
Siang hari Gadis pamit pulang kepada mamahnya dengan mengendarai Taxi online Gadis pulang ke rumah Mertuanya, Taxi yang di tumpangi Gadis berhenti di depan rumah mertuanya yang sepi hanya ada satpam yang berjaga di depan setelah membayar ongkos Taxi Gadis dan Raditya berjalan menuju rumah setelah menekan bel pintu pun terbuka nampak Bibi tersenyum menyambut mereka.
"Neng Gadis dan Den kecil ayo masuk"
"Iya Bi, Mamah belum sampai"
"Belum neng"
Gadis berjalan menuju dapur sedangkan Raditya langsung berlari ke kamarnya, Gadis mengeluarkan kue yang tadi dia buat di rumah Mamahnya.
"Bibik sudah masak"
"Sudah neng"
"Ya sudah saya ke kamar dulu"
Gadis berjalan menaiki tangga menuju kamarnya Gadis duduk di sofa sambil membaca buku untuk persiapan ujian akhirnya Gadis tenggelam dalam buku bacaan nya sampai tidak menyadari kalau Raditya sudah duduk di sampingnya.
"Buna...Bunaaaa", Hingga Gadis menoleh setelah Raditya menyentuh tangannya.
"Eeh ada apa sayang"
"Aku laper"
__ADS_1
"Yaa ampun sudah sore ternyata, Maafkan Bunda sayang"
"Aku laper Buna"
"Yaudah ayo kita turun ke bawah", Raditya langsung berlari meninggalkan sang Bunda yang tampak hawatir.
"Jangan lari sayang nanti jatuh"
Gadis berjalan menuruni tangga menuju meja makan nampak Bibi sedang menyiapkan makan untuk Raditya yang sudah duduk manis,Gadis mendudukan bokongnya di kursi berhadapan dengan Raditya.
"Mau makan sekarang Neng"
"Aku belum laper Bi"
"Kenapa Buna gak ikut makan"
Raditya makan dengan lahap tanpa di suapi, Raditya memang mandiri di usianya yang baru 4tahun Gadis memperhatikan setiap gerak-gerik sang anak.
Hingga suara riuh terdengar di ruang tamu yang membuat Gadis segera memeriksanya, Nampak sang mamah mertua mendorong kursi roda dimana Nenek duduk.
"Assalamu'alaikum sayang", Mamah Riki memeluk erat sang menantu di susul Gadis mencium tangannya.Gadis juga memeluk dan mencium tangan sang nenek, Raditya pun melakukan yang sama dengan Gadis memeluk dan mencium tangan sang Oma dan Nenek buyut.
Nenek mengusap-usap kepala Raditya matanya berkaca-kaca penuh haru melihat cicit nya sudah tumbuh besar,Sudah satu tahun Nenek mengalami stroke Ringan hingga membuatnya tidak bisa berjalan lagi hingga Mama memutuskan tinggal di sana untuk mengurus Nenek tapi sekarang Mamah memutuskan untuk membawa Nenek kesini untuk mempermudah melakukan pengobatan dan supaya Mamah bisa mengecek klinik impiannya.
__ADS_1
Nenek di bawa Bibik ke kamar untuk istirahat Sedangkan Mamah duduk di meja makan berbincang dengan Gadis sambil menikmati secangkir teh dan kueh brownies yang Gadis buat, Raditya pamit ke kamarnya setelah menyelesaikan makannya.
"Gimana kuliah mu"
"Alhamdulillah lancar Mah"
"Syukurlah, Mamah ingin setelah kamu lulus meneruskan Mamah untuk mengurus klinik"
"Loh kenapa Mah"
"Mamah sudah tua ingin istirahat dan fokus mengurus nenek mu, Jika ada waktu senggang datanglah ke klinik supaya kamu bisa belajar dalam hal mengelola klinik"
"Iya mah,Tapi sebelumnya Aku ijin dulu sama mas Riki"
"Oh iya kapan suamimu pulang, Mamah dengar dia keluar kota"
"Iya mah, Nanti malam Mas Riki pulang"
"Oh yaudah nanti kamu bicarakan dulu sama suamimu tentang permintaan Mamah tadi"
"Iya mah"
"Ya sudah Mamah ke kamar dulu ya mau istirahat"
__ADS_1
"Iya mah"
Setelah kepergian mertuanya Gadis membereskan cangkir teh lalu mencucinya setelah selesai Gadispun ke kamarnya lalu Gadis masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya setelah selesai Gadis keluar kamar mandi dengan melilitkan handuk di tubuhnya Gadis berjalan menutup Gorden kamar lalu Gadis menuju lemari untuk mengambil pakaian waktu sudah menunjukan pukul 20:00 ketika Gadis sedang asyik memilih pakaian tiba2tiba sebuah tangan melingkar di perut ramping nya sebuah kepala menempel di bahu polosnya tiba-tiba jantung Gadis berdebar dengan Kencang hembusan nafas yang berhembus di lehernya membuat bulu halusnya merinding.