
Vop Gadis
Kata orang berdamai lah dengan diri sendiri menerima semua kekurangan dan kelebihan diri sendiri menerima taqdir yang Tuhan gariskan dan berusaha untuk memaafkan diri sendiri dan satu lagi selalu bersyukur. Semua yang mereka bicarakan nampak mudah tapi melaksanakan nya itu yang sulit,tapi aku harus berusaha. pertama aku coba untuk mulai menerima keadaan ku,menerima suamiku dan tentu saja janin yang aku kandung dan tentu saja ini tidak mudah tapi aku harus bisa.
Siang ini setelah di periksa Dr aku di bolehkan pulang rasanya senang sekali bagaimanapun rumah adalah tempat yang paling nyaman.
Riki nampak sedang mengemas barang-barang ku sepulang dari berjalan-jalan wajah Riki nampak murung apa mungkin wanita tadi punya hubungan spesial sebelumnya? pertanyaan itu muncul di otakku, tapi aku belum berani menanyakannya nanti dia Gr lagi disangkanya aku cemburu padahal aku cuma kepo saja. Selesai berkemas Riki menggenggam erat tanganku kami berjalan menuju parkiran mamah tadi memberi kabar beliau tidak bisa menjemputku karena di toko ayah cukup ramai,kalau mamah mertuaku masih ada pasien karena jam praktek nya belum selesai.
Setelah menyusuri lorong rumah sakit tibalah kami di parkiran dan aku harus melihat Dr itu lagi sepertinya dia pulang makan siang dan dia menghampiri kita lagi.
"haiii,wah kamu sudah boleh pulang"
"iya" jawabku dan tiba-tiba suara Riki nampak tegas belum pernah Riki bicara se tegas itu.
"kami permisi,ayo sayang" Riki menggenggam tangan ku lagi lalu kami masuk kedalam mobil nampak wanita itu terus menatap kami dengan tatapan sendu nampak raut sedih di wajahnya hingga mobil kami melaju kulihat dia masih berdiri.
Sepanjang perjalanan terasa hening Riki tidak bicara sama sekali sampai kami melewati rumah makan Riki bertanya.
"apa mau makan dulu" aku menggeleng.
"mau makan sesuatu"aku melirik ke arah Riki.
__ADS_1
"makan bakso boleh gak" Riki tersenyum raut wajah tegangnya hilang dan mengangguk.
"tukang bakso yang Deket komplek ya"
"iya sayangku".
"iih sebel"
"loh kenapa,masa manggil sayang ma istri ga boleh.
Sampai lah mereka di warung bakso mas Parjo gadis dan Riki turun Riki duduk sedangkan gadis memesan baksonya.
"eh neng gadis,kaya biasa ya"
"yang satu biasa,yang satu lagi campur aja"
"oh oke tunggu sebentar ya"
Gadis berjalan menghampiri Riki yang sedang duduk memainkan hp nya.
"Besok aku ngantor ya ada klien yang akan datang,kamu jangan dulu ke kampus oke"
__ADS_1
"eeemm iya" wajah gadis berubah murung Riki yang melihat raut wajah gadis yang berubah cepat-cepat berkata.
"aku ga melarang kamu kuliah tapi sebelum kondisimu baik aku tidak mengijinkan kamu kuliah"
"semua untuk kebaikan mu dan anak kita"
"heem aku mengerti"
Bakso yang mereka pesan pun datang.
"ini pesanan neng gadis,dan ini yang campur walah tumben neng gadis bawa pacar kesini"
Gadis tersenyum sementara Rian menjawab pertanyaan mas Parjo.
"saya suaminya mas"
"walah dah nikah toh,semoga langgeng ya mas neng gadis"
"ammin "mereka menjawab bersamaan, Riki mulai makan baksonya sesak gadis sedang menambahkan saus dan sambal ketika akan mengambil sambal lagi Rikipun melarangnya.
"Jangan terlalu pedas nanti sakit perut" gadispun menyimpan kembali cabe nya.
__ADS_1