enak banget pikir Riki,gadis makan dengan lahap itu membuat hati Riki senang.


__ADS_2